<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323</id><updated>2012-02-22T23:58:26.048-08:00</updated><category term='Artikel Rohani'/><category term='inspirasi'/><category term='Testimoni'/><category term='Leadership'/><category term='Tanggung Jawab'/><title type='text'>I am Free Because of His Love!</title><subtitle type='html'>I am Free Because of His Love is the blog that I use to write down ideas, as well as biblical truths that bless the author</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-7522455189328378032</id><published>2012-02-21T20:16:00.000-08:00</published><updated>2012-02-21T20:16:23.038-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Seandainya orang Kristen Lupa Menginjil, Apa jadinya?</title><content type='html'>Perhatikanlah ayat-ayat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mat 4:23&amp;nbsp; Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mat 9:35&amp;nbsp; Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mat 11:1&amp;nbsp; Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mat 24:14&amp;nbsp; Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mat 26:13&amp;nbsp; Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mat 28:18-20 "18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.19&amp;nbsp; Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20&amp;nbsp; dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."&amp;nbsp; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mar 1:14-15 "14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, 15&amp;nbsp; kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mar 1:38&amp;nbsp; Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mar 8:35&amp;nbsp; Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mar 13:10&amp;nbsp; Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mar 14:9&amp;nbsp; Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mar 16:15&amp;nbsp; Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mar 16:20&amp;nbsp; Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Kembali ke pertanyaan yang saya berikan di title dari tulisan ini, "Seandainya orang Kristen Lupa Menginjil, Apa jadinya?"Ini adalah pertanyaan yang mengganggu pikiran saya beberapa waktu belakangan ini. Di saat yang sama, berita-berita yang ditayangkan di televisi, dan diberitakan di koran-koran terlintas di pikiran saya. Banyak negara, dan suku bangsa porak-poranda. Mereka mengaku beragama dan percaya akan adanya TUHAN, tetapi kehidupannya tidak mencerminkan sifat-sifat TUHAN yang Maha Kasih, Maha Mengampuni, Panjang sabar dsb. Apakah ini bukti dari pengakuan tersebut? Mengaku orang Kristen, pakai salib besar-besar di leher, bahkan sampai dibuat sebagai lukisan di tubuh, namun membunuh, menipu, dan lain-lain. Apakah ini cerminan Kekristenan yang sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita melihat kepada nats-nats yang dituliskan oleh penulis Injil, saya menemukan jawaban mengapa ada orang yang mengaku Kristen tetapi tidak mencerminkan hidup seperti yang TUHAN YESUS contohkan. Jawabannya adalah : Orang yang mengaku Kristen tetapi tidak mencerminkan pola hidup Kristus adalah: &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Seorang yang tidak mengalami kuasa Injil yang memerdekakannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang yang tidak&amp;nbsp; mau mengambil tanggung jawab untuk memberitakan Injil Kristus.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Saya menuliskan ini bukan berarti bahwa saya sudah lebih dari saudara. Saya pun sedang belajar mempraktekkannya. Kiranya tulisan ini bermanfaat bagi Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-7522455189328378032?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/7522455189328378032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=7522455189328378032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7522455189328378032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7522455189328378032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2012/02/seandainya-orang-kristen-lupa-menginjil.html' title='Seandainya orang Kristen Lupa Menginjil, Apa jadinya?'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-1543311610521640074</id><published>2012-02-13T18:31:00.001-08:00</published><updated>2012-02-13T21:48:31.067-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanggung Jawab'/><title type='text'>BAB III MASYARAKAT YANG PLURAL</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;Kehidupan masyarakat di Indonesia pada masa kini, terutama di daerah perkotaan menunjukkan satu keadaan yang semakin plural, dalam aktivitas sehari-hari, tingkat pendidikan, status sosial, suku, dan agama yang berkembang di tengah masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Sebab-sebab Pluralnya Masyarakat Kota&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Manusia Motor Utama Perubahan&lt;/b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Perubahan yang terjadi dalam suatu masyarakat tidak terlepas dari pengaruh manusia yang ada di dalamnya. Wongso (1996) menulis tentang manusia sebagai berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 28pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Manusia merupakan unsur pokok dalam masyarakat, tanpa manusia tak mungkin ada masyarakat tidak ada manusia tidak ada bisa terbentuk satu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 28pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Adanya manusia disebabkan adanya hidup, karena ada hidup, maka bisa berpikir dan dapat merubah masyarakat dimana seseorang tinggal. Masyarakat selalu berubah dan inilah yang disebut kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Manusia sebagai salah satu dari ciptaan Tuhan, dikenal sebagai mahluk yang sangat berbeda dengan mahluk hidup lainnya. Manusia mempunyai kemampuan untuk  menggunakan pikirannya. Widyosiswoyo mengatakan: "kemampuan manusia berpikir merupakan suatu perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia." &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kemampuan manusia berpikir membedakannya dari mahluk hidup lainnya. Kalau kita mengamati lingkungan di sekeliling  kita, kita akan menemukan beberapa fakta penting yang membuat manusia berbeda dengan mahluk hidup lainnya. Contohnya: manusia bertindak berdasarkan naluri berpikir yang rasional, sedangkan binatang bertindak berdasarkan insting. Kemampuan manusia untuk berpikir membuat manusia dapat  merencanakan sasaran hidupnya, sedangkan binatang tidak dapat melakukan perencanaan seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Perbedaan antara manusia dengan mahluk hidup lainnya didukung oleh bukti-bukti yang dicatat dalam Alkitab yang menyatakan bagaimana manusia dengan segala kelebihannya dapat mengambil keputusan penting dalam kehidupannya. Keputusan-keputusan yang diambil oleh manusia seringkali juga mempengaruhi orang-orang di sekitarnya (Kej. 3:1-7; 6:1-6; 11:1-9). Widyosiswoyo berpendapat: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 37pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Apa yang diciptakan manusia pada suatu waktu merupakan rasa dan karsa sebelumnya. Mungkin apa yang diciptakan waktu itu memuaskan baginya. Bila tidak memuaskan untuk waktu itu, diperbaikinya agar kepuasannya diperolehnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 28pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kemampuan manusia untuk menggunakan kekuatan pikirannya, menghasilkan beberapa jenis ketidak puasanan dalam hidupnya, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Manusia tidak pernah puas dengan segala sesuatu yang telah didapatkannya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;Manusia tidak pernah puas dengan segala sesuatu yang sudah diketahuinya. &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manusia tidak pernah puas dengan segala pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Semua jenis ketidak puasan di dalam kehidupan manusia menghasilkan satu sifat menyukai perubahan dalam kehidupan pribadinya maupun kelompoknya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kemampuan manusia untuk membuat suatu perubahan di lingkungan  masyarakat di mana ia tinggal membuktikan bahwa manusia adalah mahluk yang dinamis, bukan mahluk yang statis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata "dinamis" berarti bahwa manusia dapat melakukan dengan penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak  dan mudah menyesuaikan dirinya dengan lingkungan di sekitarnya. Artinya dalam perjalanan hidupnya, manusia sebagai satu pribadi yang dinamis dengan segala komponen yang ada di dalam dirinya senantiasa bergerak dan mengadakan interaksi sosial dengan manusia lain di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Soekanto mengutip pernyataan Kimball Young dan Raymond W. Mack yang menyatakan: "interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena tanpa interaksi sosial, tak mungkin ada kehidupan bersama."  Pada waktu manusia mengadakan interaksi dengan sesamanya, dihasilkanlah apa yang disebut sebagai satu perubahan. Perubahan tersebut dapat berupa "perubahan sistem dalam satu kelompok masyarakat, dan perubahan pola-pola kehidupan."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Manusia sebagai komponen utama dari suatu masyarakat dalam kapasitasnya sebagai mahluk sosial mempunyai peluang untuk menciptakan perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Apa pun jenis kegiatan yang dilakukan di antara masyarakat akan mempengaruhi proses kehidupan masyarakat. Berdasarkan  pada fakta-fakta ini, maka manusia dapat disebut sebagai penyebab utama semakin jamaknya kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ilmu Pengetahuan dan Teknologi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Manusia dengan segala kelebihannya senantiasa menginginkan kehidupan yang lebih baik. Manusia mengusahakan berbagai cara untuk dapat mewujudkan kehidupan sesuai dengan harapan-harapan yang dimilikinya. Manusia tidak pernah berhenti untuk mewujudkan perubahan demi perubahan dalam berbagai aspek kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Sejarah mencatat bahwa usaha-usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mengadakan perubahan demi perubahan dalam kehidupannya memberikan hasil. Pada abad ke XVII, di Eropa timbul satu gerakan yang disebut dengan gerakan pencerahan atau yang lebih dikenal dengan zaman &lt;b&gt;&lt;i&gt;renaisance&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Gerakan tersebut menitik beratkan kebenaran pada ilmu pengetahuan dan intelektual, kebenaran berdasarkans fakta dan hukum-hukum alam. Immanuel Kant memberikan tema untuk abad tersebut yaitu "Berani Untuk Mengetahui," dan Newbigin menjelaskan tema itu sebagai "panggilan supaya memiliki keberanian untuk berpikir demi dirinya sendiri, untuk menguji segala sesuatu dalam terang akal budi dan suara hati, bahkan berani untuk menanyakan tradisi-tradisi yang paling suci sekalipun." &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Setelah zaman tersebut, dihasilkanlah penemuan-penemuan ilmiah antara lain:  ilmu tentang samudera dan benua, obat-obatan, sarana-sarana komunikasi seperti telegram, telepon, mesin percetakan, generator listrik dan transformator, kapal uap, kereta api, komputer, pesawat terbang, dan banyak penemuan-penemuan lainnya. Keberhasilan manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak yang luas ke seluruh dunia, termasuk ke daerah perkotaan di Indonesia, dan salah satu di antaranya yaitu kota Jakarta. Perhatikanlah tabel berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 5pt;"&gt;&lt;table border="0" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col style="width: 277px;"&gt;&lt;/col&gt;&lt;col style="width: 272px;"&gt;&lt;/col&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;tbody valign="top"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-bottom: solid 0.5pt; border-left: solid 0.5pt; border-right: solid 0.5pt; border-top: solid 0.5pt; padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 10pt;"&gt;Sebelum Mengenal Ilmu Pengetahuan Modern&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-bottom: solid 0.5pt; border-left: none; border-right: solid 0.5pt; border-top: solid 0.5pt; padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 10pt;"&gt;Setelah Mengenal Ilmu Pengetahuan Modern&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-bottom: solid 0.5pt; border-left: solid 0.5pt; border-right: solid 0.5pt; border-top: none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 10pt;"&gt;Daerah  perkotaan hanya menjadi tempat untuk menjual hasil-hasil pertanian, dan sekaligus sebagai tempat untuk membeli barang-barang kebutuhan yang tidak terdapat di desa.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-bottom: solid 0.5pt; border-left: none; border-right: solid 0.5pt; border-top: none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 10pt;"&gt;Perkotaan menjadi daerah yang perlu diperhatikan karena adanya asumsi bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang berpusat di kota sanggup untuk mengubah kehidupan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Tabel 3. Perbedaan Pandangan Masyarakat &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Sebelum dan Sesudah Mengenal Ilmu Pengetahuan Modern.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Masuknya ilmu pengetahuan dan teknologi modern ke Indonesia, khususnya yang berpusat pada daerah perkotaan memberikan dampak yang cukup signifikan. Tabel di atas menunjukkan adanya pergeseran paradigma dalam masyarakat tentang kota. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak lain yaitu timbulnya gerakan dalam masyarakat yang disebut dengan urbanisasi (akan dibahas pada sub judul berikutnya), yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota. Hal ini menjadi sangat mungkin terjadi karena pertukaran informasi yang semakin mudah. Pada zaman ini, ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan kontribusi baru  dalam dunia informasi. Alat-alat komunikasi telah tersedia dalam berbagai bentuk, seperti: telepon, telegram, televisi dan radio, komputer, dan maupun media cetak. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Sarana-sarana tersebut memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi dari masyarakat yang bermukim di daerah lainnya. Kemudahan-kemudahan untuk memperoleh informasi menjadi satu daya dorong dalam diri manusia yang hidup di zaman ini untuk membuktikan informasi-informasi yang diperolehnya. Pembuktian terhadap informasi-informasi tersebut di dukung oleh kemudahan untuk menjangkau daerah lain karena ditemukannya alat-alat transportasi darat, laut, dan udara. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Urbanisasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan segala peralatan yang dihasilkannya memberikan dampak baru dalam kehidupan masyarakat, baik bagi anggota masyarakat yang tinggal di perkotaan maupun bagi anggota masyarakat yang tinggal di pedesaan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat manusia masuk dalam zaman yang materialistis. Segala sesuatu diukur dengan kemampuan untuk memiliki serta menikmati hasil-hasil ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Masyarakat desa mulai melihat kota sebagai daerah yang memungkinkannya untuk mewujudkan keinginan-keinginannya. Masyarakat di pedesaan juga terpengaruh dengan informasi-infomasi yang diperolehnya tentang kehidupan di perkotaan. Akibat dari pengaruh-pengaruh informasi tersebut, masyarakat pedesaan mulai bergerak untuk pindah ke kota-kota di sekitarnya. Perpindahan masyarakat pedesaan ke kota ini disebut dengan "urbanisasi." &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Urbanisasi membuat perkotaan menjadi daerah yang berpenduduk majemuk, karena pada waktu terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota, mereka juga sekaligus membawa serta atribut-atribut yang dimilikinya, seperti jenjang pendidikan, keahlian yang dimilikinya, kepercayaannya, dan status sosialnya. Menurut para ahli antroplogi, perpindahan penduduk dari desa ke kota, menyebabkan terjadinya proses akulturasi yang cepat. Penduduk yang datang dari desa membawa serta budaya aslinya, kemudian ia akan mengadaptasi budaya-budaya di perkotaan. Dengan demikian, "urbanisasi" merupakan salah satu pemicu semakin majemuknya kehidupan masyarakat di perkotaan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;b&gt;Dampak Dari Pluralnya Masyarakat Kota&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kehidupan masyarakat perkotaan yang majemuk membuat kehidupan di perkotaan penuh dengan persoalan. Di satu sisi, perkotaan menjadi tempat yang menjanjikan untuk menikmati hidup yang berkelimpahan secara materi dan menjadi tempat yang tepat untuk mewujudkan cita-citanya, tetapi bagi anggota masyarakat lainnya, kota merupakan tempat penindasan dan kesengsaraan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Fenomena tentang kehidupan di perkotaan di Indonesia ini dijelaskan oleh Halim dalam kutipan berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 37pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Perkotaan akan menjadi tempat yang sangat menyeramkan, disamping surga bagi sebahagian orang. Keberhasilan penduduk di perkotaan akan membuat hidup yang bermewah-mewah yang tidak wajar. Sedangkan kemiskinan yang akan menjadi satu pemandangan yang negatif bagi dunia luar dan meningkatkan potensi kriminalitas di perkotaan karena tuntutan hidup.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kehidupan masyarakat kota yang majemuk khususnya dalam kehidupan masyarakat Jakarta tercermin dalam kehidupan masyarakatnya yang beragam. Kemajemukan itu menghasilkan dampak-dampat antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Timbulnya kesenjangan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;Sangat memungkinkan timbulnya permusuhan antar kelompok masyarakat&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terjadinya kompetisi di antara masyarakat&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatnya angka kejahatan &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setiap orang cenderung individualistis.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masyarakat cenderung menerima perubahan yang terjadi di lingkungan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam kehidupan masyarakat kota yang majemuk, sering kali timbul kesenjangan dalam berbagai aspek. Kesenjangan tersebut terjadi karena berbagai perbedaan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Perbedaan tatanan kehidupan masyarakat kota Jakarta dapat dilihat dalam bidang kehidupan berikut ini: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam bidang perekonomian masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Di antara masyarakat kota Jakarta terdapat orang-orang yang mempunyai tingkat perekonomian yang sangat mapan, dan di antaranya juga hidup orang-orang yang tingkat perekonomiannya sangat memprihatinkan. Bagi anggota masyarakat yang tingkat perekonomiannya lebih baik memberikan banyak kemudahan untuk memperoleh apa saja yang dikehendakinya, sedangkan bagi anggota masyarakat yang tingkat perekonomiannya rendah, keinginan untuk dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari pun menjadi satu masalah besar. Mereka yang hidup dalam kemiskinan menjadi orang yang tersisihkan dari komunitas dimana ia tinggal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;Dalam Aktivitas sehari hari.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ditinjau dari sisi aktivitas masyarakatnya, di kota Jakarta terdapat anggota masyarakat dengan aktivitas yang sangat beragam. Aktivitas tersebut dapat dikategorikan dalam tiga kelompok, yaitu sangat sibuk, sibuk, dan santai. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Di antara masyarakat kota Jakarta, dapat ditemukan orang berpendidikan dan orang-orang yang tidak berpendidikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Widyosiswoyo mengemukakan: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 37pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Penduduk di perkotaan berasal dari daerah yang bermacam-macam, mereka satu dengan yang lain merasa bukan bersaudara, sehingga mudah terjadi permusuhan. Itulah yang antara lain mendorong penduduk yang berasal dari daerah yang sama bertempat tinggal di lingkungan yang sama, sehingga di Jakarta misalnya terjadi Kampung Melayu, Kampung Ambon, Kampung Jawa, dan sebagainya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 28pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Sifat kesukuan merupakan sifat dasar dari masyarakat Indonesia. Sifat ini dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat, sekalipun telah hidup di perkotaan ikatan kesukuan masih kuat. Apabila ada anggota masyarakat dari satu suku diperlakukan dengan tidak adil oleh suku lain, sering sekali membuat orang dari suku yang menerima perlakuan tidak adil tersebut mencoba ikut membela. Tindakan-tindakan seperti ini sering kali menyebabkan timbulnya permusuhan antar suku. Contohnya: peperangan antara suku Batak dengan suku Ambon sering terjadi di daerah Universitas Kristen Indonesia dan Cililitan. Makmur menyoroti masalah ini sebagai satu masalah lebih luas lagi cakupannya yaitu masalah "SARA." &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam kehidupan masyarakat kota yang semakin majemuk terdapat berbagai aktivitas yang tidak dibatasi oleh waktu. Masyarakat cenderung menjadi budak materi. Nilai hidup seseorang dipengaruhi oleh banyaknya uang yang dimilikinya. Keadaan ini menghasilkan satu semangat kompetisi yang destruktif.  Widyosiswoyo, mengemukakan: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 28pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Persaingan dalam kehidupan kotalah yang justru dapat mendorong kota jauh lebih cepat berkembang. Manusia kota ditantang dengan macam-macam soal kebutuhan, maka mereka berusaha lebih keras demi kejayaannya (&lt;b&gt;&lt;i&gt;survive &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;atau bertahan) dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kebutuhan hidup di kota memaksa setiap angota masyarakatnya untuk berjuang dengan sekuat tenaga dan kemampuannya. Wongso mengemukakan "mereka sudah kehilangan perasaan santai, khawatir tidak menepati waktu atau janji, pikiran mereka selalu tegang dan tidak dapat rileks. Bertambahnya jumlah penduduk kota  Jakarta menyebabkan kebutuhan akan sandang, pangan dan papan semakin meningkat. Sesuai dengan prinsip ekonomi, dimana semakin bertambah permintaan barang, maka semakin tinggilah nilai atau harga dari barang. Tanpa adanya usaha yang keras untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari harga-harga kebutuhan pokok tersebut, akan sulit untuk menjalani kehidupan di kota.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Semangat kompetisi di antara masyarakat kota sering kali direalisasikan dengan cara-cara yang negatif. Kelompok masyarakat yang memilih jalur ini biasanya lebih cenderung melakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Sebagai contoh, karena kurangnya persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk masuk ke satu instansi tertentu, ada orang yang lebih memilih untuk menempuh cara-cara yang tidak benar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tingginya kompetisi di antara anggota masyarakat memaksa beberapa orang dari mereka mulai melupakan nilai-nilai moral yang selama ini diagung-agungkan oleh nenek moyang bangsa ini. Moralitas yang menjadi standar perilaku interaksi antar manusia dijungkir balikkan oleh keinginan untuk menang dalam kompetisi. Kuatnya keinginan tersebut, memaksa orang-orang tertentu untuk mengkomersialkan bagian-bagian tubuhnya demi untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Anis K. Al-Syari; staf Ahli Poros Tiga &lt;b&gt;&lt;i&gt;Institute Culture&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dalam satu artikel berjudul "Pornoisme dan Masyarakat Anestesi" mencatat:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 37pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Seorang gadis cantik yang kuliah di sebuah kota metropolis dengan sangat berani melakukan perubahan cepat pada penampilannya. ... wajah boleh bahenol, tetapi jika berpakaian sangat kampungan mungkin akan kelihatan tidak menarik. Jika tidak mengkonstruk dirinya dengan pakaian yang sedikit mempertontonkan keperempuanannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 28pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Menayang, ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI dan Sabaroeddin, dosen FISIP UI, mengupas satu fenomena  kehidupan orang-orang muda berduit di kota Jakarta. Dalam artikel tersebut dicatat "orang-orang muda berduit memanfaatkan wanita-wanita muda yang bekerja sebagai pemuas nafsu di kafe dan klub-klub yang tersebar luas di kota Jakarta ini." Kedua catatan ini membuktikan semakin kurangnya keinginan beberapa bagian dari komponen masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai moral yang telah ditetapkan oleh para leluhurnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kemajemukan kehidupan masyarakat di kota Jakarta juga menimbulkan dampak meningkatnya angka kejahatan. Di tengah kesibukan anggota masyarakat, masalah kejahatan bukanlah suatu hal yang asing. Di kota ini terdapat berbagai bentuk kejahatan, antara lain: perampokan, pencurian, penodongan, penjualan obat-obatan terlarang, pemerkosaan, pembunuhan, penipuan dan banyak lagi bentuk-bentuk kejahatan lainnya. Meningkatnya angka kejahatan tersebut menyebabkan lingkungan hidup yang kurang aman. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kurangnya rasa aman dalam kehidupan masyarakat menghasilkan perasaan saling mencurigai di antara anggota masyarakat itu sendiri. Apabila ada seseorang yang kurang dikenal atau belum pernah dikenal sebelumnya, masyarakat lebih memilih untuk menutup diri terhadap orang tersebut. Kurangnya rasa aman di kota Jakarta sudah bukan satu rahasia lagi. Hal ini dapat dibuktikan dari maraknya pemberitaan yang  disampaikan melalui media elektronik dan maupun media cetak. Sebagian besar berita yang disampaikan oleh media-media informasi tersebut berisi berita antara lain: penculikan terhadap orang-orang tertentu, perampokan, pencurian, pembunuhan, penjualan obat-obatan terlarang, pemerasan, penipuan dalam berbagai cara, dan banyak lagi bentuk-bentuk yang membuat kehidupan di kota Jakarta menjadi kurang aman.   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Di tengah kehidupan masyarakat kota Jakarta yang majemuk, kita juga akan menemukan kurangnya rasa keperdulian terhadap sesama manusia. Sebahagian besar masyarakat di kota Jakarta merupakan orang yang individualis. Meningkatnya sifat ini disebabkan antara lain beratnya tuntutan kehidupan sehingga setiap orang harus berjuang demi kelangsungan hidupnya sendiri. Sifat ini juga karena faktor kurangnya rasa aman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kehidupan di kota Jakarta yang selalu berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Terkadang situasi dapat menjadi sangat memaksa untuk mengikuti perubahan tersebut. Banyak orang yang datang dari pedesaan tidak dapat mempertahankan pola pikirnya yang asli dan dengan terpaksa atau dengan suka rela mengadaptasi pola pikir dan pola hidup di kota. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-1543311610521640074?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/1543311610521640074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=1543311610521640074' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/1543311610521640074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/1543311610521640074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2012/02/bab-iii-kehidupan-masyarakat-yang.html' title='BAB III MASYARAKAT YANG PLURAL'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-3754492506414100753</id><published>2011-12-21T01:55:00.001-08:00</published><updated>2012-02-13T18:53:14.755-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanggung Jawab'/><title type='text'>BAB II PENGINJILAN, SALAH SATU TUGAS ESENSIAL GEREJA</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Istilah "penginjilan" sudah menjadi satu istilah yang umum, dan erat hubungannya dengan kehidupan gereja di sepanjang zaman. Dalam konteks masa kini, beberapa gereja lokal menanggapi penginjilan sebagai satu tugas yang dapat  dilakukan melalui bersaksi kepada orang-orang yang ditemuinya. Beberapa gereja lokal lainnya menanggapi penginjilan sebagai satu tugas dari anggota-anggota tertentu saja, dan beberapa gereja lokal berpendapat bahwa penginjilan merupakan tugas dari gereja lokal lainnya, sedangkan gereja lokal tersebut bertugas untuk mendewasakan orang-orang yang datang kepadanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Menurut Kamus Besar  Bahasa Indonesia kata "tugas" didefinisikan sebagai: (- kewajiban), sesuatu yang wajib dikerjakan atau yang ditentukan untuk dilakukan; suruhan (perintah) untuk melakukan sesuatu; fungsi (jabatan), sedangkan kata "esensial" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan:  perlu sekali; penting; hakiki; harus ada. Dari pengertian  kata "tugas" dan kata "esensial" tersebut, maka penginjilan sebagai salah satu tugas esensial gereja adalah satu kewajiban, atau sesuatu yang wajib dikerjakan, dan yang ditentukan untuk dilakukan oleh gereja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Ditinjau dari definisi di atas, menurut hemat penulis tugas penginjilan sering kali tidak dilakukan dengan semestinya. Oleh karena itu, perlu diadakan penyelidikan terhadap beberapa topik utama di sekitar penginjilan sehingga dapat membuka wawasan berpikir tentang kepentingan dari tugas tersebut. Topik yang penulis &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Pengertian Penginjilan secara etimologis?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Penginjilan itu inisiatif siapa dan mengapa ia mengadakannya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Siapa yang mengamanatkan tugas ini kepada gereja?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Bagaimana posisi dari tugas penginjilan di antara  tugas gereja yang lainnya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Korelasi antara penginjilan dengan pertumbuhan gereja?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Siapa yang menjadi sasaran dari penginjilan ditinjau dari amanat yang diberikan kepada gereja?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Harapan penulis dengan adanya pemahaman terhadap keenam topik tersebut di atas akan memotivasi gereja dalam mencari solusi untuk mengefektifkan penginjilan di lingkungan yang telah dipercayakan Tuhan kepadanya.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Pengertian Penginjilan Secara Etimologis&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Dalam Alkitab, baik dalam kitab-kitab Perjanjian Baru mau pun dalam kitab-kitab Perjanjian Lama, kata "penginjilan" tidak ditemukan secara hurufiah. Pada hakikatnya kata ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu "&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;ύ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;aggeli&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;ξω&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" dibaca "&lt;b&gt;&lt;i&gt;evanggeliso&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" artinya:  "mengumumkan, memberitakan, atau membawa kabar baik,&lt;sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;/sup&gt; dan "memproklamasikan Injil atau menjadi pembawa kabar baik di dalam Yesus"&lt;sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Dalam konteks aslinya kata "&lt;b&gt;&lt;i&gt;evanggeliso&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" merupakan  satu istilah yang dipakai dalam kemiliteran Yunani. Kata ini memiliki arti "upah yang diberikan kepada pembawa berita kemenangan dari medan tempur,  dan atau berita kemenangan itu sendiri."&lt;sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;/sup&gt; Kemudian orang Kristen menggunakan kata "&lt;b&gt;&lt;i&gt;evanggeliso&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" untuk &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;menjelaskan "berita" tentang pengorbanan dan atau karya Yesus Kristus.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Kata &lt;b&gt;"&lt;i&gt;evanggeliso&lt;/i&gt;" &lt;/b&gt;sinonim dengan kata "&lt;b&gt;&lt;i&gt;κερισσω&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" dibaca &lt;b&gt;"&lt;i&gt;kerysso&lt;/i&gt;." &lt;/b&gt;Kata ini pada mulanya adalah satu istilah yang dipakai untuk seorang utusan resmi (utusan itu disebut "&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kerux&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;") yang menyampaikan pengumuman dari raja. Kata ini dalam bahasa Yunani memiliki arti mengumumkan sebagai seorang bentara, atau memproklamasikan kabar baik. Pengumuman tersebut pada hakikatnya sangat penting, sehingga tidak dapat dibantah atau ditunda.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Kitab Perjanjian Lama menggunakan kata yang paralel dengan "&lt;i&gt;&lt;b&gt;kerysso&lt;/b&gt;" yaitu "&lt;b&gt;qầrầ,&lt;/b&gt;"yang &lt;/i&gt;artinya "berseru." Dalam kitab Septuaginta (LXX) kata "&lt;i&gt;&lt;b&gt;kerysso&lt;/b&gt;" &lt;/i&gt;dipakai lebih dari 30 kali, baik dalam arti sekular tentang pengumuman resmi raja-raja, maupun dalam arti agamawi tentang pengucapan kenabian (Yes 61:1; Yoel 1:14; Zak 9:9). Sedangkan dalam kitab-kitab Perjanjian Baru kata &lt;i&gt;"&lt;b&gt;kerysso&lt;/b&gt;"&lt;/i&gt; dipakai sebanyak 60 kali. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Dalam kitab-kitab Perjanjian Baru digunakan kata lain yang berhubungan dengan penginjilan seperti kata "&lt;b&gt;&lt;i&gt;διδασχω&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" dibaca "&lt;b&gt;&lt;i&gt;didasko&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" artinya mengajar, atau mengajarkan. Tuhan Yesus sering menggunakan penginjilan dengan cara ini, contoh penggunaannya dicatat dalam Matius 10: 7-15; 4: 23; 7: 28; 9:35; Markus 1:21; 6:6; Lukas 10: 4-12. Kata kedua yaitu: "&lt;b&gt;&lt;i&gt;μαρτυρεω&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" dibaca "&lt;b&gt;&lt;i&gt;martureo&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" artinya bersaksi, atau menyampaikan kesaksian berdasarkan apa yang dialami. Penginjilan dengan cara ini juga dipakai oleh para rasul (Kis 2: 40). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Setelah menyelidiki arti kata "penginjilan" secara etimologis, maka "penginjilan" adalah: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Satu tugas untuk mengumumkan atau memberitakan kabar baik, dan atau kabar keselamatan di dalam Yesus Kristus. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Dilakukan dengan cara menyerukannya seperti seorang utusan raja yang sedang mengumumkan satu dekrit, yaitu dengan suara yang keras dan tegas, dan dapat juga dilakukan dengan mengajar seperti kepada seorang murid, dan dengan bersaksi berdasarkan apa yang dialami oleh pemberita Injil tersebut. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tugas penginjilan tidak dapat dibantah dan atau dilalaikan karena berita itu menyangkut keselamatan jiwa banyak orang yang dikasihi oleh pemberi perintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Penginjilan, Inisiatif dan Bukti Kasih Allah Kepada Manusia&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Penginjilan sebagai salah satu tugas esensial gereja perlu dilihat dari sisi inisiator dan motifasi yang mendorong inisiator untuk melakukannya. Alkitab, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mencatat bukti-bukti penting tentang inisiator dan motifasi yang mendorongnya untuk mengadakan penginjilan. Perhatikanlah fakta-fakta berikut ini yang tertera pada tabel di bawah ini. Alkitab mencatat dengan sangat jelas tentang sikap Allah terhadap manusia sebelum dan sesudah kejatuhannya ke dalam dosa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 5pt;"&gt;&lt;table border="0" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col style="width: 277px;"&gt;&lt;/col&gt;&lt;col style="width: 272px;"&gt;&lt;/col&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;tbody valign="top"&gt;&lt;tr style="height: 22px;"&gt;&lt;td style="border-bottom: solid 0.5pt; border-left: solid 0.5pt; border-right: solid 0.5pt; border-top: solid 0.5pt; padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Sebelum Manusia Jatuh dalam Dosa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-bottom: solid 0.5pt; border-left: none; border-right: solid 0.5pt; border-top: solid 0.5pt; padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Sesudah Jatuh dalam Dosa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-bottom: solid 0.5pt; border-left: solid 0.5pt; border-right: solid 0.5pt; border-top: none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Hubungan Antara Manusia Dengan Allah Sangat Intim.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt; Bukti-buktinya:&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Allah memberi perintah langsung kepada manusia untuk beranakcucu, serta memenuhi bumi, dan menaklukkan bumi (Kej. 1: 28),&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Allah menjelaskan jenis makanan yang layak untuk manusia (Kej. 1: 29),&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Allah memberikan otoritas serta kepercayaan kepada manusia untuk mengusahakan taman Eden (Kej. 2:15),&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Allah memberikan perintah larangan kepada manusia dan menjelaskan akibat yang akan dialaminya apabila tidak mematuhinya ( Kej. 2: 17),&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tuhan membuat manusia berbeda dengan mahluk ciptaan-Nya yang lainnya (Kej. 2: 9, 18-22).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Manusia menerima sesamanya dengan penuh penghargaan (Kej 2: 23-24)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Allah merupakan sumber kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt; Bukti-buktinya :&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tuhan Allah menyediakan segala kebutuhan jasmaniah manusia (Kej 2: 8-9),&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tuhan Allah menyediakan kebutuhan jiwa manusia (Kej 2: 18-22).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-bottom: solid 0.5pt; border-left: none; border-right: solid 0.5pt; border-top: none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Keintiman Hubungan Itu Terputus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Bukti-buktinya :&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Manusia berusaha menarik diri dari perjumpaan dengan Allah dengan bersembunyi di antara pohon-pohonan dalam taman (Kej. 3: 8),&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Manusia &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;takut&lt;/span&gt; bertemu dengan Allah (Kej. 3: 9-10),&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Manusia tidak menerima sesamanya seperti pada waktu Allah menciptakannya, manusia cenderung menyalahkan  sesamanya, dan benda-benda lain di luar dirinya ( Kej. 3: 12),&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Perempuan akan mengalami sakit pada bersalin (Kej. 3: 16),&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Manusia harus bersusah payah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya selama di muka bumi ini (Kej. 3: 17),&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Allah tetap campur tangan dalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Bukti-buktinya :&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Allah membuat satu ketetapan tentang akan adanya penyelamatan di masa depan (Kej 3: 15),&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tuhan menjelaskan akibat yang harus dialami oleh manusia (Kej 3: 17-19),&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tuhan Berinisiatif menutupi ketelanjangan manusia (Kej 3: 21).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tabel 1. Perbandingan Sebelum dan sesudah manusia jatuh dalam dosa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Pada tabel di atas, satu bukti menyatakan bahwa setelah jatuh ke dalam dosa, "mereka &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;takut&lt;/span&gt; bertemu dengan Allah" (Kejadian 3:8). Pada waktu Adam dan Hawa mendengar langkah kaki Allah, Adam dan Hawa lebih memilih bersembunyi  dari hadapan Allah karena takut bertemu dengan-Nya. Chales dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Wycliffe Commentary&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  memberikan pendapat tentang kata "takut" sebagai satu keadaan takut disertai dengan perasaan terteror. Tomatala menegaskan, perasaan takut dan terteror itu  terjadi karena Adam diperhadapkan kepada hukuman  kematian terhadap kebenaran (Kejadian 2: 17; 1 Petrus 2: 24) dan hidup untuk dosa sebagai akibat dari ketidak-taatannya. Dalam keadaan itu, Allah tidak mendekati mereka dalam guntur atau  dengan panggilan yang kasar.  Dalam kasus tersebut, posisi Adam secara yuridis (kata "yuridis" artinya menurut hukum; secara hukum) terbukti melanggar perintah Allah. Pada waktu Adam mengetahui dirinya telah bersalah karena gagal mentaati perintah Allah (Kejadian 2: 16,17), Adam  beserta isterinya berusaha untuk bersembunyi dari Allah. Dalam kasus tersebut, Allah-lah yang berinisiatif untuk menemukan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan catatan kitab Kejadian, penulis menemukan beberapa kebenaran berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tindakan Allah untuk menemukan mereka tidak berhenti pada batas mencari, dan menemukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Alkitab tidak mencatat bukti yang menyatakan Allah meninggalkan mereka dalam keadaan terteror. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Alkitab juga tidak mencatat bahwa Tuhan Allah membuat alternatif lain seperti membinasakan mereka lalu menciptakan manusia yang baru dan yang taat secara mutlak kepada-Nya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Alkitab memberikan bukti yang bertolak belakang dengan pelanggaran Adam dan Hawa. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Dalam kondisi demikian pun Allah memberikan janji penyelamatan kepada Hawa. Inilah pertama kalinya Allah menyampaikan janji penyelamatan kepada manusia (Kejadian 3:15). Janji penyelamatan ini disebut "&lt;b&gt;&lt;i&gt;Protoevangelium&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;."  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Untuk memahami pentingnya janji penyelamatan itu bagi manusia, marilah melihat pandangan Allah menurut Alkitab tentang keberadaan dosa dan manusia berdosa. Setelah manusia berdosa, ia menjadi manusia yang bersifat daging (Ibrani "&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;בּשׂר&lt;/span&gt;" dibaca &lt;b&gt;&lt;i&gt;"ba&lt;span style="font-family: TITUS Cyberbit Basic;"&gt;̂&lt;/span&gt;sa&lt;span style="font-family: TITUS Cyberbit Basic;"&gt;̂&lt;/span&gt;r" &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;artinya benar-benar daging sama seperti daging binatang), lemah dan berdosa (Kejadian 6:3), dan keberadaannya itu memilukan hati Allah (Kejadian 6:7). Pandangan Allah dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru  tentang dosa dan manusia berdosa tidak berubah. Perhatikanlah tabel berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 5pt;"&gt;&lt;table border="0" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col style="width: 277px;"&gt;&lt;/col&gt;&lt;col style="width: 272px;"&gt;&lt;/col&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;tbody valign="top"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-bottom: double 0.5pt; border-left: solid 0.5pt; border-right: solid 0.5pt; border-top: solid 0.5pt; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Perjanjian Lama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-bottom: double 0.5pt; border-left: none; border-right: solid 0.5pt; border-top: solid 0.5pt; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Perjanjian Baru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 142px;"&gt;&lt;td style="border-bottom: solid 0.5pt; border-left: solid 0.5pt; border-right: solid 0.5pt; border-top: none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Kejadian 6 :5-6&lt;/b&gt;: "Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa &lt;b&gt;kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan&lt;/b&gt;, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia dibumi, &lt;b&gt;dan hal itu memilukan hati-Nya&lt;/b&gt;."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-bottom: solid 0.5pt; border-left: none; border-right: solid 0.5pt; border-top: none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Roma 3:10-18&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;: &lt;/b&gt;"Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. ...&lt;b&gt;rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu&lt;/b&gt;."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Roma 3: 23&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;:&lt;/b&gt; "Karena semua orang telah &lt;b&gt;berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah&lt;/b&gt;" &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 79px;"&gt;&lt;td style="border-bottom: solid 0.5pt; border-left: solid 0.5pt; border-right: solid 0.5pt; border-top: none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Kejadian 6: &lt;/b&gt;"Berfirmanlah TUHAN, '&lt;b&gt;Aku akan menghapuskan manusia&lt;/b&gt; yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi,... sebab Aku menyesal,..." &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-bottom: solid 0.5pt; border-left: none; border-right: solid 0.5pt; border-top: none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Roma&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6: 23: "&lt;/b&gt;Sebab &lt;b&gt;upah dosa ialah maut&lt;/b&gt;...."&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tabel 2. Keberadaan Manusia Berdosa di Hadapan Allah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berdasarkan pada tabel 2 di atas, &lt;/span&gt;nyatalah bagaimana Allah memandang dan mengambil sikap terhadap dosa dan manusia berdosa. Alkitab mencatat "Allah merencanakan untuk menghapuskannya"  dan atau memberikan "maut" sebagai upahnya. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata "maut" didefinisikan dengan &lt;span style="color: black;"&gt;kematian atau membawa kepada kematian. Definisi ini lebih mengarah kepada kematian fisik. Morris menegaskan bahwa kata "maut" memiliki arti lebih dari sekedar kematian fisik, tetapi kematian yang bersifat eskatologis (Yudas 12; Wahyu 2:11) artinya manusia berhadapan dengan kematian yang kekal. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Ketidak-taatan manusia menyebabkan Allah menyesal dan berikhtiar untuk membinasakan manusia beserta seluruh mahluk yang ada di muka bumi dan Tuhan Allah melakukannya, tetapi di sisi lain Allah memberikan  kasih karunia kepada Nuh &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;beserta keluarganya (Kejadian 6: 5-8), dan juga kepada semua bangsa. Puncak dari perwujudan kasih itu dinyatakan di dalam diri Yesus Kristus. Berikut ini laporan dari kitab-kitab Perjanjian Baru tentang misi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Dalam kitab Yesaya diberitakan bahwa Allah menjanjikan seorang penyelamat bagi Israel dan bangsa-bangsa lain juga (Yesaya 9:5; 45: 20-22), janji ini mengacu pada Yesus. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Dalam kitab-kitab Injil Sinoptik dijelaskan: Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Matius 18:11; Lukas 19:10). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Injil Yohanes menyatakan: kehadiran Yesus di dunia ini merupakan bukti nyata dari kasih Allah kepada manusia. Ia datang dengan misi kasih, tetapi Allah menuntut satu syarat agar manusia dapat menerima keselamatan tersebut, yaitu dengan mempercayai-Nya (Yohanes 3:16). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Kitab Kisah Para Rasul menekankan pemberitaan Petrus tentang Yesus yang telah diutus oleh Allah Bapa. Yesus disebut sebagai satu-satunya jalan keselamatan, dan tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya manusia dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul 4:12). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Menurut &lt;/span&gt;Walter,&lt;span style="color: black;"&gt; Allah dalam kasih yang kudus berprakarsa memikirkan dan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;melaksanakan "karya Penyelamatan" yang diwujudkan dalam diri Yesus Kristus. Menurut Abraham apapun penginjilan itu dimulai di dalam hidup, kematian, dan kebangkitan Yesus dari Nazaret. Poros dari keselamatan itu adalah Salib Kristus (Roma 1:16; 1 Korintus 1:18). Dalam hal ini para teolog Biblika sepakat bahwa dalam Kristus-lah Allah melaksanakan tindakan penyelamatan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt; text-decoration: underline;"&gt;Penginjilan Dan Korelasinya Dengan Amanat Agung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Penginjilan sebagai salah satu tugas esensial gereja pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dari Amanat Agung, yaitu amanat yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum Ia terangkat ke sorga. Amanat tersebut dicatat oleh Matius, Markus, dan Lukas sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman"  (Matius 28:18-20).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Lalu Ia (Yesus) berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk, siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya; mereka akan mengusir setan-setan dalam nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh" (Markus 16: 15-18).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan aku akan mengirim kepada kamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;dari tempat yang tinggi" (Lukas 24:46-49). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Menzies, Horton, Tomatala, serta Autrey berpendapat bahwa tugas inti dari Amanat Agung adalah pergi kepada segala bangsa, kemudian menjadikan orang-orang berdosa menjadi murid Kristus yang taat  untuk melakukan segala sesuatu yang Tuhan perintahkan.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Pada topik "Penginjilan, inisiatif dan bukti kasih Allah," penulis mengutip pernyataan Yesus tentang misi utama-Nya datang ke dunia ini. Menurut penulis jika pernyataan misi ini dihubungkan dengan Amanat Agung, maka pernyataan tersebut dapat disebut sebagai tujuannya, yaitu agar tidak seorang pun yang terhilang. Dalam korelasinya dengan gereja  sebagai penerima dan pelaksana amanat itu, maka pernyataan misi tersebut hanya akan terwujud jika gereja melakukan tugas penginjilan dengan taat sehingga orang-orang yang masih hidup dalam dosa memperoleh kesempatan untuk mendengarkan Injil keselamatan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Stott menyatakan misi tersebut merupakan tugas gereja yang adalah ekklesianya Tuhan Yesus (kata "&lt;b&gt;&lt;i&gt;ekklesia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" berasal dari bahasa Yunani, artinya "yang dipanggil keluar dari dunia ini, untuk menjadi milik-Nya, dan berada sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh ada dan terpisah, semata-mata hanya karena panggilannya").  Gereja dipanggil keluar dari dunia ini oleh Allah, dikuduskan-Nya,  kemudian mengutusnya kembali ke dalam dunia dengan satu amanat untuk memberitakan Injil kepadanya.  Berdasarkan  arti dari kata "&lt;b&gt;&lt;i&gt;ekklesia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;," maka gereja seharusnya dipahami dengan dua arti yaitu sebagai gereja yang universal yang artinya kumpulan dari semua orang yang percaya di seluruh dunia, dan gereja dalam arti kumpulan orang-orang yang percaya di satu lokasi tertentu atau disebut sebagai gereja lokal atau kumpulan orang-orang percaya yang berkumpul di satu tempat atau lokasi tertentu, jadi bukan gereja dalam arti gedungnya, dan atau denominasi. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan penjelasan di atas, Amanat Agung adalah merupakan landasan gereja untuk melaksanakan tugas penginjilan, karena di dalamnya  terkandung wujud kasih dan kerinduan Allah kepada umat manusia, yaitu agar tidak seorang pun yang terhilang dan binasa. Perhatikanlah perintah-perintah berikut ini: "Pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku" (Matius 28: 19), dan "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk (Markus 16:16)." Dalam perintah tersebut, Tuhan Yesus tidak membatasi wilayah kerja gereja hanya dalam satu wilayah tertentu, atau hanya kepada suku tertentu, dan  atau kepada orang-orang tertentu saja. Perintah tersebut tersebut  memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu kepada semua mahluk yang ada di muka bumi ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Pada masa kini pun seharusnya gereja melaksanakan penginjilan berdasarkan strategi yang telah ditetapkan oleh Tuhan Yesus, yaitu penginjilan dimulai dari daerah yang terdekat dahulu, kemudian ke daerah-daerah di sekitarnya dan terakhir ke daerah yang lebih jauh lagi yaitu bangsa-bangsa lain yang belum pernah mendengarkan berita Injil. Di sisi yang lain, Tuhan Yesus juga memerintahkan jikalau berita Injil keselamatan itu ditolak di satu daerah, sebaiknya gereja  meninggalkan mereka, dan memberitakannya kepada orang lain yang belum pernah mendengarkan Injil itu (Lukas 10: 1-11). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Amanat Agung memberikan beberapa rambu-rambu kepada gereja pada waktu melakukan tugas penginjilan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gereja harus aktif, bukan reaktif. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Yesus berkata "pergi" dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti berjalan atau bergerak maju. Jadi gereja harus bergerak maju untuk memproklamasikan Injil kepada dunia ini (Matius 28:16). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gereja jangan berhenti pada satu suku tertentu, atau kepada satu kelompok tertentu, tetapi gereja harus membuka mata melihat  semua suku bangsa  yang belum terjangkau. Gereja harus melihat semua lapisan masyarakat dunia ini yang belum mendengarkan Injil Kristus dan kemudian memberitakan Injil kepada mereka (Markus 16:16).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gereja harus memberitakan tentang pertobatan dan pengampunan dosa hanya dalam nama Tuhan Yesus (Lukas 24:47).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gereja harus memuridkan setiap orang yang telah percaya dan mendidik mereka menjadi murid yang taat kepada segala perintah Tuhan Yesus (Matius 28:19,20).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gereja jangan berhenti pada batas membuat orang menjadi percaya, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam persekutuan orang-orang percaya melalui baptisan  (Mat 28:19; Mark 16:16).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan Amanat Agung, Tuhan Yesus memberikan jaminan kepada gereja dalam melaksanakan tugas penginjilan sebagai berikut ini, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gereja tidak bekerja sendiri. Yesus sebagai pemberi amanat tetap menyertai gereja-Nya (Matius 28:20).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Setelah gereja melakukan tugas penginjilan pasti ada yang menerima Injil, mereka yang menerima (yang mempercayai berita Injil tersebut) dan dibaptis pasti diselamatkan (Markus 16:16).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tuhan Yesus akan mengirimkan Roh Kudus kepada gereja-Nya yang mengasihi-Nya dan yang rindu untuk melakukan tugas penginjilan (Lukas 24:49).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Ada tanda-tanda yang akan menyertai gereja pada waktu melaksanakan penginjilan. Gereja mempunyai kuasa untuk mengusir setan dalam nama Yesus, gereja berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, gereja mempunyai kuasa untuk memegang ular, dan sekali pun minum racun maut tidak akan mendapat celaka, gereja meletakkan tangan atas orang sakit dan orang tersebut menjadi sembuh (Markus 16:17-19). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Dalam menjalankan tugas penginjilan, gereja tidak dapat meniadakan Amanat Agung.  Menurut penulis, apabila Amanat ini tidak ditaati sepenuhnya, penginjilan hanyalah merupakan program semata, dan gereja penuh dengan orang yang tidak memahami arti hidup menjadi orang percaya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Penginjilan, Salah Satu Tugas Gereja Di Antara Tugas-tugasnya Yang Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Sejarah gereja memang mencatat bahwa gereja ada karena penginjilan. Ini dapat dibuktikan dari catatan-catatan yang terdapat dalam kitab Perjanjian Baru khususnya kitab Kisah Para Rasul. Berikut ini bukti-bukti penginjilan yang dicatat oleh kitab Kisah Para Rasul:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Dalam dunia Perjanjian Baru, dicatat bahwa  sejarah kelahiran gereja dimulai setelah peristiwa pencurahan Roh Kudus yang terjadi pada hari Pentakosta. Setelah peristiwa tersebut Petrus menyerukan berita Injil kepada orang-orang Yahudi yang sedang berkumpul di Yerusalem sehubungan dengan hari raya Pentakosta. Penginjilan pertama ini menghasilkan sebanyak 3000 orang percaya dan memberi diri mereka dibaptiskan sesuai dengan perintah Tuhan Yesus. (Kisah Para Rasul  2: 41).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Petrus dan Yohanes berbicara kepada orang banyak, imam-imam dan kepala pengawal bait Allah serta orang-orang Saduki. Dari antara mereka yang mendengarkan ajaran itu menjadi percaya. Anggota gereja bertambah menjadi &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;kira-kira 5000 orang laki-laki, belum termasuk anak-anak dan wanita (Kis 4: 1-4).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Pada waktu yang lain Tuhan mengutus Petrus untuk penginjilan kepada orang bukan Yahudi yaitu kepada Kornelius dan keluarganya. Penginjilan kepada keluarga non Yahudi ini memenghasilkan orang percaya baru yaitu Kornelius dan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;seluruh isi rumahnya. (Kis 11). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Rasul Paulus serta teman-temannya penginjilan ke daerah-daerah di luar Yerusalem. Alkitab mencatat beberapa nama dari jemaat di luar Yerusalem hasil penginjilan tersebut, antara lain: jemaat di Ikonium Listra (Kis 13: 43, 48); jemaat di Antiokia (Kis 14:21), jemaat di Filipi (Kis 16:13,14), jemaat di Tesalonika yang terdiri dari orang-orang Yunani (Kis 17: 1-4). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Sejarah gereja sesudah dunia Perjanjian Baru juga memberikan bukti-bukti penting bagaimana peranan penginjilan dalam kehidupan gereja Tuhan sepanjang masa. Khususnya di Indonesia, gereja Tuhan di negeri ini dapat berdiri karena penginjilan yang dilakukan oleh para penginjil dari Eropa yang bernaung di &lt;b&gt;&lt;i&gt;Nederlands Zendeling Genootscap&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (N.Z.G.), antara lain di Maluku oleh Yosef Kam., di tanah Batak yaitu Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) pada tahun 1862 oleh Ingwer Ludwig Nomensen. Dengan demikian dapat disimpulkan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Penginjilan sebagai salah satu tugas esensial gereja mempunyai peranan penting dalam kehidupan gereja. Gereja Tuhan di seluruh belahan bumi ini mulai dari perkotaan sampai dengan ke pedalaman lahir karena penginjilan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Banyak jiwa menjadi percaya kepada Yesus Kristus serta menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadinya adalah karena penginjilan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Menjadi pertanyaan apakah gereja dapat berfungsi jikalau ia hanya melakukan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;tugas penginjilan saja, dan tidak melaksanakan tugas-tugas esensialnya yang lain? Selain penginjilan, apakah tugas-tugas esensial gereja yang lainnya? Menzies dan Horton  mengemukakan bahwa gereja mempunyai tiga tugas rangkap, yaitu: memberitakan Injil ke seluruh dunia, melayani Allah, membangun sekumpulan orang kudus (orang-orang percaya yang berdedikasi), mengasuh mereka yang percaya supaya mereka menjadi serupa dengan citra Kristus. Stott mengemukakan tugas pokok gereja ada tiga, yaitu: melayani (&lt;b&gt;&lt;i&gt;διαχονία&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;)  (pelayanan sosial), kesaksian Kristen (&lt;b&gt;&lt;i&gt;μαρτυρέω&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;), bersekutu (&lt;b&gt;&lt;i&gt;κοινωνία&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;).  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Ketiga tugas rangkap gereja tersebut tercermin dalam kehidupan jemaat mula-mula seperti yang dinyatakan oleh kitab Kisah Para Rasul. Secara kronologis kitab ini mencatat kehidupan gereja mula-mula itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Setelah peristiwa pencurahan Roh Kudus yaitu pada hari Pentakosta (Kis 2:1-4), diberitakan bahwa di sana sedang berkumpul juga orang-orang Yahudi yang datang dari daerah perantauan mereka (dari Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Firigia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, dan Roma) untuk merayakan hari Pentakosta (Kis 2:5-12). Pada awalnya orang-orang tersebut menyebutkan  bahwa murid-murid tersebut sedang mabuk anggur, mendengar tanggapan orang-orang tersebut, lalu Petrus berdiri untuk menyerukan berita keselamatan di dalam Yesus Kristus. Mendengar berita tersebut, bertobatlah kira-kira tiga ribu jiwa jumlahnya (Kis 2:14-41). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Orang-orang yang bertobat tersebut menjadi percaya dengan berita yang &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;disampaikan oleh Petrus tersebut lalu memberi diri mereka dibaptis. Kemudian mereka berkumpul dan bersekutu serta dengan tekun mendengarkan pengajaran para rasul (Kis 2: 42-47). Dalam kehidupan jemaat yang mula-mula ini suasana &lt;b&gt;&lt;i&gt;koinonia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;diakonia &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;di antara jemaat masih sangat baik. Lukas mencatat orang-orang percaya bertekun dalam pengajaran rasul-rasul (pemuridan), dalam persekutuan (&lt;i&gt;koinonia&lt;/i&gt;), dan selalu berkumpul untuk memecahkan roti (&lt;i&gt;diakonia&lt;/i&gt;). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Dalam Kisah Para Rasul 6: 1 dicatat tugas koinonia dan diakonia dalam jemaat kurang diperhatikan. Keadaan ini membuat kehidupan gereja mula-mula yang tadinya sangat harmonis menjadi sedikit bermasalah. Kurang berfungsinya salah satu tugas gereja pada waktu itu menyebabkan tugas-tugas yang lain juga menjadi terganggu. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Contoh kasus yang dicatat oleh Lukas dalam kitab Kisah Para Rasul menjelaskan  keadaan gereja pada waktu itu, dan juga sering dialami oleh gereja masa kini. Berdasarkan bukti tersebut, pada waktu ketiga tugasnya dijalankan dengan seimbang, kehidupan gereja tetap harmonis. Keharmonisan itu memberi dua dampak, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Orang-orang yang belum percaya di sekitar gereja menyukai kehidupan mereka, &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Banyak dari orang-orang yang belum percaya itu menjadi percaya dan mengikut jalan keselamatan (disebut juga sebagai ajaran jalan Tuhan). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Keadaan kehidupan gereja yang harmonis tersebut tidak dapat dipertahankan untuk waktu yang lama. Lukas mencatat bahwa pada waktu gereja mulai tidak menjaga keseimbangan di antara tugas- tugasnya, gereja masuk ke dalam kehidupan yang berbeda dengan keadaan sebelumnya (Luk 6: 1). Lukas mencatat, gereja kurang memperhatikan tugas diakonia. Akibatnya terjadilah perselisihan di antara jemaat Yahudi berbahasa Yunani dan jemaat Yahudi berbahasa Ibrani. Perhatikanlah gambar di bawah ini!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ONXFzksHJIQ/TznJCb6uEwI/AAAAAAAAADw/lILHrA4HAwc/s1600/Tugas+Gereja+okal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-ONXFzksHJIQ/TznJCb6uEwI/AAAAAAAAADw/lILHrA4HAwc/s1600/Tugas+Gereja+okal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gambar 1.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Diagram Tiga Tugas Gereja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Pada gambar 1 di atas, penulis menganalogikan tugas penginjilan, koinonia, dan diakonia sebagai dinding pagar yang melindungi gereja lokal. Apabila salah satu tugasnya ditiadakan, gereja kehilangan salah satu dinding pagar perlindungannya. Dengan demikian, gereja mudah diserang oleh berbagai masalah, baik dari luar gereja, dan juga tidak tertutup kemungkinan dari dalam gereja sendiri. Tanpa kesatuan dan keseimbangan di antara ketiga sisi pagar tersebut, kehidupan gereja menjadi kurang harmonis. Akibatnya, gereja kurang efektif untuk menjalankan fungsinya di tengah dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Penginjilan, Korelasinya Dengan Pertumbuhan Gereja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Hamilton berpendapat "kalau gereja ingin melihat gambaran pertumbuhan gereja, marilah kita melihat tugas khusus kita yaitu penginjilan." Kemudian Gerber menegaskan bahwa penginjilan haruslah dilaksanakan berdasarkan Amanat Agung. Mengapa? Perhatikanlah kutipan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 37pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Inti Amanat Agung ialah JADIKANLAH ... MURID, artinya membawa orang, baik pria maupun wanita, kepada Yesus Kristus, sehingga mereka beriman dan dengan sepenuh hati menyerahkan diri kepada Dia. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 37pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Ini merupakan proses yang terus menerus, proses yang mempersekutukan orang-orang yang beriman kepada Yesus Kristus, menjadikan mereka anggota-anggota gereja yang bertanggung jawab dan yang berbuah. Murid-murid ini pergi untuk menjadikan orang-orang lain murid Yesus Kristus, membaptiskan mereka, mengajar mereka serta menggabungkan mereka kepada gereja. Oleh karena itu, penginjilan yang tidak mempersekutukan petobat-petobat baru kepada gereja setempat tidak dapat dikatakan mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 37pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Pada hari Pentakosta gereja pertama yang terdiri dari 120 anggota bertambah 3.000 orang dalam satu hari. Orang-orang yang baru itu kemudian memasuki masyarakat kota di sekitar mereka dan disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan. Dalam proses penyelamatan yang terus menerus ini, gereja menjadi sasaran dan juga pelaksana dari penginjilan yang dinamis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 37pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Dalam Perjanjian Baru keefektifan penginjilan adalah suatu kualitas yang selalu diukur dengan kuantitas angka-angka yang tepat mengenai jumlah orang yang mengaku percaya (kuantitas) dicatat. Angka-angka ini didasarkan atas jumlah orang yang terus menjadi pengikut Kristus, yang dibaptiskan dan yang bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, bersekutu serta berkumpul untuk memecah-mecahkan roti dan berdoa (kualitas). Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati. Oleh karena itu dalam Perjanjian Baru pertumbuhan rohani sering dinyatakan secara kuantitas. Hal ini mungkin, karena kualitas dan kuantitas merupakan dua aspek dari satu fakta yang sama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Penginjilan yang dilaksanakan berdasarkan Amanat Agung tidak berhenti pada batas menjadikan seseorang menjadi anggota gereja lokal saja, tetapi juga bertanggung jawab untuk memuridkan orang tersebut sama seperti Yesus telah memuridkan kedua belas murid-Nya. Pemuridan bertujuan agar setiap orang memahami dengan benar mengapa Allah menyelamatkannya. Dengan satu harapan setelah mereka menjalani proses pemuridan, mereka menjadi seorang anggota gereja lokal yang bertanggung jawab untuk turut melaksanakan tugas penginjilan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Purnawan memberikan pendapat tentang korelasi antara penginjilan dan pertumbuhan gereja sebagai berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 37pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tidaklah berlebihan kalau saya tuliskan bahwa: penginjilan adalah motor bagi pertumbuhan gereja. Tanpa penginjilan gereja tidak lahir. Kisah Para Rasul melaporkan keyakinan ini, sejarah gereja mengulangnya dan akan terus terulang sampai Tuhan Yesus datang kembali untuk kedua kalinya dan menyempurnakan segalanya. Penginjilan memiliki peranan utama dalam pertumbuhan gereja. Pertumbuhan yang dihasilkannya itu adalah pertumbuhan yang sehat. Sehat karena pertumbuhan seperti itu adalah sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan menghendaki supaya jangan ada orang yang binasa, melainkan supaya semua orang bertobat (2 Petrus 3:9). Tanpa penginjilan gereja akan berhenti untuk bertumbuh, bahkan mungkin dengan segera mati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 37pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tanibemas menyebutkan penginjilan sebagai motor bagi pertumbuhan gereja.  Pernyataan ini dapat dibuktikan sebagai berikut ini: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Alkitab mengatakan usia manusia di muka bumi ini hanya sekitar tujuh puluh tahun, dan jika kuat delapan puluh tahun (Mazmur 90:10). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Belakangan ini para ahli memperkirakan bahwa usia manusia paling kuat 60 tahun. Kalau gereja tidak memanfaatkan waktu yang ada untuk memberitakan injil, seiring dengan perjalanan waktu beberapa anggota gereja lokal ada yang meninggal, maka pada akhirnya gereja mati sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Lamanya seseorang dapat bertahan hidup tidak dapat dihitung secara pasti. Dalam kehidupan manusia di muka bumi ini berlaku "hukum kesempatan dan kemungkinan," jadi kesempatan untuk memberitakan Injil adalah sekarang, bukan nanti dan atau beberapa waktu yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Hasil analisa di atas membuktikan bahwa jikalau gereja tidak melaksanakan tugas penginjilan, akibatnya penginjilan tidak dapat berfungsi sebagai motor bagi pertumbuhan gereja. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Penginjilan merupakan satu sarana yang dipakai Allah untuk membuktikan kepada dunia ini akan keberadaan gereja-Nya sebagai gereja yang dinamis, dan bukan statis (kata "dinamis" berasal dari bahasa Yunani yaitu "&lt;b&gt;&lt;i&gt;δύναμις&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" dibaca "&lt;b&gt;&lt;i&gt;dinamis&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" artinya kuasa, kekuatan yang besar, dan tenaga pendorong yang besar). Tuhan Yesus menghendaki agar gereja-Nya menjadi dinamis (bnd. Kis 1: 8). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Kedinamisan gereja dalam pertumbuhan sebagai hasil dari penginjilan dapat diukur dari keberhasilannya untuk mempertemukan orang-orang berdosa dengan Kristus." Kedinamisan gereja juga dapat diukur dari keberhasilannya untuk membimbing orang-orang untuk mengambil keputusan untuk menerima Yesus menjadi Juru selamatnya, kemudian membimbingnya menjadi orang Kristen yang efektif. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt; text-decoration: underline;"&gt;Penginjilan Dan Masyarakat Di Sekitar Gereja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Stott mengemukakan gereja sebagai ekklesia-Nya Allah, dipanggil Allah dari dunia ini menjadi milik-Nya untuk hidup kudus karena Dia adalah Allah yang kudus, dan hidup berpadanan dengan panggilannya. Panggilan itu tidak bertujuan agar gereja menarik diri keluar dari dunia kepada kehidupan pietisme. Tuhan tidak memanggil gereja, juga tidak memisahkan secara total dari masyarakat dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gereja dipanggil dari dunia, dan secara status disebut sebagai orang-orang kudus, berbeda, terpisah; umat yang dikuduskan bagi Allah, tetapi Tuhan tidak membuat gereja-Nya menjadi gereja yang eksklusif. Allah juga mengutus gereja ke dalam dunia untuk menyaksikan Kabar baik kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Robert dan Evelyn dalam buku dengan judul "Menyampaikan Kabar Baik" memberikan gambaran tentang jiwa-jiwa di sekitar kita;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 46pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Mungkin saudara pernah menumpang sebuah bus atau kereta api yang penuh sesak. Ingatkah saudara bagaimana keadaannya? Semua tempat duduk penuh. Mungkin saudara harus berdiri dengan banyak orang lain dan orang yang berdiripun harus berdesak-desakan! Banyak negara makin padat penduduknya. Meskipun setiap hari dibangun gedung-gedung baru, namun tidak cukup perumahan bagi setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 46pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Makin banyak orang, makin cepatlah penduduk &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 46pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;meningkat. Dalam tahun 1930 dunia kita berpenduduk 2 milyar orang. Sekarang sudah lebih dari empat milyar. Itu berarti tambahan 2 milyar orang dalam waktu 50 tahun. Akan tetapi, pada tahun 2000 mungkin penduduk dunia akan mencapai 6 milyar orang – tambahan dari 2 milyar dalam waktu 20 tahun saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 46pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Apa artinya ini bagi saudara sebagai orang yang percaya kepada Kristus? Saudara akan segera menyadari bahwa kebanyakan orang di sekeliling saudara belum diselamatkan. Saudara juga akan menyadari bahwa ada lebih banyak orang yang hidup, yang belum diselamatkan dewasa ini daripada generasi-generasi sebelumnya. Ini berarti bahwa setiap orang percaya diperlukan untuk memberitakan kepada orang lain tentang Juruselamat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Kutipan di atas memberikan gambaran kepada gereja masa kini akan tugasnya yang semakin bertambah setiap harinya. Banyak orang di sekitar gereja belum pernah mendengarkan berita Injil. Bagaimana respon gereja melihat orang-orang tersebut? Adilkah jika seseorang telah dua kali mendengar Injil sedangkan orang lain belum pernah sekali pun mendengarkannya?&lt;sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;/sup&gt; (pertanyaan yang kedua penulis kutip dari salah satu judul yang diberikan oleh Smith dalam dalam salah satu bab dalam bukunya yang berjudul "Merindukan Jiwa Yang Tersesat"). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gereja sebagai penerima Amanat Agung bertanggung jawab penuh untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang yang belum selamat. Gereja haruslah menyikapi tugas tanggung jawabnya dalam satu tindakan yang dimulai dari masyarakat di sekitarnya. Hamilton berkata: "Anda tidak mungkin dapat menjangkau seluruh dunia, tetapi mulailah dari tempat di mana Anda (gereja) saat ini.  Pendapat ini mengingatkan gereja agar tidak berpikir jauh lebih tinggi dari yang dapat dilakukannya sebelum ia menjangkau seluruh dunia. Pendapat Hamilton ini diteguhkan oleh Alkitab yang mencatatkan bahwa di mana pun Yesus berada, Ia selalu mencari orang-orang yang terhilang, dan Ia berbelas kasihan terhadap mereka. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gereja sebagai penerima dan sekaligus pelaksana Amanat Agung ia tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di sekitarnya, karena masyarakat adalah objeknya.&lt;sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;/sup&gt; Sebelum melaksanakan tugas ini di antara masyarakat yang adalah objeknya, perlu difahami bahwa objek tersebut adalah pribadi yang mempunyai emosi, dapat berpikir dan dapat berubah. Oleh karena itu, berdasarkan tujuan dari tugas yang diterimanya, gereja jangan melihat objeknya secara subjektif, tetapi haruslah secara objektif. Dengan cara memandang yang objektif, gereja dapat memahami objek tersebut secara utuh, dan dapat menemukan bentuk penginjilan yang lebih tepat untuk masyarakat di sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Alkitab menjelaskan tentang metode yang dipakai oleh Tuhan Yesus dalam menyampaikan Injil kepada anggota masyarakat dunia ini. Alkitab mencatat pemahaman Tuhan Yesus tentang apa dan siapa objek yang sedang dihadapi-Nya. Keotentikan dari pemahaman Tuhan Yesus akan objek tersebut tersirat dari hal kedatangan-Nya ke dunia ini. Pertama-tama Yesus datang ke dunia ini dalam rupa manusia, lahir di antara manusia, berkomunikasi dengan masyarakat di sekitar-Nya dengan menggunakan bahasa komunikasi yang dapat difahami oleh masyarakat di sekitar-Nya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Halim dalam salah satu bukunya (tidak dipublikasikan) yang berjudul "Model-model Pelayanan Yesus" mengangkat model-model penginjilan yang dipakai oleh Yesus pada waktu penginjilan kepada masyarakat di sekitar-Nya. Model atau metode yang Yesus untuk menginjili masyarakat di sekitar-Nya lahir dari pemahaman-Nya tentang siapa dan apa objek yang dihadapi-Nya. Dari model-model penginjilan Yesus yang di sampaikan oleh Halim, gereja dalam menyikapi tugasnya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;1. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tidak dapat menjadikan satu metode penginjilan sebagai satu-satunya standar &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;pada waktu melakukan tugas penginjilan di antara masyarakat di sekitarnya. Halim mencatat bahwa Yesus menggunakan model pendekatan yang berbeda-beda kepada orang-orang berdosa yang hidup pada masa itu. Yesus memakai model penginjilan yang paling tepat kepada setiap objek-Nya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jangan menunggu sampai masyarakat di sekitarnya merespon Injil secara positip, tetapi gereja harus aktif untuk menemukan model penginjilan yang paling tepat kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tidak akan pernah mengetahui bagaimana pemahaman masyarakat tentang Injil sampai gereja mengadakan komunikasi dengan masyarakat tersebut. Yesus seringkali mangambil inisiatif untuk bertemu dengan masyarakat di sekitar-Nya. Hasilnya, Tuhan Yesus menemukan jembatan yang inovatif untuk menyampaikan Injil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Harus memiliki kepekaan melihat kebutuhan dari masyarakat di sekitarnya. Halim mencatat bahwa Yesus, dalam masa-masa penginjilan selama tiga setengah tahun sering kali memenuhi kebutuhan jasmaniah dari objeknya seperti kesembuhan dari penyakit, makanan untuk 5000 orang dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tuhan Yesus berkata kepada gereja-Nya: "Lihat Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Matius 10:16)." Pernyataan ini merupakan awasan bagi gereja dalam melaksanakan tugasnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt; Kata "serigala" merupakan simbol kebuasan, mahluk yang selalu agresif menyerang untuk mengatasi rasa laparnya. Penginjilan di tengah masyarakat yang bersikap seperti mahluk buas ini,  gereja harus "cerdik seperti ular" artinya (1) cepat mengerti tentang situasi, dan pandai mencari pemecahan masalahnya, panjang akal, dan (2) banyak akal dalam menghadapinya, tetapi juga harus "tulus." Kata "tulus" artinya ikhlas, sungguh dan bersih hati (benar-benar terbit dari hati yang suci, jujur, tidak pura-pura, dan tidak serong). Dalam menghadapi masyarakat di sekitar gereja, Yesus menekankan agar gereja memberitakan Injil-Nya dengan cara-cara yang tepat, dan dilakukan dengan kesungguhan hati. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Dalam nats yang lain, Tuhan Yesus mengatakan bahwa setiap orang percaya (gereja-Nya) adalah "garam" dan "terang" bagi dunia (Matius 5: 14-16). Esmarch dalam buku "&lt;b&gt;&lt;i&gt;The World Book Encyclopedia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" mencatat bahwa  ditinjau dari sisi kedokteran, "Garam adalah penting untuk kesehatan. Sel badan harus mempunyai garam untuk dapat hidup dan bekerja." Dan dari sisi dunia Alkitab, Esmarch mengemukakan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 37pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Garam memiliki arti keagamaan, yaitu sebagai lambang kemurnian dan kesucian hati. Di antara orang-orang Yahudi, menurut tradisi agama, garam digunakan untuk menggosok seorang bayi yang baru lahir untuk memastikan kesehatannya. Garam juga digunakan sebagai tanda penghormatan, persahabatan, dan keramahan atau kesediaan untuk menerima orang lain, &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 28pt;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Harrison juga berpendapat bahwa "garam" merupakan alat pengawet dan juga berguna untuk bumbu makanan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Kata "terang" dalam bahasa Yunani adalah "&lt;b&gt;&lt;i&gt;kaio&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" artinya &lt;b&gt;&lt;i&gt;kindle, burn, dan burn up&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Menurut Balz dan Schneider kata "&lt;b&gt;&lt;i&gt;kaio&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" tersebut tidak hanya sekedar menyinari, tetapi sinar itu harus membakar. Gereja sebagai pemberita Injil harus menggunakan kekuatan yang ada padanya untuk mengalahkan kegelapan (satu simbol yang digunakan untuk dosa)  yang menguasai hidup masyarakat di sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan kedua penjelasan dari kitab  Matius 5: 14-16 di atas, gereja sebagai garam dan terang dunia akan dapat menyatakan eksistensinya kepada masyarakat di sekitarnya apabila:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gereja dapat menyadari akan keberbedaan dirinya dengan masyarakat dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gereja dapat menunjukkan keberbedaannya dengan masyarakat dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Gereja jangan hanya menjadi pembicara yang baik, tetapi juga hidup dalam kuasa Injil (Matius 23). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Alkitab mencatat bahwa Yesus tidak hanya berbicara, tetapi juga melakukan Injil itu. Artinya bahwa Yesus dapat membuktikan diri-Nya sebagai terang dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Contoh dan teladan kehidupan dari Yesus seharusnyalah diikuti oleh gereja. Yesus mengatakan: "Apabila gereja mengasihi Dia, maka gereja akan menuruti segala perintah-Nya" (Yoh 14: 15). Dan apabila gereja mau mempercayai Dia, maka gereja akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada yang Dia telah perbuat dan kerjakan (Yoh 14:12), termasuk mengalahkan penguasa kegelapan yang selama ini menguasai serta membutakan hati nurani setiap orang dari kebenaran kuasa Injil yang memerdekakan orang-orang dari kuasa dosa. Kesesuaian antara keberadaan gereja dengan perkataan dan perbuataanya menjadikan gereja menjadi gereja yang memiliki kuasa untuk  menyadarkan masyarakat di sekitarnya akan keberadaannya yang berdosa serta akibat-akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-3754492506414100753?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/3754492506414100753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=3754492506414100753' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/3754492506414100753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/3754492506414100753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/12/bab-ii-penginjilan-salah-satu-tugas.html' title='BAB II PENGINJILAN, SALAH SATU TUGAS ESENSIAL GEREJA'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ONXFzksHJIQ/TznJCb6uEwI/AAAAAAAAADw/lILHrA4HAwc/s72-c/Tugas+Gereja+okal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta Capital Region, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.211544 106.84517200000005</georss:point><georss:box>-6.355154 106.69912250000004 -6.067934 106.99122150000005</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-1721002329631789418</id><published>2011-12-21T01:41:00.001-08:00</published><updated>2011-12-21T01:41:46.525-08:00</updated><title type='text'>Adakah Yesus Datang Hanya Untuk Orang Israel Saja!</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#17365d; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Beberapa waktu yang lalu ada seorang bapak mengutarakan perihal kedatangan Yesus. Menurut Bapak tersebut, Yesus datang hanyalah kepada orang Israel saja.  Pernyataannya itu membuat orang percaya yang mendengar sempat kaget. Adakah Yesus Datang Hanya Untuk Orang Israel Saja!  Apa pendapat Anda?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#17365d; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-1721002329631789418?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/1721002329631789418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=1721002329631789418' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/1721002329631789418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/1721002329631789418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/12/adakah-yesus-datang-hanya-untuk-orang.html' title='Adakah Yesus Datang Hanya Untuk Orang Israel Saja!'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-7573380059239139935</id><published>2011-10-18T22:28:00.000-07:00</published><updated>2011-10-18T22:28:05.105-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'>Toko yang menjual Istri</title><content type='html'>Sebelum Anda melanjutkan untuk membaca artikel ini, perlu saya memberitahukan bahwa ini bukanlah tulisan asli saya. Artikel ini saya kutip dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.wartaunik.com/138-toko-yang-menjual-istri.html"&gt;http://www.wartaunik.com/138-toko-yang-menjual-istri.html&lt;/a&gt; Mengapa? Hari ini tanggal 19 Oktober 2011, saya sedang menyelidiki artikel yang mebahas tentang membuat menu dropdown. Eh... mata saya tergoda untuk membaca artikel dengan judul tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kisahnya? baca lanjutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt;v\:* {behavior:url(#default#VML);}o\:* {behavior:url(#default#VML);}w\:* {behavior:url(#default#VML);}.shape {behavior:url(#default#VML);}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:DocumentProperties&gt;   &lt;o:Version&gt;12.00&lt;/o:Version&gt;  &lt;/o:DocumentProperties&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.wartaunik.com/wp-content/uploads/2011/10/55c91_gadis5.jpg"&gt;&lt;span style="color: blue; mso-no-proof: yes; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NmA98rYJypE/Tp5fD5oQtnI/AAAAAAAAAC8/qrWcNwfsAUs/s1600/55c91_gadis5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="217" src="http://2.bp.blogspot.com/-NmA98rYJypE/Tp5fD5oQtnI/AAAAAAAAAC8/qrWcNwfsAUs/s320/55c91_gadis5.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Toko yang menjual istri, baru saja dibuka di sebuah kota . Di sana , laki2 dapat memilih istri.&lt;br /&gt;Di antara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut.&lt;br /&gt;“Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI”&lt;br /&gt;Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok istri. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanita tersebut.&lt;br /&gt;Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan. Kamu dapat memilih wanita di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, seorang laki2 pun pergi ke toko “istri” tersebut untuk mencari istri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Lantai 1 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan.&lt;br /&gt;laki2 itu tersenyum,kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;Lantai 2 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil. Kembali laki2 itu naik ke lantai selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;Lantai 3 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dan cantik banget.&lt;br /&gt;” Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Lalu sampailah laki2 itu di lantai 4 dan terdapat tulisan Lantai 4 :&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;wanita di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cantik banget dan suka membantu pekerjaan rumah.&lt;br /&gt;”Ya ampun !” Dia berseru, ”Aku hampir tak percaya”&lt;br /&gt;Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Lantai 5 : &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil,cantik banget,suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis.&lt;br /&gt;Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia&lt;br /&gt;melangkah kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Lantai 6 : &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012.000. Tidak ada wanita di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk Anda yang tidak pernah puas. Terima kasih telah berbelanja di toko “istri”. Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat Anda.&lt;br /&gt;Pesan moral ini bkn cm utk pria tp jg wanita: “Tetaplah slalu merasa puas akan pasangan yg sudah Tuhan sediakan. Jgn terus mencari yg terbaik tp jadikanlah yg baik yg ada dr yg sudah Tuhan sediakan, itulah pasangan yg terbaik bagi kamu seumur hidupmu hingga maut memisahkan.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-7573380059239139935?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/7573380059239139935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=7573380059239139935' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7573380059239139935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7573380059239139935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/10/toko-yang-menjual-istri.html' title='Toko yang menjual Istri'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-NmA98rYJypE/Tp5fD5oQtnI/AAAAAAAAAC8/qrWcNwfsAUs/s72-c/55c91_gadis5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-4323981048725923911</id><published>2011-09-28T23:24:00.000-07:00</published><updated>2011-09-29T03:17:29.855-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Kenali Diri-mu + Kenali Tuhan-mu = Tindakan-mu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qRZ1PnN5LZg/ToQZTUu0n3I/AAAAAAAAACs/NmABMMYWAbw/s1600/Who+am+I.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-qRZ1PnN5LZg/ToQZTUu0n3I/AAAAAAAAACs/NmABMMYWAbw/s200/Who+am+I.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kurang lebih sebelas tahun lamanya negeri ini sepertinya tidak henti-hentinya dari teror bom. Setiap teror bom ini disuarakan dan maupun dilakukan, menghasilkan satu ketakutan tersendiri bagi masyarakat negeri ini.&amp;nbsp; Padahal negara ini memiliki Pancasila dan UUD 45 yang di dalamnya dimuat nilai-nilai yang menegaskan akan kebebasan untuk menjalankan kehidupan bebas dari rasa terteror bagi warganya. Dimanakah kebebasan tersebut dapat ditemukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara ini juga percaya akan adanya Tuhan yang maha esa. Tuhan yang juga dipercaya sebagai Tuhan yang adil. Namun saat kapankah keadilan Tuhan ditegakkan di negeri ini? Atau apakah tidak ada lagi tempat bagi Tuhan untuk menyatakan keadilan itu?&amp;nbsp; Mengapa banyak orang yang malah mendahului untuk menjatuhkan hukuman kepada orang-orang yang katanya berdosa. Namun ketika penghukuman itu dijalankan dengan meledakkan bom, ternyata banyak orang tidak tahu menahu soal dosa yang dimaksudkan juga turut menjadi korban. Inikah yang disebut keadilan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa banyak orang rela mati demi yang namanya "jihad"? Bukankah itu sama dengan bunuh diri? Agama mana yang mengajarkan bahwa bunuh diri itu mendapat perkenanan di mata Tuhan? Apakah orang yang bunuh diri akan masuk ke kehidupan yang kekal atau ke dalam neraka yang kekal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekedar pendahuluan untuk kita renungkan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini saya mengajak Anda untuk melihat pesan yang disampaikan oleh rasul Paulus kepada jemaat Kristus yang ada di daerah Efesus.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Efesus 1: 1-4 :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Apakah pesan yang dapat kita petik dari tulisan Paulus di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Paulus mengenali dirinya dan batasan wewengannya!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah kalimat yang terdapat pada ayat 1 :&lt;i&gt;&lt;b&gt; "Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_yDE323UIqo/ToQbqdc25VI/AAAAAAAAAC0/x_xlkxZ7Huk/s1600/paul11.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://4.bp.blogspot.com/-_yDE323UIqo/ToQbqdc25VI/AAAAAAAAAC0/x_xlkxZ7Huk/s200/paul11.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Siapakah Paulus : &lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Secara kelahiran ia adalah seorang Yahudi, Suku Benyamin (Rom 11:5; Pilipi 3: 5) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lahir dan besar di Tarsus, (Kis 9: 11; 21: 29;  22: 3), &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurut pengakuannya sendiri, dia seorang Farisi, demikian juga ayahnya (Kis. 23:6). Berbicara bahasa Aram ("orang Ibrani asli"), dan diajar membuat tenda pada masa mudanya (Kis. 18:3) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Menurut sejarahnya, suku Benjamin itu orang-orang yang berjiwa pejuang, dan agaknya, Paulus menyatakan semangat yang amat besar dalam semua usahanya, terutama sekali dalam penganiayaan terhadap gereja (Gal. 1:13).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada usia muda dia pergi ke Yerusalem, dan menurut kesaksiannya yang tertulis dalam Kisah Para Rasul dia belajar di bawah pimpinan Rabi Gamaliel I yang terkenal, guru yang utama pada sekolah Hilel (Kis. 22:3). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebelumnya Namanya “Saulos” – Nama asli Jahudi – harapan, dan berubah nama menjadi “Paulos” – Kecil, &lt;/li&gt;&lt;li style="color: black;"&gt;berkewarganegaraan Romawi&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;Semua keunggulan Paulus di masa lalu ketika ia di luar Kristus, tidak membuatnya menjadi bangga. Malahan ia berkata bahwa segala sesuatu itu dianggapnya sampah oleh pengenalannya kepada TUHAN. Dari pesan ini, setiap orang akan mengenali siapa dirinya dengan baik apabila ia dapat mengenali siapa TUHAN yang kepada-Nya ia menyembah. Ketika Paulus berjumpa dengan  Kristus, dan kemudian sadar bahwa Kristus menetapkannya menjadi Rasul-Nya,  Ia menyikapi kerasulannya dengan cara yang bertanggung jawab.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Itulah sebabnya ketika ia menuliskan pesan kepada jemaat di Efesus, ia sangat berhati-hati untuk menyampaikan pesan tersebut. Perhatikanlah kelanjutan dari frase  “rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah.” Pengenalan Paulus kepada Tuhan sekaligus menyadarkannya untuk bertindak bukan berdasarkan kehendaknya, dan atau penilaiannya. Pengenalan akan Tuhan itu membuatnya berhati-hati dalam bertindak. Ia mengerti akan arti menghargai Tuhan dan wewenang Tuhan dalam hidupnya. &lt;/blockquote&gt;2.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Paulus mengenal siapa Tuhan yang dia layani!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;1&amp;nbsp; Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, ... 2&amp;nbsp; Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 3&amp;nbsp; Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 4. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zVF3ahyR9dM/ToQ0eTZt-BI/AAAAAAAAAC4/80TJCCkQt7k/s1600/God%2527s+Rays.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-zVF3ahyR9dM/ToQ0eTZt-BI/AAAAAAAAAC4/80TJCCkQt7k/s1600/God%2527s+Rays.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Siapakah Tuhan Yang Paulus layani : &lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dia adalah Tuhan yang memiliki kehendak. Memiliki kehendak adalah salah satu ciri dari sesuatu yang bersifat pribadi.  Jadi Tuhan bukanlah satu mitos di masa lalu, Tuhan bukanlah sesuatu yang lahir dari daya imaginasi manusia. Tuhan adalah pribadi yang ada dengan sendirinya, sebab Dia memang ada. Kehendaknya Kudus dan murni sama seperti diri-Nya adalah kudus dan murni. Dengan kehendak-Nya itu juga Ia menginginkan setiap ciptaan boleh mengalami keberadaan-Nya yang tidak terbatas.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu kita pahami bahwa Tuhan yang memiliki kehendak itu,bukanlah Tuhan yang mempergunakan kehendaknya dengan semena-mena. Ia berkehendak agar kita mengenal sifat ke – Bapaan-Nya. Sebagai Bapa, Ia  senantiasa hadir dalam setiap aspek kehidupan kita. Tidak ada bagian dari kehidupan kita yang terlepas dari pengamatan-Nya. Bahkan hal terpenting yang sangat kita butuhkan pun Telah Ia sediakan melalui Eksistensi dan karya penebusan yang Yesus Kerjakan  di bukit Golgota. Inilah satu-satunya jalan untuk kita mengalami perdamaian dengan diri Tuhan Allah yang maha kudus itu. Inilah satu-satunya jalan untuk menjembatani kita dengan Tuhan yang maha kudus, sehingga tidak ada lagi penghalang yang menghalangi kita untuk mengalami kehidupan yang berkualitas di kekekalan sana.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Paulus hidup untuk memuji Allah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. (Efesus 1: 3) &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&amp;nbsp;Pengenalan yang benar akan siapa Tuhan dalam hidup kita memberikan penilaian yang benar akan hal siapa kita dan mengapa kita ada dimuka bumi ini. Tuhan tidaklah salah menempatkan Anda di bumi ini. &lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Tahukah Anda bahwa hidup yang Anda jalani saat ini hanyalah anugerah dari sang Tuhan? Hidup di muka bumi ini hanyalah berbicara tentang dua huruf penting, yaitu B dan D. Huruf B berbicara tentang Birthday, yaitu hari lahir, dan huruf&amp;nbsp; D berbicara tentang death day. Di antara B dan D itu ada yang disebut dengan rentang waktu yang disebut waktu. Anda mungkin tahu hari kelahiran Anda, karena sudah terjadi. Tetapi tahukah Anda kapan saatnya kematian itu menjemput Anda dalam cara yang Tuhan kehendaki? " ........... " tidak seorang pun yang mengetahuinya kecuali mereka yang dengan sengaja memutuskan untuk menyudahi kehidupannya. &lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xK2OmVLS9-Q/ToQYccwOmKI/AAAAAAAAACg/zhfvdQY7Yc8/s1600/choice.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-xK2OmVLS9-Q/ToQYccwOmKI/AAAAAAAAACg/zhfvdQY7Yc8/s1600/choice.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tahukah Anda bahwa sekali pun Anda mati secara fisik, bukan berarti kehidupan Anda berakhir seratus persen? Namun di kehidupan yang  manakah Anda nantinya di kekekalan, itu tergantung kepada satu huruf di antara B dan D, yaitu huruf C. Huruf C berbicara tentang "Choice."&amp;nbsp; Dalam cara yang bagaimana Anda memilih untuk menjalani kehidupan ini, dan dengan cara bagaimana Anda memilih untuk mengakhiri kehidupan di dunia ini akan menentukan kehidupan kekal apa yang akan Anda jalani nantinya.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tuhan menghendaki agar kita menjalankan hidup yang berkualitas. Sebab hidup yang demikian mencerminkan siapa Tuhan yang Anda sembah. Semakin baik Anda memanfaatkan hari-hari yang Tuhan berikan kepada Anda, semakin besar citra TUHAN terpancar dari hidup Anda. Dengan demikian maka hidup Anda menjadi puji-pujian bagi kemuliaan Dia yang Anda yakini sebagai Tuhan.&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;3. Paulus mengetahuilah untuk apa Allah memilihnya! &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. (Efesus 1:  4) &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-TisNEZtpcLE/ToQYoSEE8qI/AAAAAAAAACk/hBEsb86XHUE/s1600/Quickbooks+Choose+Direction.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-TisNEZtpcLE/ToQYoSEE8qI/AAAAAAAAACk/hBEsb86XHUE/s320/Quickbooks+Choose+Direction.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Allah Tahu saat yang tepat untuk menentukan pilihan-Nya atas setiap kita.  Allah memilih kita tidak berdasarkan campur tangan pihak lain.   Ia memilih kita berdasarkan predestinasi-Nya.  Oleh  Karena itu, sepatutnyalah kita serius menyikapi keputusannya untuk memilih kita menjadi milik-Nya. &lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Ketika Tuhan Allah memilih kita,  Allah mengetahui tujuan-Nya  mengapa Ia memilih kita. Satu-satunya tujuan-Nya adalah agar kita menjadi kudus. Sama seperti Ia adalah kudus. Ia berkehendak agar kita tidak lagi kompromi dengan pola-pola dunia ini, melainkan mengadopsi pola sorgawi yang kita aplikasikan dalam kehidupan kita setiap hari.  Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan, peraih Nobel Perdamaian 1993 "Afrika Selatan tidak akan maju tanpa pengampunan." Nelson Mandela tidak membalaskan perbuatan keji dari tokoh-tokoh apartheit di negaranya,melainkan memberikan pengampunan atas mereka. Ia lebih memilih untuk menyerahkan pengadilan kepada Tuhan. Sekali pun ia sudah duduk di kursi kekuasaan, ia tidak menggunakan kekuasaan itu menjadi kesempatan untuk menghukum mereka yang pernah menjebloskannya ke dalam penjara. Dampaknya, Tuhan memberkati Afrika Selatan. Apakah Anda rindu keberkatan yang sama melanda Indonesia? Kenali diri Anda, Kenali Tuhanmu, niscaya kedua pengenalan ini akan menolong Anda untuk memilih menjadi agen perdamaian di negeri ini. &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-h6Kzfs_rKZo/ToQa9YWEBNI/AAAAAAAAACw/FNWNVHA3FFY/s1600/peace+for+INdonesia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-h6Kzfs_rKZo/ToQa9YWEBNI/AAAAAAAAACw/FNWNVHA3FFY/s320/peace+for+INdonesia.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kiranya tulisan ini bermanfaat bagi Anda. Indonesia penuh damai. Tuhan Memberkati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-4323981048725923911?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/4323981048725923911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=4323981048725923911' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/4323981048725923911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/4323981048725923911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/09/kenali-diri-kenali-tuhan-mu-tindakanmu.html' title='Kenali Diri-mu + Kenali Tuhan-mu = Tindakan-mu'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qRZ1PnN5LZg/ToQZTUu0n3I/AAAAAAAAACs/NmABMMYWAbw/s72-c/Who+am+I.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-4298836697790884884</id><published>2011-09-08T12:22:00.001-07:00</published><updated>2011-10-03T23:54:43.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Bahagia mungkinkah saya mengalaminya?</title><content type='html'>Setiap orang berharap agar hidup bahagia. Kalau kita bertanya kepada  orang-orang yang kita jumpai, "apa yang ingin Anda dapatkan dalam hidup  ini?" Rata-rata akan menjawab "saya ingin bahagia". &lt;br /&gt;Apakah definisi bahagia itu? Bagi kebanyakan orang,mereka mendefinisikannya sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memiliki rumah bagus, mobil mewah, istri cantik/suami yang ganteng dan anak-anak yang lucu &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hidup tenteram dan tidak punya banyak masalah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendapatkan seseorang yang mencintai dan dicintai seumur hidup. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadi diri sendiri. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bebas melakukan sesuatu dan tidak terikat orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terlepas dari keadaan yang membuat stres. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Menurutkamus besar bahasa Indonesia Bahagia adalah :&lt;br /&gt;1.  keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg  menyusahkan): -- dunia akhirat; hidup penuh --; 2 a beruntung;  berbahagia: saya betul-betul merasa -- krn dapat berada kembali di  tengah-tengah keluarga;  ber·ba·ha·gia a 1 dl keadaan bahagia; bahagia; 2  v menikmati kebahagiaan; bahagia; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia mungkinkah  saya mengalaminya? Itulah satu pertanyaan yang perlu saya ajukan pada  diri saya. Setelah menyelidiki kitab Yakobus 1:25 : Tetapi barangsiapa  meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan  ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya,  tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh  perbuatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Yakobus adalah surat yang  dituliskan oleh Yakobus saudara Yesus. Yakobus adalah seorang pemimpin  jemaat di Yerusalem.             Ia adalah saudara Tuhan Yesus(Mat  13:55) Suratini dikirimkan oleh Yakobus kepada dua belas suku Israel di  perantauan. Dalam pembukaan suratnya, Yakobus menyinggung hal pencobaan  dan kebahagiaan. Perhatikanlah  ayat 2 dan 12, dan juga ayat 25. Kalau  kita perhatikan sekilas hal penerima surat ini, Yakobus tidak  memberikan klasifikasi usia dari penerimanya. Mereka adalah orang  percaya yang sedang mengalami berbagai-bagai penderitaan dan&amp;nbsp; pencobaan.  Namun Yakobus tetap saja menyinggung hal bahagia atau berbahagia dalam  hidup sebagai orang percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang percaya dapat mengalami kebahagiaan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Bagaimanakah agar Setiap orang Muda dapat mengalami kebahagiaan dalam hidupnya &lt;br /&gt;Syarat-syarat agar setiap orang muda dapat mengalami kebahagiaan dalam hidupnya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Ia adalah seorang percaya yang suka meneliti hukum yang sempurna! &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;Meneliti  dalam konteks ini berarti bergerak masuk untuk mengenal secara detil  sampai memahami intisari dari hukum itu. Karena itu, orang percaya  haruslah bekerja keras untuk benar-benar melakukan penyelidikan itu. Ini  bukanlah pekerjaan yang sepele. Orang percaya tersebut haruslah  benar-benar menyelidikinya dengan sepenuh hati. Hukum /nomos adalah satu  kata yang mewakili hukum-hukum /perintah-perintah TUHAN yang terdapat  dalam kitab-kitab  PL dan juga PB. Yakobus menegaskan kembali pesan yang  pernah Yesus katakan kepada murid-murid-Nya tentang kekuatan hukum itu.  Perhatikanlah kutipan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: id; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: left; unicode-bidi: embed; word-break: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-size: 12pt;"&gt;Yoh 8:31-32:&amp;nbsp; 31&amp;nbsp; Maka  kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau  kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-size: 12pt;"&gt; 32&amp;nbsp; dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." dan bandingkanlah dengan Yakobus 1: 25.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Hukum itu mempunyai kekuatan untuk memerdekakan jiwa dan raga setiap orang percaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Ia adalah seorang percaya yang hidup dengan Bertekun dalam Hukum itu! &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;Hukum  Tuhan adalah hukum di atas segala hukum. Jadi tidaklah mudah untuk  melakukannya. Namun Yakobus menegaskan bahwa jikalau kita ingin  berbahagia, kita harus melakukannya sesuai dengan tuntutan hukum itu.  Setiap orang yang ingin berbahagia, haruslah berkomitmen untuk hidup di  dalamnya secara terus-menerus. Saat kapan kita akan disebut sebagai  orang yang bertekun? Jawabannya sederhana: kita akan dikelompokkan  sebagai orang yang berbahagia apabila kita masih mengerjakan  tuntutan-tuntutan hukum itu sekalipun situasi dan kondisi tidak  memungkinkan untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya tulisan ini bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-4298836697790884884?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/4298836697790884884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=4298836697790884884' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/4298836697790884884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/4298836697790884884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/09/bahagia-mungkinkah-saya-mengalaminya.html' title='Bahagia mungkinkah saya mengalaminya?'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-5489669868091381888</id><published>2011-08-21T23:41:00.000-07:00</published><updated>2011-08-22T22:57:49.543-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Belajar Memaknai kemerdekaan dari kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Daniel&amp;nbsp; 1-3 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&amp;nbsp;Pendahuluan &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; text-indent: 36pt;"&gt;&amp;nbsp;66 tahun sudah negeri ini merayakan kemerdekaanya, namun faktanya esensi dasar dari kemerdekaan itu tidak juga terealisasi dalam praktek hidup masyarakatnya.&amp;nbsp; Masih banyak masyarakat negeri ini hidup dalam taraf hidup dengan kualitas rendah. Pemberitaan di Kompas Cyber mengungkapkan definisi kemerdekaan menurut Presiden hanyalah sebatas merdeka dari penjajahan negara asing. Faktanya penduduk negeri ini masih banyak mengalami penindasan di mana-mana.&amp;nbsp; Dulu negara kita dijajah oleh bangsa asing, sekarang negara ini dijajah bangsa ini sendiri.&amp;nbsp; Metrotv&amp;nbsp; sempat menayangkan satu pertanyaan : Indonesia sudah merdeka; sudahkah kita merdeka? Padahal negeri ini mengaku memiliki dasar negara yang baik, yaitu Pancasila.&amp;nbsp; Sila pertama berbunyi : “Ketuhanan yang maha esa”&amp;nbsp; Ini sesuai dengan undang-undang dasar 45 yang menjaminkan kebebasan menjalankan ajaran agamanya,&amp;nbsp; namun hanya segelintir orang saja yang dapat menjalankannya.&amp;nbsp; Perhatikanlah Kutipan berikut ini (dikutib dari : &lt;a href="http://map-bms.wikipedia.org/wiki/UUD_45"&gt;http://map-bms.wikipedia.org/wiki/UUD_45&lt;/a&gt;) : &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BAB XI AGAMA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 29 &lt;br /&gt;(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. &lt;br /&gt;(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan  kepercayaannya itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah wujud kemerdekaan itu sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; text-indent: 36pt;"&gt;Sudah lupakah penduduk negri ini dengan &amp;nbsp;sejarahnya. Sudah lupakah negara ini mengapa para pejuang kemerdekaan mempertaruhkan nyawanya demi negeri ini? Apakah negeri ini sudah seperti beberapa pemimpinnya yang sakit lupa ingatan? Hal ini terlihat jelas dalam kehidupan komponen bangsa ini mulai dari lapisan teratas sampai lapisan bawah. Mulai dari pemimpin-pemimpin bangsa ini sampai kepada&amp;nbsp; masyarakat kecil.&amp;nbsp; Lalu benarkah negara ini sudah merdeka?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; text-indent: 36pt;"&gt;Hari ini, marilah kita belajar “Memaknai kemerdekan dari persfektif tokoh Sadrakh, Mesak dan Abednego” Mereka adalah tokoh yang tidak asing lagi bagi kita semua. Kisahnya sungguh menarik untuk kita baca. Kisahnya tidak habis-habisnya untuk kita bahas. Dan kisah hidup mereka memberikan bukti kepada kita bahwa orang muda dapat memaknai kemerdekaan dengan cara yang benar.&amp;nbsp; Kisah hidupmereka memberikan bukti kepada kita bahwa orang muda dapat menjadi history maker generation. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; text-indent: 36pt;"&gt;Sebelum kita membahas tentang bagaimana mereka memaknai kemerdekaan sebagai umat pilihan Allah, terlebih dahulu saya mengajak rekan-rekan sekalian untuk membaca nas yang saya kutip dari kitab Galatia 5: 1,13; dan 1 Petr 2: 16 berikut ini: &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Galatia 5:1&amp;nbsp; Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Galatia 5: 13 “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 Petrus 2:16&amp;nbsp; “Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Camilo Jose Cela (1916–2002), penulis Spanyol, peraih Nobel Sastra 1989&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0cm 18pt; text-indent: 1.5pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;"Ada dua jenis manusia: satu yang mengukir sejarah dan satu lagi yang memikul beban akibatnya.”&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Sadrakh,Mesakh,dan Abednego adalah tokoh yang memaknai kemerdekaan dengan cara yang benar. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Bagaimanakah Sadrakh,Mesakh,dan Abednego adalah tokoh yang memaknai kemerdekaan dengan cara yang benar?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Berikut ini beberapa makna kemerdekaan dalam persfektif Sadrakh,Mesakh,dan Abednego:&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0cm 21.3pt; text-indent: -21.85pt;"&gt;&lt;b&gt;I.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Orang&amp;nbsp; merdeka&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; orang&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; berpegang pada&amp;nbsp; prinsip&amp;nbsp; hidup nya&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; benar !&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-s4qBtJLFcAA/TlH5GxjKGAI/AAAAAAAAACU/Tq5bJZxeszA/s1600/Sadrakh.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-s4qBtJLFcAA/TlH5GxjKGAI/AAAAAAAAACU/Tq5bJZxeszA/s320/Sadrakh.jpg" width="256" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0cm 36pt;"&gt;Daniel 1 : 7&amp;nbsp; “Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; text-indent: 18pt;"&gt;Mereka adalah tiga orang muda yang ikut ditawan oleh Nebukadnezar di Babelonia. Sebagai tawanan, seharusnyalah mereka mengalami nasib yang sama dengan tawanan lainnya.Namun, status&amp;nbsp; yang kasad mata tidak&amp;nbsp; serta merta membuat mereka menjadi orang jajahan. Mereka sadar bahwa mereka berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; text-indent: 18pt;"&gt;Badan mereka boleh ditawan, tetapi roh mereka tetap bebas – merdeka untuk mengikuti perintah TUHAN semesta Alam. Hal ini dapat kita lihat dari peristiwa-peristiwa yang mereka alami menurut catatan Daniel, al. :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0cm 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;›&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Daniel 1&amp;nbsp; : 1&amp;nbsp; “Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0cm 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;›&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketika mereka di bawa dari Yerusalem, mereka menetapkan hati untuk tetap menyembah kepada TUHAN, dan ketika mereka tiba di Babelonia, yaitu negara yang tidak mengenal TUHAN dan cara beribadah yang selama ini –Sadrakh, Mesakh dan Abednego jalankan, prinsip hidup mereka pun tidak berubah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0cm 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;›&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sekali beribadah kepada TUHAN, selamanya harus beribadah kepada-Nya &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Aplikasinya : &lt;/b&gt;Marilah kita mengisi kemerdekaan yang telah Tuhan berikan kepada kita dengan mengacu kepada kebenaran. Jangan mudah terombang-ambing oleh berbagai-bagai godaan yang ditawarkan oleh sekitar kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0cm 21.3pt; text-indent: -21.85pt;"&gt;&lt;b&gt;II.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Merdeka tidak berarti identik dengan&amp;nbsp; “hidup tanpa masalah.” &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-0DX5EJVnGPU/TlH5hyMhghI/AAAAAAAAACY/8YxfH1HU1lc/s1600/PAt.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-0DX5EJVnGPU/TlH5hyMhghI/AAAAAAAAACY/8YxfH1HU1lc/s320/PAt.jpg" width="255" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; text-indent: 36pt;"&gt;Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang senantiasa berketetapan hati untuk hidup dengan prinsip yang benar di hadapan Tuhan, dan&amp;nbsp; TUHAN menganugerahi mereka dengan excellensi (Dan 1: 8-16), dan juga kedudukan penting sebagai pemerintah wilayah (Setingkat Gubernur) di Babel ( Dan 2: 49).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; text-indent: 36pt;"&gt;Daniel tidak mencatatkan bahwa mereka hidup tanpa masalah. Justru karena ketetapan hati mereka itu untuk hidup sebagai orang merdeka, Daniel mencatat bahwa ada masalah-masalah besar yang mengancam jiwa mereka. Daniel 1: 8 - 16 &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0cm 1cm;"&gt;8. Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.&amp;nbsp; 9&amp;nbsp; Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;&amp;nbsp; 10&amp;nbsp; tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja." &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0cm 1cm;"&gt;11. Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:&amp;nbsp; 12&amp;nbsp; "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;&amp;nbsp; 13&amp;nbsp; sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0cm 1cm;"&gt;14&amp;nbsp; Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.&amp;nbsp; 15&amp;nbsp; Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. &lt;span lang="SV"&gt;16&amp;nbsp; Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. &lt;/span&gt;&amp;nbsp;17&amp;nbsp; Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; text-indent: 1cm;"&gt;Masalah yang dihadapi oleh Sadrakh,Mesakh, dan Abednego: &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Godaan untuk menajiskan diri dengan hal-hal yang dilarang Tuhan berhubungan dengan tubuh fisik mereka (Daniel 1),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mimpi raja yang menyebabkan nyawa mereka terancam, tetapi Allah menyelesaikannya ketika mereka berharapkepada TUHAN (Dan 2). Malah mendapat jabatan sebagai gubernur (Dan 2:49&amp;nbsp; Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja.) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Perintah raja Nebukadnezar untuk menyembah dewanya dan menyebabkan mereka harus dibuang ke dalam perapian yang menyala-nyala 7 kali panasnya (Dan 3). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Merdeka tidak berarti identik dengan&amp;nbsp; “hidup tanpa masalah.” &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang senantiasa berketetapan hati untuk hidup dengan prinsip yang benar di hadapan Tuhan , dianugerahi TUHAN dengan excellensi, dan juga kedudukan penting sebagai pemerintah wilayah (Setingkat Gubernur) di Babel ( Dan 2: 49).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Nebukadnezar mendirikan patung&amp;nbsp; dan mengharuskan seluruh&amp;nbsp; penghuni daerah kekuasaannya&amp;nbsp; menyembah patung emas itu setiap kali mendengarkan bunyi-bunyian. Bagaimana mereka menyikapinya?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Merdeka&amp;nbsp; berarti percaya sepenuhnya kepada Allah&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Dan 3: 12 – 18) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sadrakh Mesakh dan Abenego sadar betul bahwa Allahlah pembebas yang sejati, karena itu hanya kepada-Nyalah rasa takut dipersembahkan,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sadrakh Mesak dan Abednego lebih memilih mempercayai Allah yang kekal dari pada janji penguasa yang fana. Dalam hal ini mereka tidak meragukan kesanggupan Allah-nya. Perhatikanlah Daniel 3: 12-18 berikut ini:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-5489669868091381888?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/5489669868091381888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=5489669868091381888' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/5489669868091381888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/5489669868091381888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/08/belajar-memaknai-kemerdekaan-dari-kisah.html' title='Belajar Memaknai kemerdekaan dari kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego!'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-s4qBtJLFcAA/TlH5GxjKGAI/AAAAAAAAACU/Tq5bJZxeszA/s72-c/Sadrakh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-3506086504070018912</id><published>2011-08-15T00:39:00.000-07:00</published><updated>2011-08-18T01:27:31.664-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Melayani TUHAN di Dunia Kerja</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8foyXv1JeT0/TkjMklC7eRI/AAAAAAAAACQ/LpHEXeO0w9w/s1600/Bootle.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-8foyXv1JeT0/TkjMklC7eRI/AAAAAAAAACQ/LpHEXeO0w9w/s1600/Bootle.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kolose 3: 23-25 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/andrie-wongso/dahulukan-yang-paling-penting/422029224159"&gt;Dahulukan yang Paling Penting&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang profesor berdiri di depan kelas filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil stoples kosong dan mengisinya dengan bola-bola golf. Kemudian ia bertanya pada murid-muridnya, "Apakah stoples sudah penuh?" Para murid setuju!! ... (dikutip dari &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=422029224159"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=422029224159&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Kalau kita menyimak cerita tadi, sering kali dalam dunia kerja, terjadi sikap seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut. Benar tidaknya fakta bukan menjadi masalah, yang penting ABS. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Proposisi :&lt;/b&gt; Setiap Pekerja Kristen haruslah memandang pekerjaannya sebagai satu pelayanan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan : &lt;/b&gt;Bagaimana Setiap Pekerja Kristen harus memandang pekerjaannya sebagai satu pelayanan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peralihan : &lt;/b&gt;syarat-syarat Bagaimana Setiap Pekerja Kristen harus memandang pekerjaannya sebagai satu    pelayanan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I.        Lakukalah pekerjaan itu dengan hati. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Col 3:22  Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini, Paulus menekankan bagaimana seorang pekerja Kristen harus bersikap di lingkungan pekerjaannya. Pekerja Kristen haruslah menunjukkan sikap yang bertolak belakang dengan orang yang tidak Kristen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita kembali kepada nats yang kita baca tadi, nats ini menekankan ”taatilah tuanmu (pimpinanmu) yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka.” syarat ini berat bukan? Kalau kita memandang dengan kaca mata manusia duniawi, tentu ini satu perkara yang berat. Namun kita melihat dengan kaca mata manusia rohani, ini bukanlah satu perkara yang susah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus memberikan kunci bagaimana agar seorang pekerja kristen dapat bersikap seperti yang saya sebutkan tadi. Paulus mengatakan ”karena takut akan Tuhan.” apa maksud dari phrase ini? ”Takut akan Tuhan” memiliki arti bahwa kita haruslah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengenal dengan benar TUHAN yang kepada-Nya kita beribadah. Tuhan yang kepada-Nya kita beribadah seperti pada hari ini adalah supreme Divinity. Dia adalah pribadi yang ada dengan sendirinya, penuh kuasa, dan patut dihormati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sadarilah bahwa sebagai pribadi yang supreme divinity, Allah tidak dapat dibatasi oleh waktu, tempat, dan mau pun situasi. Sehingga segala sesuatu yang kita pikirkan, rencanakan, sembunyikan, dan lakukan semua terbuka bagi-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Kesadaran akan keberadaan Allah, menentukan bagaimana sikap kita memandang kewenangan seorang pimpinan. Ketika kita sadar bahwa Allah  itu sungguh ada, seharusnya kita pun menyadari seberapa besar kuasa TUHAN atas hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran inilah yang memacu kita untuk mentaati perintah-perintahnya. Frase tersebut di atas mengajar kepada kita bahwa sekalipun pemimpin tidak hadir secara fisik, tetapi otoritas yang ada padanya seharusnya kita hargai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;II.      Bekerjalah Seperti untuk TUHAN (melayani). &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Kita sudah belajar mengenal siapakah TUHAN. Tuhan bukanlah pribadi yang bisa kita tipu. Apa pun yang kita pikirkan, rencanakan, rahasiakan bagi-Nya tidak ada yang tersembunyi.  Oleh karena itu, sebagai umat yang menyadari siapa TUHAN-nya, Paulus Col 3:23  Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menekankan pentingnya seorang pekerja Kristen melihat aktivitas kerja itu sebagai satu pelayanan kepada TUHAN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menyadari bahwa pekerjaan adalah satu pelayanan kepada TUHAN, seharusnyalah kita menyadari bahwa tidak ada aturan dalam Alkitab yang memperbolehkan seorang pelayan TUHAN melayani dengan cara yang asal-asalan. Seorang pelayan TUHAN menurut standart Alkitab haruslah melayani TUHAN dengan persiapan khusus, dan dengan cara yang khusus seperti yang TUHAN kehendaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau kita tarik korelasinya kedunia kerja, maka seorang pekerja Kristen dituntut untuk memiliki kualitas kerja yang unggul. Artinya seorang pekerja Kristen harus memotivasi dirinya agar bekerja bukan hanya untuk memenuhi kuota rata-rata. Pertanyaan saya, ”pernahkah Anda berfikir mengapa ada di sini?” Satu penjelasan sederhana yang dapat saya berikan adalah “TUHAN menetapkan Anda di sini untuk melayani-Nya melalui profesimu.” jadi sadarilah bahwa pada hakikatnya Anda adalah pelayan TUHAN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mau jujur mengakui, sering kali orang memahami kerja seperti ini sebagai pekerjaan dalam kelompok sekuler. Namun di ayat ini Paulus mencoba memberikan pemahaman kepada kita,  bahwa sekali pun Anda bekerja di dunia usaha, dan bukan di gereja, ketahuilah bahwa tidak ada istilah sekuler dan rohani.  Di mana pun seorang percaya bekerja, maka ia harus menyadari bahwa ia sedang bekerja untuk kemuliaan TUHAN-nya. Oleh karena itu, maka ia harus memacu dirinya untuk bekerja sebaik-baiknya. Dengan berbuat demikian, maka seorang pekerja Kristen akan bekerja dengan kualitas unggul.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/motivator.no.1.indonesia"&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt; Bila TARGET BESAR telah kita tetapkan untuk dicapai, maka jangan bimbang dan ragu. Ingat! Setiap kesuksesan besar membutuhkan komitmen tinggi untuk mencapainya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;III.   Bekerjalah untuk TUHAN, bukan untuk upah yang fana. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kol 3:24  ”Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia kerja, adalah hal yang wajar berpendapat “bekerja berarti mendapatkan upah yang setimpal.” Tetapi alangkah naifnya jika seorang pekerja menginginkan gaji yang besar dengan berbagai fasilitas ini dan itu, sementara prestasi kerjanya biasa-biasa saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, salah satu stasiun radio swasta menyiarkan maraknya praktek kerja dalam lingkungan kepolisian yang dikenal dengan istilah 107, yang artinya 1 jam apel, tidak mengerjakan apa-apa, dan jam 7 pagi kembali ke kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara yang kekasih di dalam TUHAN, TUHAN menentang prinsip kerja yang seperti ini. Penulis Alkitab menyatakan kepada kita bahwa pada dasarnya TUHAN tidak menentang pikiran mengenai upah. Alkitab jelas membuktikan kepada kita bahwa itu memang merupakan hak setiap pekerja. Sebagai contoh :  Yesus menyatakan dalam Luk. 10: 7 “Sebab seorang pekerja patut mendapatkan upahnya.” Dan di bagian lain, Paulus mengecam orang-orang yang malas dengan berkata “Siapa tidak bekerja janganlah diberi makan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa sebenarnya yang dipesankan oleh Paulus dalam nats ini adalah baiklah kita bekerja dengan penuh ketaatan kepada TUHAN. hal ini dibuktikan dengan ketaatan kita untuk mengikuti rule yang telah ditetapkan oleh perusahaan dimana kita bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan kutipan-kutipan kata-kata hikmat berikut ini  : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Mario-Teguh/52472954880"&gt;Mario Teguh&lt;/a&gt; dalam (MT Personal Rule 35-40-45) mengatakan : "Sejak muda saya belajar dan bekerja keras TIDAK UNTUK MENCARI UANG sampai usia 35 tahun.Saya tidak mendasarkan keputusan pribadi dan karir atas jumlah uang, tetapi atas kegunaannya bagi kekuatan jiwa, kebaikan nama, dan kompetensi profesional saya.... &lt;br /&gt;Jika kita tidak berfokus pada uangnya, kita MENJADI LEBIH PANTAS DIBAYAR LEBIH MAHAL DAN LEBIH AWAL." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah Winfrey berkata : “Doing the best at this moment puts you in the best place for the next moment.” dan Mike Melville”&lt;a href="http://thinkexist.com/quotation/what_you_want_to_do-and_what_you_can_do-is/215570.html"&gt;What you want to do, and what you can do, is limited only by what you can dream.&lt;/a&gt;” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah lirik lagu berikut ini yang saya kutip dari : &lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.andriewongso.com/awartikel-1741-Artikel_Tetap-Every_One_Is_Number_One"&gt;http://www.andriewongso.com/awartikel-1741-Artikel_Tetap-Every_One_Is_Number_One)&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everyone is number one &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyanyi: Andy Lau&lt;br /&gt;Suara terjemahan oleh : Andrie Wongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanku bukanlah jalanmu, deritaku bukanlah deritamu &lt;br /&gt;Setiap manusia memiliki potensi guna menaklukan segalanya &lt;br /&gt;Airmataku bukan airmatamu, sakitku bukan sakitmu &lt;br /&gt;Langit yang sama, kebanggaan yang berbeda, satu dalam perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan gelisah dan menistai diri sendiri &lt;br /&gt;Diperlukan ketenangan dan ketegaran &lt;br /&gt;Asalkan mau menerjang ke depan, katakan pada diri sendiri, Aku dilahirkan pasti berguna!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everyone is number one, &lt;br /&gt;Asalkan kau tidak selalu bertanya, mampu atau tidak. Satukan energi, raihlah mimpi di dalam hidupmu untuk menyongsong masa depan dan janganlah menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everyone is number one, &lt;br /&gt;kunci sukses ada di tanganmu, mau atau tidak &lt;br /&gt;Alirkan keringat yang paling panas, genggamlah hati yang paling tulus &lt;br /&gt;Number one adalah milik setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku bukan tanganmu, mulutku bukan mulutmu&lt;br /&gt;Hanya dibutuhkan sebuah hati, badai dan hujan deras dapat menjadi kawan baik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah takut dinginnya perjalanan walaupun sampai pada sedikitnya kehangatan yang tersisa. Aku tetap akan menerjang dengan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;Everyone is number one! Setiap Orang Adalah Nomer Satu ! Luar biasa! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda harapkan di masa depan? Bangunlah hari ini. Jangan pernah berhenti, berusahalah bukan untuk uang, tetapi untuk melayankan satu karya yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God Bless YOU ALL.&lt;br /&gt;Manto Manurung, S.Th. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-3506086504070018912?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/3506086504070018912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=3506086504070018912' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/3506086504070018912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/3506086504070018912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/08/melayani-tuhan-di-dunia-kerja.html' title='Melayani TUHAN di Dunia Kerja'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8foyXv1JeT0/TkjMklC7eRI/AAAAAAAAACQ/LpHEXeO0w9w/s72-c/Bootle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-2257481909678543808</id><published>2011-04-28T02:27:00.000-07:00</published><updated>2011-08-04T22:42:01.425-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Perintah Tuhan dan Relevansinya Dengan Masa Depan Pelayanan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Ulangan&amp;nbsp; 6:1-3&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6004825772020327323&amp;amp;postID=2257481909678543808&amp;amp;from=pencil" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Suatu hari, seorang dari desa mengunjungi temannya di kota. Bunyi rebut mobil-mobil dan derap orang yang lalu-lalang sangat menganggu orang &amp;nbsp;desa itu. Kemudian mereka berjalan-jalan dan tiba-tiba orang desa itu berhenti seraya menepuk pundak temannya dan berbisik,"Berhentilah sebentar. Apakah kamu mendengar suara yang kudengar?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Teman kotanya itu menoleh ke arah orang desa itu sambil tersenyum, dan kemudian berkata, "Yang saya dengar hanyalah suara klakson mobil serta suara orang lalu-lalang. Apa yang kau dengar?"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"Ada seekor&lt;i&gt;&lt;b&gt; jangkrik&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; di dekat sini dan saya bisa mendengar suara nyanyiannya."&amp;nbsp; Teman dari kota itu mendengarkan dengan penuh&amp;nbsp; perhatian, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Saya pikir kamu hanya bergurau. Tidak ada jangkrik di sini. Dan seandainya ada, bagaimana &amp;nbsp;orang bisa mendengar suaranya di tengah kebisingan jalan ini? Jadi kamu pikir kamu bisa mendengarkan suara seekor jangkrik?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Kata orang desa itu, "Ya! Ada seekor jangkrik yang bernyanyi di sekitar sini sekarang." Orang desa itu berjalan ke depan beberapa langkah, lalu &amp;nbsp;berdiri di samping tembok suatu rumah. Di situ ada tanaman&amp;nbsp; yang tumbuh merambat. Orang desa itu memetik beberapa daun, dan di atas daun itulah &amp;nbsp;terdapat seekor jangkrik yang bernyanyi keras sekali.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Teman dari kota itu kini melihat jangkrik itu, dan dia pun mulai&amp;nbsp; mendengarkan suara nyanyiannya. Ketika mereka kembali berjalan-jalan, &amp;nbsp;orang kota itu berkata kepada teman desanya, "Kamu secara alami bisa &amp;nbsp;mendengar lebih baik dari kami." Orang desa itu tersenyum dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya &amp;nbsp;sambil berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapatmu. Orang desa tidak bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Sekarang&amp;nbsp; lihat, saya akan memperlihatkannya kepadamu!"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Lalu, orang desa itu mengambil uang logam dan&amp;nbsp; menjatuhkannya di trotoar. Bunyi uang logam itu membuat banyak orang menoleh ke arahnya. Kemudian orang desa itu memungut uang logam itu dan&amp;nbsp; menyimpannya kembali di kantungnya, dan kedua orang itu kembali berjalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang desa itu, "Tahukah kamu sobat, suara uang logam itu tidak &amp;nbsp;lebih keras daripada nyanyian jangkrik tadi. Meski demikian, banyak orang &amp;nbsp;&amp;nbsp;kota mendengarnya dan menoleh ke arahnya. Di lain pihak, saya adalah satu-satunya orang yang mendengar suara jangkrik itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Alasannya bukan karena orang desa memiliki pendengaran yang lebih baik daripada orang kota, tetapi kita selalu mendengar dengan lebih baik hal-hal &amp;nbsp;yang biasanya kita perhatikan."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Proposisi :&lt;/b&gt; Setiap hamba Tuhan haruslah hidup berdasarkan perintah Tuhan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kal Tanya: &lt;/b&gt;Mengapa Setiap hamba Tuhan haruslah hidup berdasarkan perintah Tuhan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kal Peralihan :&lt;/b&gt; Alasan-alasan Mengapa Setiap hamba Tuhan haruslah hidup berdasarkan perintah Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Karena Perintah Tuhan&amp;nbsp; memberi&amp;nbsp; arahan kepada hambaNya dalam bertindak (Ul. 6: 1)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya,"&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Orang Israel baru saja keluar dari tanah Mesir. Selama ini mereka hidup dalam tata cara dan peraturan perbudakan yang berlaku di Mesir. Bertahun-tahun lamanya mereka hidup dengan cara itu. Oleh karena itu, ketika mereka keluar dari Mesir, pola dan karakter kehidupan di Mesir itu lebih mempesona hati mereka dari pada kehidupan baru yang ada di depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang setelah mereka keluar dari perbudakan Mesir, secara status mereka bukan lagi budak bangsa Mesir. Namun benarkah demikian? Kenyataannya adalah bahwa setiap kali ada persoalan, mereka lebih suka hidup dalam pola dan kehidupan sebelumnya. Mereka suka meragukan kesanggupan Tuhan yang telah mengadakan banyak perbuatan ajaib serta yang telah membelah laut Teberau.&lt;br /&gt;Bukankah perkara-perkara ajaib itu seharusnya memperkuat hati mereka untuk mempercayai TUHAN? Seharusnya demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka melewati perjalanan yang Indah bersama dengan TUHAN, ternyata mereka masih meragukan kesanggupan TUHAN. Namun Terpujilah &lt;b&gt;&lt;u&gt;TUHAN&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;! TUHAN maha memahami keterbatasan umat-Nya itu. TUHAN menyatakan satu pengharapan yang baru melalui Musa hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba-Nya Musa menyuarakan demikian&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;"Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya,"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;(Ulangan 6:1). Dalam pesan ini, Musa dengan tegas menyuarakan satu arahan kepada umat itu agar berpegang kepada perintah TUHAN. Perintah itu harus dilakukan sehingga dapat menaklukan negeri yang akan TUHAN berikan kepada mereka. Inti dari arahan itu juga menegaskan bahwa mereka pasti menaklukan negeri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegasan yang sama juga berlaku bagi setiap hamba TUHAN muda. Siapa pun yang terpanggil menjadi hamba TUHAN, dengar..... pastikan TUHAN sudah memberikan pengarahan yang pasti kepadamu. Ketahuilah bahwa ketika TUHAN memanggilmu menjadi hamba-Nya, dan kemudian engkau meresponi panggilan itu, Tuhan pasti akan menolongmu untuk melihat janji TUHAN kepadamu pada waktu IA memanggilmu menjadi hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya adalah sudahkah kita mendengarkan dengan jelas seperti apa Perintah TUHAN kepada kita. yang menjadi seorang hamba Tuhan harus bertindak sesuai dengan petunjuk Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berikut ini adalah kisah panggilan Tuhan terhadap Dr. Jong Kuk Kim bersama keluarga untuk menjadi misionaris di Indonesia. Dikutip dari :&lt;a href="http://gkga-sby.org/content/view/473/47/lang,in/"&gt;http://gkga-sby.org/content/view/473/47/lang,in/&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Panggilan Tuhan terhadap Dr. Jong Kuk Kim bersama keluarga untuk menjadi misionaris di Indonesia &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sangatlah kuat. Sekalipun hal itu ditentang oleh keluarga (yang berlatar belakang agama Budha) dan banyak pihak menyayangkan keputusan itu, beliau tetap taat terhadap panggilan Tuhan. Sebagai seorang Korea yang monokultur, tidaklah mudah bagi beliau untuk dapat menyesuaikan diri di Indonesia yang multikultur. Banyak kesulitan/hambatan/tantangan yang dialaminya baik dari dalam maupun dari luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun pertama saat beliau ditugaskan di Malang adalah masa untuk mempelajari kebudayaan dan bahasa Indonesia. Kemudian beliau dipindahtugaskan di Jogya selama ± 12 tahun. Justru di Jogya itulah beliau dapat memahami dan mengenal orang-orang Indonesia dari berbagai suku secara lebih mendalam (sebab beliau berkeliling Indonesia dari Sumatera sampai Irian untuk mendirikan STII di beberapa wilayah Indonesia), dan mengenal ladang pelayanan, bahkan sekarang juga sudah didirikan MA Misiologi, dan D. Min. Misiologi di beberapa kota di Indonesia dimana beliau sebagai pencetus idenya. Dari Jogya beliau kemudian ditugaskan di Jakarta, disana pelayanan semakin meluas mencapai tingkat nasional dan internasional. Bahkan melalui gerakan Misiologi ini, gereja-gereja dan oikumene-oikumene dapat dipersatukan untuk memiliki satu pandangan keluar dalam misi dunia. Cita-cita beliau sangat mulia yaitu mencetak Hamba Tuhan/calon-calon misionaris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi : Marilah kita belajar meminta arahan daripada TUHAN perihal apa yang TUHAN kehendaki untuk kita kerjakan. Taatilah perintah Tersebut, karena dengan demikian kita akan melihat bahwa segala sesuatu yang pernah TUHAN menjanjikannya pasti akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Karena Perintah Tuhan&amp;nbsp; memberikan kepastian (Ul 6: 2-3)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;"2. supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. 3&amp;nbsp; Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Pada nats ini Musa hamba TUHAN yang telah menuntun mereka keluar dari negeri Mesir menegaskan hal pentingnya mentaati segala perintah TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Tuhan memberikan jaminan kepada bangsa Israel, bahwa apabila mereka berpegang pada perintah itu dan melakukannya, maka Israel akan tetap hidup dengan benar di hadapan TUHAN. Hal inilah yang menjadi kunci bagaimana mereka dapat tetap menunjukkan citra sebagai umat pilihan Allah. Hal ini juga menjadi kunci agar mereka mengalami segala janji-janji TUHAN kepada nenek moyang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba Tuhan, jangan pernah memulaikan pelayananmu atas jaminan yang semu. Tetapi dasarkanlah pelayananmu kepada perintah-perintah TUHAN. Banyak orang yang tadinya berkobar-kobar dalam melayani, tetapi karena satu dan lain hal mereka mundur dari TUHAN. Satu contoh, sewaktu saya masih berusia 24 tahun, saya sempat bertemu dengan seorang wanita muda. Usianya tidak lebih tua dari saya. Saya meliha bahwa ia begitu bersemangat melayani. Oleh karena itu, saya sempat jatuh hati kepadanya. Kebetulan waktu itu saya masih jomblo. Suatu waktu saya berkesempatan untuk datang ke gerejanya. Sebagai orang muda, rasanya hati ini sudah tidak tahan mengutarakan isi hati. Namun sebagai seorang yang sadar bahwa saya ini dipanggil TUHAN untuk melayani, kemudian saya bertanya kepada TUHAN "apakah wanita ini tepat untuk mendampingi saya?" Kemudian TUHAN menjawab saya : "Tidak, bukan dia orangnya." Saya berpikir bahwa TUHAN salah memberikan jawaban. Singkat cerita, saya mengambil keputusan sendiri dan kemudian menyatakan ungkapan hati kepadanya "Saya suka kepadamu, maukah kamu menjadi kekasihku?" dan dia menjawab : "Ya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu, saya mengalami satu hubungan yang kurang baik dengan TUHAN. Setiap kali saya berdoa, saya seolah-olah berbicara dengan benda mati. Puji TUHAN, Sekali pun saya tidak taat, tetapi Ia tetap setia dan menunjukkan kasih-Nya. Dia menggunakan banyak orang untuk menasihatkan agar saya menyudahi hubungan kasih dengan wanita tersebut. Alhasil, setelah sebulan lamanya saya menjalin hubungan kasih dengannya, saya memutuskan untuk mendengarkan petunjuk-Nya. Hasilnya, sejak saat itu, hubunganku dengan TUHAN kembali pulih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi sampai sebulan lamanya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-2257481909678543808?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/2257481909678543808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=2257481909678543808' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/2257481909678543808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/2257481909678543808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/04/perintah-tuhan-dan-relevansinya-dengan.html' title='Perintah Tuhan dan Relevansinya Dengan Masa Depan Pelayanan'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-3622050304259539539</id><published>2011-04-25T20:01:00.000-07:00</published><updated>2011-08-04T22:43:48.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Kehidupan Doa Yang efektif</title><content type='html'>Yoh14:  12-14 &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Matius21 : 21-22&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Matius11: 25-30 &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. &lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. &lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. &lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Keefektifan doa-doa yang kita panjatkan kepada TUHAN dipengaruhi oleh :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;A. Pengenalan kita Kepada pribadi Tuhan (Mat 11 : 27). &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah kita dapat mengenal Allah? &lt;br /&gt;Di dalam doa Yesus jelas tersirat bahwa kitadapat mengenal pribadi Tuhan yang sebenarnya melalui Yesus. &lt;br /&gt;Dia telah menempuh jalan yang sangat tidakmanusiawi karena kasih-Nya kepada manusia. &lt;br /&gt;Yesus dalam kemanusiaan-Nya menundukkan dirikepada kehendak Allah Bapa, demikian jugalah seharusnya kita dalam setiap doakita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tahun1990-an jutaan orang ateis di Rusia berbalik meninggalkan ateisme dan kembalikepada Tuhan. Seorang professor di St.Petersburg yang bidang keahliannya adalah astronomi membuat satu pernyataanyang menggambarkan komentar yang dibuat oleh banyak ateis yang telah berubah dinegara bekas Uni Soviet itu:  “Saya telah mencari arti hidup dalam risetilmu pengetahuan saya, tetapi tidak menemukan apa pun untuk dapat sayapercayai.  Para ilmuwan di sekitar saya mempunyai perasan hampa yangsama.  Bila saya melihat luasnya jagad alam ini melalui penelitianastronomi, dan kehampaan jiwaku, saya merasa pasti ada sesuatu di situ yangbermakna.  Lalu, ketika saya menerima Alkitab yang Anda berikan dan mulaimembacanya, kehampaan hidupku ini terisi.  Saya menemukan Alkitab menjadisatu-satunya sumber keyakinan bagi jiwa saya.  Saya telah menerima Yesussebagai Juruselamatku, dan telah menemukan kedamaian dan kepuasan sejati didalam hidup ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;B. Seberapa besar kepercayaan kita kepada Tuhan (Yoh 14: 12). &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“barangsiapa percaya kepada-Ku (Yoh 14 : 12),… Danapa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan (Mat 21 : 21-22)”&lt;/blockquote&gt;Percaya berasal dari kata Yunani “pistis” yang berarti : menghormatikepercayaan hubungan manusia kepada Allah. &lt;br /&gt;Percaya karena mengenal kesetiaan Tuhan untukmenggenapi janji-janji-Nya kepada manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu kaliJim bertanya kepada seorang ateis (orang yang tidak mengakui adanya Tuhan)apakah ia pernah bergumul, walaupun hanya untuk beberapa saat saja, bahwa mungkinTuhan itu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu!” kata ateis itu yang membuatJim kaget.  “Bertahun-tahun yang lalu, ketika anak kami yang pertamalahir, saya hampir menjadi seorang yang percaya akan Tuhan.  Pada waktusaya memperhatikan manusia kecil tetapi sempurna itu di tempat tidur bayi,ketika saya memperhatikan lenturan jari-jari kecil mungil dan melihat matanyayang kecil yang mulai mengenali sekitarnya, untuk jangka waktu beberapa bulanlamanya saya hampir berhenti menjadi seorang ateis.  Dengan melihat anak itusaya hampir diyakinkan bahwa Tuhan itu ada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;C. Respon kita kepada panggilan TUHAN (Mat 11 : 28).&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu danberbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Thayer Thayer Defining "Come" as  &lt;br /&gt;1) come hither, come here, come&lt;br /&gt;2) interjection, come!, come now!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pernyataan-Nya di dalam nats ini kita melihat bagaimana Tuhan memanggil setiap orang yang mengalamikepenatan di dalam kehidupan rohaninya. Melalui pemanggilan tersebut, Tuhan menghendaki agar setiap orang meresponi panggilan itu. Mengapa? Karena ketika orang-orang meresponi panggilan itu, kepadanya TUHAN menyatakan berkat kelegaan. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Ketika kita jauh dari Tuhan, maka perkara-perkara dunia ini lah yang mempengaruhi seluruh kehidupan kita. Perlu kita mengingat bahwa sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, kehidupan manusia di dunia ini sudah dipengaruhinya sedemikian rupa. Sejak saat itu kehidupan manusia bukan semakin baik, namun semakin terpuruk. Namun kita patut bersyukur, bahwa TUHAN tetap setia dalam kasih-Nya kepada manusia. Ia memanggil kita untuk mengalami kelegaan kekal. Bagaimana respon kita? Salah satu cara kita meresponi panggilan-Nya adalah dengan meluangkan waktu, teliga, hati dan seluruh keberadaan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;D. Ditentukan oleh seberapa besar iman kita kepada Allah (John 14: 12).&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Joh 14:12-14: "  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. (bdk) Matt. 21: 21-22:  "Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata percaya dalam kedua kutipan tersebut menggunakan akar kata yang sama  "pistis". Dalam kata ini terkandung makna : "bahwa Allah adalah pribadi yang patut dipercaya sebab ia adalah pribadi yang setia, dan benar layak untuk dipercaya."  Per­caya kepada Allah mencakup arti percaya bahwa Ia benar dan dapat diandalkan, mempercayakan diri kepada-Nya, dan taat serta setia kepa­da-Nya. Percaya pada firman-Nya berarti percaya dan menerima  apa yang sudah difirmankan-Nya itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-3622050304259539539?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/3622050304259539539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=3622050304259539539' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/3622050304259539539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/3622050304259539539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/04/kehidupan-doa-yang-efektif.html' title='Kehidupan Doa Yang efektif'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-1684114421019909803</id><published>2011-03-14T02:11:00.000-07:00</published><updated>2011-08-04T22:44:23.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Bagaimana orang Kristen menyikapi masalah? (part 2)</title><content type='html'>Masalah, persoalan, pencobaan, ujian atau apa pun namanya bukanlah hal baru dalam kehidupan setiap orang, baik yang digolongkan orang percaya TUHAN atau percaya hantu. Selama manusia masih hidup di&amp;nbsp; dunia ini, bisa kita katakan bahwa masalah unsur yang selalu mewarnai kehidupan manusia. Kalau begitu apa pentingnya membahas tentang masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi beberapa orang, baik yang memakai cap Kristen dan bukan, masalah dipandang seperti moster yang sangat menakutkan dan tidak mungkin dapat di selesaikan. Akibatnya, orang seperti ini menyelesaikan masalah tersebut dengan menghasilkan masalah baru. Ada yang menyelesaikannya dengan jalan pintas alias bunuh diri. Ada yang berusaha pergi ke orang yang katanya pintar eeeeeeeeeee ternyata ga pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang memandang masalah sebagai suatu kenikmatan. Apa alasanya?&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Masalah adalah sarana untuk melatih pengenalan kepada TUHAN&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah membuatnya semakin kuat karena semakin terlatih untuk menolong orang bermasalah dalam menyelesaikan masalah mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah adalah sarana untuk membuatnya semakin merendahkan diri dan hati kepada sang pencipta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dll. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Di sini kita dapat melihat bahwasanya masalah itu adalah sesuatu yang unik. Masalah dapat menjadi lebih kuat apabila kita lemah, dan masalah yang sama juga dapat menjadi lemah dan tak berdaya apabila kita lebih kuat dari padanya. Perhatikanlah bacaan berikut ini yang akan menolong kita menyelesaikan masalah dengan cara yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan bacaan : &lt;b&gt;Mat 8:5-10&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;5. &lt;/b&gt;Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: &lt;b&gt;6&amp;nbsp; &lt;/b&gt;"Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." &lt;b&gt;7&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."&amp;nbsp; &lt;b&gt;8&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. &lt;b&gt;9&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." &lt;b&gt;10&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. &lt;/blockquote&gt;Dalam pembacaan tersebut, seorang perwira ini memiliki persoalan yang sangat berat, yaitu hambanya sakit dan sangat menderita. Perwira ini tahu bahwa persoalan itu tidak dapat diatasinya. Sekali pun ia berkesempatan untuk mendapatkan hamba lain yang lebih sehat, namun perwira itu tidak melakukannya. Ia berusaha mencari jalan keluarnya. Hingga suatu waktu ia menemukan jalan keluarnya ada di dalam YESUS. Ia melepaskan semua jabatan dan harta bendanya, kemudian merendahkan diri di bawah kaki YESUS. Ia mengambil jalan yang paling tepat, yaitu dengan memintakan pertolongan kepada TUHAN YESUS. Hasilnya TUHAN menyembuhkan hambanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mengahdapi masalah, dan persolan apa pun, mari jangan pandang persoalan itu saja, tetapi datanglah kepada Yesus dengan hati yang penuh percaya kepada kesanggupan-Nya untuk menolong kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-1684114421019909803?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/1684114421019909803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=1684114421019909803' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/1684114421019909803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/1684114421019909803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/03/bagaimana-orang-kristen-menyikapi.html' title='Bagaimana orang Kristen menyikapi masalah? (part 2)'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-4788792071293667640</id><published>2011-03-02T00:43:00.000-08:00</published><updated>2011-08-05T00:04:23.833-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Bagaimana orang Kristen menyikapi masalah?</title><content type='html'>Menjadi orang Kristen adalah satu keputusan yang harus dijaga terus menerus. Menjadi orang Kristen bukanlah alasan untuk menghindar atau terlepas dari masalah. Menjadi orang Kristen berarti memberi diri untuk belajar melakukan setiap perintah. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6004825772020327323&amp;amp;postID=4788792071293667640&amp;amp;from=pencil" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"&lt;b&gt;17&lt;/b&gt;. Tuhan Yesus tidak pernah berjanji bahwa apabila kita mengikut Dia, semua ditanggung beres. Perhatikanlah apa yang TUHAN katakan dalam Injil Yohanes berikut ini :&lt;b&gt;18&amp;nbsp;&lt;/b&gt; "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;19&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. &lt;b&gt;20&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. &lt;b&gt;21&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku." (Yohanes 15: 17-21)&lt;/blockquote&gt;&amp;nbsp;Sekarang jelaslah bagi kita bahwa menjadi orang Kristen itu tidak mudah. Bagaimanakah kita menyikapi hal ini? Sebelum memberikan jawabannya, mari perhatikanlah yang berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"&lt;b&gt; 1&lt;/b&gt;&amp;nbsp; "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. 2&amp;nbsp; Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.&lt;b&gt; 3&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. &lt;b&gt;4&amp;nbsp;&lt;/b&gt; Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."&amp;nbsp; "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,&lt;b&gt; 5&lt;/b&gt;&amp;nbsp; tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? (Yohanes 16: 1-5)&lt;/blockquote&gt;TUHAN menghendaki agar kita jangan menyerah, namun semakin tekun untuk mengenal DIA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-4788792071293667640?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://mnsn.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/4788792071293667640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=4788792071293667640' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/4788792071293667640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/4788792071293667640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/03/bagaimana-orang-kristen-menyikapi_02.html' title='Bagaimana orang Kristen menyikapi masalah?'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-7062208791245020019</id><published>2011-02-08T18:58:00.000-08:00</published><updated>2011-08-04T22:45:26.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Matius 16:13-20&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;oleh Boyro Purba Siboro&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TVIEfUwSJZI/AAAAAAAAATU/9KFWXUhF5Ho/s1600/talking-to-jesus.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TVIEfUwSJZI/AAAAAAAAATU/9KFWXUhF5Ho/s320/talking-to-jesus.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah melakukan banyak mujizat, menyembuhkan banyak orang dan mengusir setan dengan hanya satu kali ucapan membuat Yesus sangat terkenal dan juga dicari-cari oleh orang.&amp;nbsp; Pada saat Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke Kaisarea Filipi, Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya&amp;nbsp; Ay.13, kata orang, siapakah anak Manusia itu?&amp;nbsp; Murid-Nya lalu menjawab Ay.14, bahwa ada banyak orang yang berkata Yohanes Pembabtis, ketika itu Yohanes Pembabtis telah mati martir kepala dipenggal dan didalam pribadi Yesus tersebar kabar ada roh Yohanes Pembabtis.&amp;nbsp; Ada juga orang bilang bahwa Yesus adalah Elia, nabi Elia adalah seorang nabi besar yang sangat banyak melakukan mujizat sama seperti Yesus juga melakukan mujuzat.&amp;nbsp; Ada juga &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;orang bilang bahwa Yesus adalah nabi Yeremia, nabi Yeremia adalah nabi yang selalu berkhotbah dan membuat hati banyak orang terharu dan berpengharapan.&amp;nbsp; Yesus juga sama seperti nabi Yeremia adalah pengkhotbah yang penuh kuasa.&amp;nbsp; Ada juga orang yang bilang bahwa Yesus adalah salah satu diantara para nabi yang diutus oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini jika kita jujur untuk melihat pendapat orang lain siapakah Yesus itu maka kita akan menemukan banyak pendapat tentang siapakah Yesus.&amp;nbsp; Orang Islam berpendapat bahwa Yesus adalah hanya seorang nabi, orang-orang liberal berpendapat bahwa Yesus adalah seorang tokoh yang membawa etika tentang kemanusiaan dan salah satu dari tokoh-tokoh yang menyebarkan agama sama seperti Sidarta Gautama, mahatmah Gandi, dan Muhammat.&amp;nbsp; Bahkan ada yang lebih ekstrim lagi yaitu Yesus menurut Dan Bwron penulis Davinci code.&amp;nbsp; Menurut Dan Bwron bahwa Yesus itu menikah dengan Maria&amp;nbsp; Magdalena dan memiliki keturunan, bahkan Dan Bwron berkata bahwa Yesus itu hanya manusia biasa.&amp;nbsp; Dan Bwron bahkan berkata bahwa Yesus diakui sebagai Allah ketika konsili Nicea pada tahun 325M.&amp;nbsp; Dan Bwron menyimpulkan bahwa Yesus tidak pernah mengakui ke Allahan-Nya, ke-Allahan-Nya diputuskan ketika konsili Nicea yang dipimpin oleh Kaisar Kontantin.&amp;nbsp; Saksi Yehova berpendapat bahwa Yesus hanya manusia biasa dan bukan Allah.&amp;nbsp; Bahkan menurut mereka bahwa Yesus adalah mahkluk yang diciptakan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ay.15, tetapi Yesus berkata, : "menurut kamu siapakah Aku ini?&lt;/b&gt;" Ternyata walaupun banyak pendapat orang tetang Yesus itu tidak penting, yang lebih penting menurut murid-murid-Nya secara pribadi itulah yang terpenting.&amp;nbsp; Walaupun kita banyak dengar pendapat tentang Yesus melalui buku-buku, melalui khotbah-khotbah, melalui seminar-seminar, melalui koran, melalui&amp;nbsp; radio, melalui KKR itu tidak terlalu berarti. Kita secara pribadi harus mengetahui siapakah Yesus itu?&amp;nbsp; Bukan pendapat orang yang penting tetapi pendapat kita tentang Yesus itu yang paling penting. Iman tidak tergantung oleh apa kata orang, pendapat orang tetapi bergantung pada pemahaman kita siapakah Yesus itu?&amp;nbsp; Orang Israel telah lihat Yesus lakukan mujizat, melakukan penyembuhan, lakukan pengusiran setan tetapi mereka tidak paham siapakah Yesus.&amp;nbsp; Orang yang liat Yesus langsung saja memiliki banyak pandangan tentang siapakah Yesus apalagi kita yang hidup zaman ini mungkin juga sama memiliki pandangan yang bermacam-macam tentang Yesus ada yang sesat, ada yang benar ada juga yang ngawur. Di Amerika yang ngaku negara Kristen dan banyak mengirim misionaris keseluruh dunia kini telah ngawur tentang siapa Yesus itu.&amp;nbsp; Bahkan para ahli-ahli teologi berkumpul dalam persatuan Yesus Sejarah untuk membahas tentang Yesus yang historis/sejarah yang pernah hidup yang dipimpin oleh Robert Frank, seorang ahli alkitab bertaraf internasional menyimpulkan bahwa perkataan-perkataan Yesus yang tercatat dalam alkitab hanya 18% saja yang benar.&amp;nbsp; Yang paling penting dari kesimpulan mereka adalah Yesus yang pernah hidup dalam sejarah berbeda dengan Yesus yang diimani oleh orang Kristen.&amp;nbsp; Yesus yang diimani oleh orang kristen bukan Yesus yang pernah hidup di Palestina tetapi hanya hasil rekayasa orang kristen abad pertama.&amp;nbsp; &lt;i&gt;&lt;b&gt;Siapakah Yesus itu sebenarnya?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ay.16, Simon Petrus berkata, Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup&lt;/b&gt;.&amp;nbsp; Ditengah-tengah kabar dan pendapat orang tentang Yesus, tetapi Simon Petrus menjawab bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.&amp;nbsp; Kita akan membahas tentang arti kata Mesias dan Anak Allah, &lt;u&gt;&lt;b&gt;Mesias arti secara harafiah adalah Yang Diurapi dalam tiga jabatan imam, nabi dan raja.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&amp;nbsp; Sebagai imam ia akan membuka jalan perdamian dengan Allah, sebagai nabi yang akan mengajarkan bangsa Israel jalan-jalan Tuhan dan sebagai raja yang memerintah serta menjadi raja atas Israel. Dalam Perjanjian Lama Mesias dinubuatkan akan hadir melalui garis keturunan Daud dari suku Yehuda. Dalam pandangan orang yahudi Mesias adalah seorang raja yang akan menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan dan kesesakan yang mereka alami.&amp;nbsp; Mesias adalah pribadi Yehova, Yahweh sendiri.&amp;nbsp; Karena dalam pemahaman tradisi yahudi Mesias identik dengan raja yang bertahtah dan penuh dengan kemuliaan tetapi tidak memhami dengan jalan penderitaan Ia memperoleh kemuliaan tersebut membuat orang yahudi menolak Yesus seorang anak tukang kayu yang biasa dan hanya punya 12 pengikut.&amp;nbsp; Karena tidak memahami&amp;nbsp; Perjanjian Lama dengan benar maka mereka sulit paham tentang pribadi Yesus yang adalah Mesias Israel.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Yang kedua adalah Anak Allah, ada beberapa arti tentang Anak Allah.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pertama, Anak Allah berarti menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. &lt;/b&gt;Anak menunjuk kepada kemanusiaan-Nya sedangkan Allah menunjukkan keillahian-Nya.&amp;nbsp; Jadi Yesus adalah Allah yang telah menjadi manusia (Filipi 2:5-7).&amp;nbsp; Jadi Yesus adalah manusia 100% dan Juga Allah 100%. Dua natur tetapi satu pribadi. Tidak tercampur tetapi juga tidak terpisah diantara kedua natur tersebut.&amp;nbsp; Ini adalah Kristologi yang agung bahwa Yesus adalah Allah sekaligus manusia.&amp;nbsp; Ia adalah Allah yang sejati dan manusia yang sejati juga.&amp;nbsp; Jadi kita menolak pandangan ngonostik yang berpendapat bahwa Yesus itu tidak pernah hadir menjadi manusia, Yesus hanya banyangan saja. Ini harus kita tolak karena tidak sesuai dengan Alkitab. Kita juga menolak pandangan yang berkata bahwa Yesus hanya manusia biasa sama seperti kita. Sebab Yesus tidak lahir dari hasil perkawinan manusia, tetapi juga tidak lahir dari hasil perkawinan antara Allah dan manusia.&amp;nbsp; Tetapi Ia lahir atas karya Roh Kudus yang berdaulat. Yesus tidak berbuat dosa, tetapi Yesus mengampuni dosa. Yesus pernah berjalan diatas air yang menunjukkan bahwa Yesus memiliki keillahian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua, Anak Allah berarti Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan (kolose 1:15).&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Jika kita berkata anak kunci kita tahu bahwa anak kunci tersebut mirip, sama dengan kunci yang asli. Pernyataan Anak Allah sama artinya bahwa Yesus itu serupa, mirip dengan Allah.&amp;nbsp; Allah itu roh dan tidak ada seorang pun yang pernah melihat bagaimana Allah itu.&amp;nbsp; Tetapi jika seseorang ingin melihat Allah yang tidak kelihatan maka pandanglah Yesus.&amp;nbsp; Disini istilah Anak Allah mengungkapkan misteri Kristologi tentang Allah yang transenden dan Allah yang imanen.&amp;nbsp; Allah itu roh tidak kelihatan dan berbeda secara karakter dan moral dengan manusia ini yang disebut transenden, tetapi Allah itu juga yang hadir dan menjadi sama dengan manusia turut merasakan apa yang dirasakan oleh menusia ini disebut imanen.&amp;nbsp; Agama islam menyembah Allah yang transenden sehingga ketika kita menyebut Yesus Allah mereka akan menolak karena tidak mungkin manusia menjadi Allah.&amp;nbsp; Tetapi mereka tidak mengenal istilah Allah yang imanen yang begitu dekat dan sama seperti manusia dalam pribadi Yesus. Yesus sama dengan Allah, kita menolak pandangan saksi Yehova yang berpendapat bahwa Yesus diciptakan dan tidak sama dengan Allah.&amp;nbsp; Yesus itu kekal, tidak berubah dan tidak diciptakan (Yoh 1:1-12). Memang benar ada pernyataan yang berbunyi dalam kolose 1:15, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, ayat ini dipakai oleh orang saksi Yehuwa untuk berargumentasi bahwa Yesus diciptakan.&amp;nbsp; Ayat ini banyak menimbulkan kebinggungan maka harus hati-hati menafsirkannya. Kata sulung dalam bahasa Yunani Prototokos, yang memang dapat diartikan sebagai, anak pertama dalam dalam urutan keluarga tetapi artinya dapat juga, Ia yang diutamakan bukan secara kronologi, jadi Ia yang sulung diutamakan karena Ia pencipta, Ia pencipta segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga, Anak Allah berarti Yesus Kristus memiliki Hubungan yang khusus, yang pribadi yang tidak dimiliki oleh siapapun juga.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Semua manusia telah memberontak kepada Allah dan telah memusuhi Allah.&amp;nbsp; Tetapi Yesus memiliki hubungan yang akrab dengan Allah, menunjukan bahwa Ia bukan manusia berdosa dan dengan jalan tersebut Yesus dapat membukan jalan yang mendamaikan kita dengan Allah. &lt;br /&gt;Ay. 17, Yesus berkata tentang pengakuan Petrus, Yesus menyebut petrus berbahagia karena bukan manusia yang mengajar Petrus tetapi Bapa.&amp;nbsp; Ketika orang-orang memiliki pemahaman yang simpang siur tentang Yesus tetapi Petrus memiliki pemahaman yang benar, pemahaman yang dalam, pemahaman yang sempurna, yaitu pemahaman yang tidak dapat diajarkan oleh orang lain tetapi diajarkan oleh Allah Bapa sendiri.&amp;nbsp; Banyak orang belajar, banyak orang yang mendengarkan khotbah, banyak orang yang telah menyaksikan mujizat, kesembuhan dari Yesus tetapi memiliki pemahaman yang lain tentang Yesus.&amp;nbsp; Tetapi Petrus memiliki pemahaman yang falid, yang benar, yang sejati karena ia menerimanya atas pernyataan Allah Bapa.&lt;br /&gt;Jemaat GGP Elim pernah kesaksian kepada saya bahwa dahulu semua anak dan istrinya sudah jadi kristen tetapi ia belum.&amp;nbsp; Ketika anak istrinya pergi gereja ia bakar baju anak istrinya. Ketika anak istrinya berdoa saat makan ia ambil ikan dan lauk mereka dan lempar kepada anjing, ketika sebelah rumahnya sedang kebaktian maka ia selalu membuat keributan, memukul-mukul kaleng, panci dan melempari rumah ibadah.&amp;nbsp; Ia tidak percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi sekarang ia menjadi kristen bahkan menghibahkan tanah sekitar 200meter untuk pembangunan gereja.&amp;nbsp; Kini ia mengakui Yesus kristus adalah Tuhan dan Allah. Siapa yang bisa menyakinkan orang seperti ini kalau bukan Tuhan yang mengajarkannya.&amp;nbsp; Sebab ada istilah didalam kekristenan tentang hal ini, yaitu kesaksian batiniah dari Roh Kudus.&amp;nbsp; Jadi Roh Kudus yang mengajarkan manusia tentang kebenaran, dosa dan penghakiman. Tentang kebenaran yaitu bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang hidup. Puji Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ay.18, Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini harus secara bijaksana, sebab karena kalimat ini menjadi dasar otoritas kepausan katolik Roma untuk menetukan apa yang benar dan salah karena katolik adalah penganti Petrus batu karang itu. Yang Yesus sebut itu batu karang siapa? Ada dua penafsiran pertama, yang Yesus sebut batu karang adalah pribadi Petrus. Sebab dahulu namanya bukan Petrus tetapi simon. Setelah ucapan itu maka ia diganti nama menjadi Petrus(batu). Penafsiran kedua, yang Yesus sebut batu karang adalah pengakuaan Petrus.&amp;nbsp; Pengakuan Petrus itu adalah Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.&amp;nbsp; Maka saya pikir yang lebih tepat adalah yang kedua. Sebab tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab kita menemukan bahwa Petrus disebut batu karang. Tetapi dalam Kitab I korintus10:4 disebut bahwa Kristus adalah batu karang dan bukan Petrus. Dan tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang bisa dijadikan ajuan bahwa Petrus adalah batu karang.&amp;nbsp; Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa Petrus(Petros) dan batu karang (Petra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gereja yang sejati adalah gereja yang dibangun diatas dasar pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Gereja yang sejati bukan gereja yang dibangun atas dasar filsafat, pengetahuan, kekeluargaan, otoritas paus sekalipun tidak dapat membangun gereja yang sejati.&amp;nbsp; Hanya mereka yang mengaku Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.&amp;nbsp; Diatas apa gereja dibangun? Atas dasar Kristus.&amp;nbsp; Ini menunjukkan keuniversalan gereja. Gereja yang sejati bukan GSJA, GKI, REFORM, PROTESTAN, BUKAN GGP, BUKAN BAPTIS tetapi&amp;nbsp; mereka yang mengaku bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.&amp;nbsp; Orang yang menyaksikan kesembuhan dari Tuhan Yesus belum tentu mengenal Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah. Kita datang kegereja, berbakti akan sangat sia-sia jika tidak berdasarkan dasar yang sejati.&amp;nbsp; Saya pikir kurang tepat jika kita berkata bahwa gereja berdiri pada hari pentakosta.&amp;nbsp; Sebab ayat ini jelas bahwa gereja berdiri ketika nama Yesus diakui sebagai Mesias/Kristus, anak Allah yang hidup. Saya memiliki pemahaman lain tentang hari pentakosta yakni pemberian kuasa(Kis.1:8) kepada gereja untuk menjalankan fungsi dan tugasnya dalam dunia. Ada tiga fungsi gereja dalam dunia, Koinonia(persekutuan), Diakonia(pelayanan), Marturia(penginjilan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alam maut tidak dapat menguasainya, sepanjang sejarah gereja telah terbukti bahwa gereja yang sejati tidak pernah binasa dan tidak dapat dihentikan. Semakin dijepit akan semakin bertahbah, semakin ditindas akan semakin kuat dan berkembang. Tidak ada yang dapat membinasakan gereja yang sejati.&amp;nbsp; Walaupun Voltaire pernah berkata 100 tahun dari sekarang kekristenan tidak akan ada lagi. Tetapi sampai hari ini gereja yang sejati masih ada dan berkarya ditengah-tengah dunia ini. Nero siksa orang kristen, bakar hidup-hidup jadi lilin pada malam hari, lemparkan kepada singa, dipenggal, dipanjung..tetapi gereja yang mengaku Yesus adalah mesias anak Allah yang hidup tidak pernah binasa dan alam maut/ hades sendiri tidak dapat menguasainya.&amp;nbsp; Kematian adalah hal yang paling ditakutkan semua orang, dan yang paling dihindari oleh orang.&amp;nbsp; Saya pernah ikut penguburan orang mati, yang mati ini anak muda dan anak satu-satunya dari keluarga ini.&amp;nbsp; Pada saat petinya diturunkan tiba-tiba ibunya menjerit, ungga sudah sambil angkat roknya dia loncat masuk kuburan...dohot mau mate(ikutlah aku mati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian tidak menjadi yang kekejaman bagi gereja yang sejati, bahkah orang-orang dahulu yang mati martir dengan bernyanyi dan memuji Tuhan sebelum mereka dibunuh. Karena mereka tahu bahwa mereka memiliki hidup yang kekal.&amp;nbsp; Contoh: polycarpus murid rasul Yohanes seorang uskup di smirna ditangkap dan dihadapkan kepada kaisar.&amp;nbsp; Lalu karena melihat ini orang sangat tua ketika itu polycarpus berusia 80 tahun.&amp;nbsp; Ia melakukan penawaran, agar polycarpus menyangkal Yesus dan menyembah kaisar sebagai Tuhan.&amp;nbsp; Lalu polycarpus berkata bahwa ia tidak akan menyangkal Yesus.&amp;nbsp; Untuk kedua kalinya kaisar meminta agar polycarpus pertimbangkan masa tuanya, jika ia menyangkal Yesus dan menyembah kaisar ia akan dibebaskan, jawab polycarpus bahwa 70 puluh tahun ia melayani Yesus tidak mungkin Ia menyangkal-Nya karena tidak pernah sedikitpun Yesus mengecewakannya.&amp;nbsp; Marahlah kaisar dan berkata jika kau tidak menyangkal Yesus kau akan kulemparkan kedalam api. Polycarpus menjawab: silahkan lakukan apa yang kau mau, api yang kau buat hanya mampu bakar aku 2jam tetapi ingat ada api yang tidak terpadamkan yang akan membakar kalian semua yang tidak percaya kepada Yesus.&amp;nbsp; Cepatlah lakukan apa yang kalian inginkan sebab aku tidak akan menyangkal Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup. Lalu polycarpus mati dengan cara dibakar hidup-hidup. Puji Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ay.19. kepadamu akan&amp;nbsp; Kuberikan kunci kerajaan surga. Apa yang kau ikat di dunia akan terlepas disurga dan apa yang kau lepaskan didunia akan terlepas di sorga. Ayat ini juga rumit dan sulit diterjemahkan. Pertanyaan yang kita ajukan dengan ayat ini adalah apakah surga memerlukan kunci untuk membukanya? Buat apa Yesus kasih kita kunci untuk buka surga sementara kita masih hidup dalam dunia ini? Latarbelakang ayat ini ditemukan dalam istilah kerajaan. Sewaktu seorang raja tinggal dalam sebuah istana yang besar maka ia akan mempercayakan semua pengaturan dalam kerajaan tersebut. Mulai dari makanan-minuman, pakaian, anak-anak, dan seluruh kegiatan dalam istana tersebut.&amp;nbsp; Jadi ia dipercayakan seluruh hal dalam istana tersebut bahkan memengang kunci setiap hal dalam istana.&amp;nbsp; Jadi dengan kata lain pegawai ini dipercayakan otoritas yang besar dalam istana tersebut.&amp;nbsp; Contoh untuk kasus ini adalah Yusuf pada saat bekerja dirumah Potifar. Mbah-mbah Rijan juru kunci gunung Merapi.&amp;nbsp; Jadi mbah-mabah Rijan orang yang berkuasa di Gunung Merapi yang mewakili kraton Yogjakarta, Sultan Hamengkubono X. Jadi jika orang ingin melakukan sesuatu maka orang terlebih dahulu bertanya kepada Mbah-mabah rijan dan ia menentukan mana yang boleh-mana yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir ini adalah contoh yang paling dapat kita terima saat ini, saya tidak tahu jika ada penafsiran yang lebih baik dari ini.&amp;nbsp; Jadi inti dari teks ini adalah diberikan kuasa untuk mengambil keputusan dan menjadi wakil kerajaan Allah dalam dunia ini. Baik dalam doktrin/ajaran yang sehat maupun dalam tingkah laku etis.&amp;nbsp; Nah...sekarang para rasul dah mati jadi saya boleh dong mengubah doktrin yang ada karna saya juga gereja yang mengaku Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup?&amp;nbsp; Maka jawaban saya adalah semua doktrin dan perilaku etis telah tercatat didalam Alkitab dan tidak bisa ditambah dan dikurang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-7062208791245020019?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='YesusmesiasMujizatYohannespembaptiseliaanakAllah' href='http://google.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='YesusmesiasMujizatYohannespembaptiseliaanakAllah' href='http://yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/7062208791245020019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=7062208791245020019' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7062208791245020019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7062208791245020019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/02/yesus-adalah-mesias-anak-allah-yang.html' title='Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TVIEfUwSJZI/AAAAAAAAATU/9KFWXUhF5Ho/s72-c/talking-to-jesus.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-9117225858202118760</id><published>2011-02-06T20:01:00.000-08:00</published><updated>2011-08-11T00:26:13.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Pentingnya Menyadari Mengapa Harus Melayani TUHAN</title><content type='html'>&lt;u&gt;&lt;b&gt;Kis 26: 12-23 &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TU9tIWnTd7I/AAAAAAAAATQ/IR6XrOtdDHE/s1600/add_toon_info.gif" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TU9tIWnTd7I/AAAAAAAAATQ/IR6XrOtdDHE/s320/add_toon_info.gif" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari &lt;a href="http://jollyblogger.typepad.com/jollyblogger/2004/08/pastors_as_the__1.html"&gt;http://jollyblogger.typepad.com/jollyblogger/2004/08/pastors_as_the__1.html&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku "Misi dari dalam Krisis" yang diterbitkan oleh Obor Mitra Indonesia, Jakarta 2003, hal 40-44, Bagus Surjantoro menulis dalam artikel berjudul "Alasan untuk Melayani Tuhan":&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6004825772020327323&amp;amp;postID=9117225858202118760&amp;amp;from=pencil"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Ada berbagai macam faktor yang melatarbelakangi mengapa seseorang melayani Tuhan. Tetapi faktor paling utama yang mendasari pelayanan yang sejati adalah panggilan Tuhan. Faktor panggilan Tuhan akan menjadikan seseorang hidup untuk melayani, bukan melayani untuk hidup. Karena panggilan itu pula, &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;seseorang yang mempunyai pengalaman nyata akan kasih karunia Allah dalam hidupnya kemudian akan menjadikan kasih kepada Allah dan sesama sebagai dasar kehidupan dan pelayanannya. Orang yang memiliki motivasi kasih kepada Allah dan sesama inilah yang akan lebih `tahan banting` dalam pelayanan. Paulus &lt;br /&gt;adalah salah satu contoh seseorang yang memiliki panggilan Tuhan yang jelas dalam hidupnya. Itulah yang membuat hidup dan pelayanannya begitu luar biasa di dalam tangan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Allah memanggil, Dia tahu siapa yang dipanggil-Nya dan untuk apa. Jika Allah menghendaki kita melakukan sesuatu, Dia tahu bahwa kita sanggup melakukannya dengan anugerah-Nya. Allah kita adalah Allah yang Mahabesar dan Ia sanggup melakukan segala perkara. Dia yang mengatur alam semesta, Dia yang empunya bumi dan segala isinya, laut serta segala yang diam di dalamnya. Kitalah yang sering berpikiran picik dan kerdil, membuat Allah seolah-olah tidak mampu berbuat apa-apa. Kepicikan dan kekerdilan iman yang menjadi penghalang bagi kita sehingga kita tidak mampu melihat kebesaran Allah atas seluruh ciptaan-Nya, termasuk juga atas hidup kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposisi                 :  Anda dan saya dipilih Tuhan untuk melayani-Nya.&lt;br /&gt;Kalimat Tanya         :  Bagaimanakah Anda dan saya dipilih Tuhan untuk melayani-Nya?&lt;br /&gt;Kalimat Peralihan     :  Fakta-fakta bagaimanakah Anda dan saya dipilih Tuhan untuk melayani-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam nats ini khususnya ayat. 14-15 Paulus menjelaskan kepada Raja Agripa bagaimana TUHAN memanggilnya : "Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. 15. Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah bagiamana  Paulus menyatakan cara TUHAN memilihnya. TUHAN memilihnya bukan karena ia dapat memenuhi standar kebenaran Allah. Coba perhatikan catatan mengenai waktu pemilihan tersebut.  Pada waktu itu, Paulus sedang dalam perjalanan ke Damsyk untuk  tujuan menganiaya jemaat TUHAN yang ada di sana. Di situlah TUHAN menangkapnya serta menetapkannya menjadi seorang “pelayan-Nya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari waktu, dan proses pemilihan ini, sungguhlah satu perkara yang kontropersial. Bukankah TUHAN yang memilihnya adalah pribadi yang Maha Tahu, Maha Suci,  Maha Adil, dan Maha pengasih? Keberadaan-Nya sebagai pribadi yang Maha Adil, mengharuskan TUHAN menghukum Paulus. Namun dalam nats ini Paulus menjelaskan bahwa dalam perjumpaannya dengan TUHAN di jalan menuju ke Damsyk tersebut, TUHAN malah memilih dan menetapkannya menjadi pelayan dan saksi-Nya.&lt;br /&gt;Peristiwa ini menjelaskan kepada kita, bahwa Paulus dipilih bukan karena siapa Paulus. Bukan karena ia memenuhi kriteria seorang pelayan Tuhan, tetapi TUHAN memilih serta menetapkannya menjadi hamba-Nya adalah karena IA sendirilah yang berinisiatif untuk melakukannya. Hal serupa juga terjadi dengan kita di zaman ini. Oleh karena itu, hargailah pilihan dan penetapan TUHAN yang telah menetapkanmu menjadi pelayan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi : JIM CAVIEZEL adalah seorang aktor biasa dengan peran-peran kecil. Dan film-film yang dibintanginya juga tidak besar. Peran yang  terbaik yang pernah dimainkannya adalah satu film perang dengan judul ”THE THIN RED LINE'. Di situ pun dia hanyalah salah satu peran di antara aktor-aktor besar yang bermain dalam film kolosal itu.&lt;br /&gt;Dalam The Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh ke arah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.&lt;br /&gt;Akhirnya diadakanlah pertemuan dengan Jim untuk membicarakan tawaran untuk peran itu. Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film2 lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya Jim  harus belajar bahasa dan dialek aramik, bahasa yang digunakan pada masa itu. Dan Mel kemudian menatap tajam jim, kemudian menegaskan resiko terbesar yang mungkin akan dihadapinya. Katanya bila Jim memerankan film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karirnya sebagai aktor di Hollywood. &lt;br /&gt;Dalam kesenyapan menanti keputusan Jim apakah jadi bermain dalam film itu, Jim bertanya pada Mel Gibson: 'Mel apakah engkau memilihku karena inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?'  Mel menggeleng setengah terperangah, terkejut, menurutnya ini menjadi agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiannya. Dia memilih Jim murni karena perannya di 'The Thin Red Line'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jim kemudian mengatakan : “Baiklah Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung resikonya, mari kita buat film ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan : Kesadaran akan hal bagaimana TUHAN memilih serta menetapkan menjadi pelayan-Nya memampukan kita untuk melakukan pelayanan itu. Apa pun resikonya, tidak menjadi penghalang yang berarti untuk tetap mengerjakannya sampai  tujuan Allah melalui pelayanan tersebut terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Ketahuilah bahwa Pelayanan  tidak dapat dipisahkan dari kesaksian  (ay. 16). &lt;/b&gt;&lt;/u&gt; &lt;br /&gt;Pelayanan Kristen dan kesakasian merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dengan kata lain, jadi kalau pelayanan kita sebut sebagai wadahnya, maka kesaksian adalah isinya. Bayangkanlah seumpama satu wadah tidak dipergunakan, maka wadah itu tinggallah satu wadah yang dipenuhi oleh debu. Demikian juga halnya dengan isi yang berupa sesuatu benda, atau apa pun bentuknya. Tanpa tempat yang baik untuk menampungnya, itu akan berserakan kemana-mana, bahkan bisa rusak hingga menjadi seonggokan sampah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdt. Nathanael Channing, dalam tulisannya dengan tema "BASIC INSTINCT 1 - Hakekat Pelayanan" halaman 1, mengutip pernyataan Luther yang mengatakan “Di sini saya berdiri saya tidak dapat melakukan yang lain, Tuhan tolonglah saya”. Nathanael menegaskan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pelayanan adalah: “Respon atas kasih karunia Allah yang telah menyelamatkan manusia di dalam Yesus Kristus, dengan penyerahan diri sebagai hamba Allah yang diwujudkan melalui persembahan hidup yang kudus dan benar, dedikasi diri dalam memikul salib Kristus untuk menjalankan visi dan misi Allah dalam menyelamatkan umat manusia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus menyebutkan tujuan TUHAN Yesus memanggilnya adalah agar ia menjadi "pelayan dan saksi."  Kisah Para Rasul 26: 16. berbunyi :"Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti." Nats ini mengajarkan eratnya hubungan antara pelayanan dan kesaksian. Pelayanan tersebut haruslah bersumber dari apa yang dilihat Paulus dari TUHAN. Nats ini juga mengajarkan bahwa sifat penyataan yang akan TUHAN perlihatkan itu bukanlah sesuatu yang sifatnya hanya pada saat Paulus ditangkap TUHAN menjadi pelayan-Nya. Namun TUHAN masih akan memperlihatkannya kepada Paulus. Hubungannya dengan konteks masa kini adalah hendaklah setiap pelayan TUHAN mendasarkan pelayanannya kepada penyataan Allah. Oleh karenanya, setiap pelayan TUHAN haruslah memiliki hubungan yang intim dengan sang empunya pelayanan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Kisah Para Rasul 26: 17-18, rasul Paulus menceritakan tujuan Allah menetapkannya menjadi pelayan dan saksi itu demikian : "Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas yang berat bukan? Namun kita patut mencontoh Paulus. Sekali pun ia tahu resiko dari tugas itu, ia berkata dalam ayat 19 :  "Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat"  Di ayat selanjutnya jelas bagi kita apa akibat yang dialami oleh Paulus. Ia menceritakan bukti ketaatannya dalam melayani TUHAN.&lt;br /&gt;Ketaatan Paulus kepada perintah TUHAN  dalam menyaksikan imannya yang baru tersebut mengandung resiko yang mengancam nyawanya. Paulus menceritakan : "Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku" (Kis 26: 20-21).  Di sini nyata bagi kita betapa beratnya resiko yang harus ditanggungnya. Tetapi kita melihat bahwa sekali pun ia harus mengalaminya, ia tetap menjalankannya.  Alkitab menjelaskan orang-orang yang hidup dalam ketaatan kepada perintah TUHAN. Mereka sedia membayar harga untuk sebuah ketaatan, seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Namun pada sisi lain, Alkitab juga berbicara tentang ketidaktaatan dan akibatnya, seperti Saul, Yunus dan banyak raja-raja Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita mempertanyakan mengapa Paulus tetap taat, sekali pun ia harus mengalami resiko sampai hampir terbunuh? Ketaatan Paulus menentukan seberapa besar jumlah orang yang sadar akan keberadaannya yang berdosa. Ketika seseorang sadar akan keberadaannya yang berdosa, saat itu mata rohaninya mulai terbuka. Dengan demikian ia pun menyadari bahwa ia mebutuhkan sang Juruselamat.  Ketaatan Paulus menentukan seberapa besar jumlah orang yang terlepas dari jerat kuasa iblis. Ayat ini menjelaskan bahwa ketika itulah orang itu mengalami pertumbuhan iman untuk mulai berpindah kepada kuaxsa TUHAN Yesus yang mampu memerdekakannya secara sempunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reinhard Bonke mengatakan ” Izinkan saya menceritakan sebuah rahasia kecil: Allah tidak menggunakan orang-orang berbakat khusus. Dia menggunakan orang-orang biasa seperti Anda dan saya untuk menyentuh dunia dengan kekuatan penyembuhan-Nya. Apa yang membuat pelayanan Reinhard Bonke semakin berkembang? Karena di dalam pelayanannya ia menyaksikan YESUS Kristus sebagai TUHAN dan Juru Selamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi : Dalam pembuatan film The Passion Of Christ, banyak tantangan dan kesulitan yang harus Jim Caviezel alami. Kadang kala ia tidak sanggup untuk melewatinya. contoh ketika ia harus memikul kayu salib yang ukuranya dan beratnya identik dengan salib Yesus. Waktu kayu tersebut diletakkan di bahunya, ia kaget betapa beratnya kayu tersebut. ketika kayu itu diletakkan di bahunya, bahunya tidak kuat menanggung beratnya beban itu sehingga lepas dari persendian. Akibatnya ia mengerang menahankan sakit tak terperi. bahkan ia sempat mengeluarkan kata-kata kasar karena kurang tanggapnya kru lain melihat apa yang dialaminya. Di sesi yang lain, ketika ia memerankan peristia pencambukan, dagingnya tercabik karena terkena tajamnya cambuk asli yang mengenai kulitnya. Jim menyikapinya dalam kebergantungan kepada TUHAN dalam doa-doanya. Jim dalam kesaksiannya mengatakan :&lt;br /&gt;Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunanNya melakukan semua ini. Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu saya bukan seorang yang dalam hubungan denganNya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik   dalam diri saya.&lt;br /&gt;Dan kini saya telah berada dipuncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau yang  mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjadi aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendakMu.&lt;br /&gt;Singkat cerita, setelah melewati proses demi proses pembuatan film yang sangat sulit, di mana nyawa Jim terkadang harus dipertaruhkan. TUHAN melawat Jim dan semua Crew yang ambil peran di dalam pembuatan film tersebut. Bahkan pemeran prajurit Roma yang adalah seorang muslim setelah adegan tersebut, ia menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang. Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman yang tidak akan terlupakan&lt;br /&gt;Penerapan : TUHAN telah menetapkan Anda dan saya menjadi pelayannya, dengan tujuan agar banyak jiwa mengenal Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat pribadi mereka. Tuhan telah menempatkan kita pada posisi pelayanan yang tepat. Ada yang ditempatkan di sekolah, ada yang TUHAN tempatkan di tempat kerja. Mari layanilah TUHAN dalam kebergantungan kepada DIA yang telah mempercayakan pelayanan itu kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN Pasti membentuk Anda dan saya seturut kehendak-Nya (ay 17-18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GELANDANG Inggris, Frank Lampard meyakini timnya bisa menjuarai Piala Dunia 2010 kali ini. katanya, Three Lions mempunyai kualitas tim paling mumpuni dan merata. Hanya saja pengharapan untuk menjadi juara bisa jadi mimpi buruk jika mereka dipaksa untuk adu penalti.&lt;br /&gt;Inggris memang selalu bernasib buruk jika dipaksa adu tos-tosan ini. Sejak Piala Dunia 1990, Inggris tersingkir dari lima turnamen (Piala Eropa, dan Piala Dunia) lewat adu penalti. Masing-masing kalah dua kali dari Portugal, dan Jerman, serta sekali dari Argentina. Karena kutukan itulah, sekalipun yakin skuadnya punya potensi besar menjuarai Piala Dunia kedua kalinya, Lampard meminta rekan-rekannya untuk menghapus dulu memori buruk soal adu penalti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harus diakui, adu penalti seolah jadi hantu menakutkan bagi kami. Dan, ini bukan menyangkut soal teknis. Kami semua sudah tahu apa yang harus dilakukan saat mengeksekusi penalti. Ali-alih ini adalah soal mental, dan mungkin menyangkut mengubah kutukan," ujarnya dikutip dari The Sun, kemarin.&lt;br /&gt;Ia kemudian mengeluh, entah kenapa adu penalti itu seperti kutukan yang tak bisa dihindari. Ia pun berterus-terang, jika saatnya nanti harus ada adu penalti, dan mental para pemain belum 'digarap' maka bukan tak mungkin nantinya para pemain justru akan saling menolak untuk jadi juru eksekusi.&lt;br /&gt;"Tak peduli sehebat apapun kita bermain sepanjang 120 menit. Tak peduli setangguh apapun kita bertarung. Namun saat masuk adu penalti, kita akan berujar 'Oh, kita harus melakukan ini lagi'," ucapnya sembari mengumpat.&lt;br /&gt;Karena 'kutukan' itu sudah terpetakan dalam pikiran, lanjutnya, maka sulit untuk menghindari, dan justru jadi tambahan beban mental. "Ini jadi semacam penyakit yang harus disingkirkan dalam pikiran," imbuhnya.    &lt;br /&gt;Lampard lantas merujuk pada tim Jerman yang dikenal jago dalam urusan adu penalti. "Itulah kenapa Jerman sangat jago adu penalti. Mereka punya sejarah bagus dalam adu penalti. karenanya mereka begitu percaya diri. Sedang kita dinaungi kutukan," ungkapnya.&lt;br /&gt;Latihan Khusus&lt;br /&gt;Urusan adu penalti ini rupanya jadi perhatian serius pelatih Inggris, Fabio Capello. Pelatih asal Italia ini berjanji akan mengupayakan segala cara agar timnya benar-benar siap menghadapi 'neraka' tos-tosan ini di babak knockout nanti.&lt;br /&gt;"Kita selalu melakukan latihan khusus adu penalti setiap kali latihan. Tapi, tentu saja situasinya sangat berbeda. Sangat gampang mencetak gol dari titik penalti saat latihan lantaran tekanannya sangat berbeda dengan di pertandingan sesungguhnya," ujar Capello dikutip dari Mirrorfootball.com  (dikutip dari http://www.tribun-timur.com/read/artikel/101691/Latihan-Khusus-Adu-Penalti).&lt;br /&gt;Perhatikanlah betapa seriusnya para pelatih bola menghadapi Piala dunia beberapa waktu yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan adalah satu pertarungan yang memerlukan keahlian tinggi.Dr. James D. Kennedy, penulis buku Evangelism Explotion mengadakan pelatihan khusus bagaimana menginjilis yang efektif kepada 3  temannya di Florida. Dr. Kennedy membuat satu analogi hal kesulitan melayankan Injil seumpama menerbangkan sebuah pesawat. Hal tersulit dalam menerbangkan pesawat adalah untuk menentukan saat kapan yang peling tepat untuk lepas landas, dan saat untuk mendaratkannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A Survey done by Christianity Today demonstrated that EE is today the most widely used tool for training pastors and laity for evangelism. EE not only empowers trainees to gain confidence in presenting the Gospel, it enables them to become trainers of other soul-winners, thus setting entire churches on fire for evangelistic outreach to friends and neighbours". (DR. James Kennedy, Ph. D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pastor Kennedy has recaptured the biblical concept that the church's primary task is every-member evangelism.'The Church having come to Christ, is to go for Christ'." (DR. Billy Graham). dikutip dari  http://www.pemudakristen.com/news/ee.php. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum TUHAN benar-benar memakai Paulus sebagai pelayan dan saksi-Nya, rasul Paulus dalam Kisah Para Rasul 26: 17, mengatakan "Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang tersulit dalam kehidupan manusia adalah pada saat ia diasingkan dari kelompoknya. Kesepian merupakan musuh terbesar manusia. Namun apabila manusia dapat mengalahkan kesepiannya, maka ia akan dapat menanggung beban hidupnya.  Menurut Les Carter, "adalah Kesepian perasaan pemisahan, isolasi, atau jarak dalam hubungan manusia berarti. Kesepian rasa sakit emosional, perasaan kosong, dan kerinduan untuk merasa dimengerti dan diterima oleh seseorang. (dikutip dari Tim Hansel, Melalui padang gurun Kesepian (Elgin, Ill: David C. Cook, 1991), 59-60.) yang dimuat di http://bible.org/seriespage/chapter-17-lessons-loneliness. Namun kita melihat bagaimana TUHAN memanfaatkan kesepian untuk berperkara dengan Paulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa juga dialami oleh Bruce E. Olson. Dalam bukunya berjudul ”Brucho demi salib ini, Kubunuh Kau” mengisahkan bagaimana pengalamannya bersama dengan TUHAN. Ia adalah seorang  muda dengan usia 19 tahun waktu ia harus meninggalkan rumah dan pergi ke pegunungan Amerika Selatan. Ia sadar akan panggilan TUHAN kepadanya. Panggilan itu dia mulai rasakan saat ia masih berusia 14 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Bruce menyadari panggilan TUHAN kepadanya, ia mulai mempertanyakan siapakah Tuhannya. Dalam pencarian jawaban atas pertanyaan itu, tidak seorang pun dapat memberikan jawaban yang memuaskan hatinya. Bruce hanya mengenal Tuhan yang diajarkan oleh gereja Lutheran yaitu TUHAN yang keras dan pasti mengadili perbuatan manusia menurut perbuatannya. Bruce juga mengenal Tuhan yang lain dari sekolahnya. Semua ini membuatnya bingung.  Dalam pencarian jawaban tersebutia membaca kitab Yohanes dan menemukan TUHAN yang berbeda. Ia menemukan TUHAN yang mempunyai belas kasihan kepada-nya dan kepada jiwa-jiwa yang terhilang. Tuhan menghendakinya melayani di Amerika selatan, yaitu di antara suku  Indian Motilone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan mengeluarkannya dari lingkungan keluarganya, jauh dari sarana komunikasi modern. Hampir mati dibunuh, dan karena sakit lever yang tidak diobati,  namun dibebaskan Tuhan dengan cara yang ajaib. Sesuai dengan waktu TUHAN, Brucho berhasil mengadakan kontak dengan suku Motilone. Melalui pelayanan Brucho yang senantiasa bergantung kepada TUHAN, orang-orang Motilone yang terkenal sebagai suku kanibal, dan ganas takluk kepada Injil Kristus. Dampaknya orang-orang Motilone diubahkan TUHAN. Hal ini menjadi satu bukti yang juga mempengaruhi suku-suku indian di sekitarnya untuk menerima Kristus sebagai TUHAN dan Juruselamatnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan :  Pembentukan TUHAN terhadap setiap kita berbeda satu dengan yang lainnya. Namun dalam proses pembentukan itu, setiap orang pasti akan merasakan hal yang tidak mengenakkan. Namun setiap orang yang berhasil melalui proses pembentukan itu pasti akan melihat hasil, dimana TUHAN Turut bekerja. Dan pada akhirnya tujuan Tuhan dalam pemilihannya kepada kita sebagai pelayannya akan tergenapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditulis oleh : Manto Manurung, S.Th.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-9117225858202118760?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/9117225858202118760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=9117225858202118760' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/9117225858202118760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/9117225858202118760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/02/pentingnya-menyadari-mengapa-harus.html' title='Pentingnya Menyadari Mengapa Harus Melayani TUHAN'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TU9tIWnTd7I/AAAAAAAAATQ/IR6XrOtdDHE/s72-c/add_toon_info.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-3253410831550438617</id><published>2011-01-28T01:02:00.000-08:00</published><updated>2011-07-28T22:59:07.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni'/><title type='text'>Kehamilan adalah Anugerah</title><content type='html'>Kehamilan adalah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh wanita dewasa. Banyak wanita yang sudah menikah bertahun-tahun namun belum juga berhasil hamil. Hal serupa sempat kami alami. Setelah pernikahan kami melewati tahun pertama dan tanda-tanda kehamilan belum terlihat, orang-orang terdekat mulai gusar.&lt;br /&gt;Mendekati tahun kedua, teman-teman dan sahabat terdekat, bahkan keluarga mulai meragukan apakah kami ini mandul. Sebagai manusiayang masih tinggal dalam tubuh yang terdiri dari darah dan daging ini, terkadang kami merasa goyah juga. Namun syukur kepada Tuhan. Firman-Nya memberi kekuatan dan meneguhkan hati kami untuk tetap berharapkepada-Nya. Alhasil, bulan Oktober 2010 istri ku tercinta Tuhan anugerahkan mengandung anak pertama kami. Minggu ini, kehamilannya genap 4 (empat) bulan. Puji TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini memberkati Anda dan pasangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-3253410831550438617?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://google.com' title='Kehamilan adalah Anugerah'/><link rel='enclosure' type='hamil' href='http://google.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/3253410831550438617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=3253410831550438617' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/3253410831550438617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/3253410831550438617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/01/kehamilan-adalah-anugerah.html' title='Kehamilan adalah Anugerah'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-5792420906111510199</id><published>2011-01-28T00:59:00.000-08:00</published><updated>2011-07-28T22:59:07.193-07:00</updated><title type='text'>Jesus Teaches About "The Good Samaritan"</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/OIVB3DdRgqU?fs=1" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="295"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-5792420906111510199?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/5792420906111510199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=5792420906111510199' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/5792420906111510199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/5792420906111510199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2011/01/jesus-teaches-about-good-samaritan.html' title='Jesus Teaches About &amp;quot;The Good Samaritan&amp;quot;'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/OIVB3DdRgqU/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-2463096566040711786</id><published>2010-12-26T11:10:00.000-08:00</published><updated>2011-08-04T23:39:17.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni'/><title type='text'>TUHAN YANG SETIA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TReX0bZ1lBI/AAAAAAAAASQ/S5ZgnmGofRA/s1600/100_0012.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TReX0bZ1lBI/AAAAAAAAASQ/S5ZgnmGofRA/s320/100_0012.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Syukur kepada TUHAN YESUS KRISTUS yang telah memberikan penghiburan kepada saya dan keluarga. Setelah melewati masa-masa sulit dalam tahun pertama pernikahan kami, Dia selalu membuktikan penyertaan-Nya bagi kami. Tahun ini, dua tahun sudah kami (saya dan Istri) menikah, TUHAN semakin membuat kami takjub akan kesetiaan-Nya . Apa pun yang kami alami, Dia tidak pernah membiarkan kami berjalan sendiri. Malam ini, ketika saya dan istri sedang makan di jalan Gajah Mada, saya kaget dengan kehadiran-Nya. Tuhan ku menjamah hati ku. Ia mengingatkanku akan berkat terbesar yang kami rindukan selama hampir dua tahun ini. Anak yang ada dalam kandungan istriku. Anak ini adalah anak berkat bagi kami. Pernah istri saya berpikir untuk mengikuti saran dari teman-temannya untuk mengikuti program kehamilan. Setelah mendengar saran tersebut, tiga bulan lalu istri sempat mengatakan kepada saya agar kami mengikutinya bulan Januari 2011. Mendengar perkataan istri tersebut, saya mengingatkan istri akan janji berkat Tuhan atas pernikahan. Saya &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6004825772020327323&amp;amp;postID=2463096566040711786&amp;amp;from=pencil" name="more"&gt;&lt;/a&gt;mencoba mengutip kisah tentang Rahel yang memintakan anak kepada Yakub. Dalam kisah tersebut, Rahel merengek-rengek kepada Yakub untuk memintakan anak. Melihat istri yang dikasihinya itu, Yakub menjawab : "Allahkah aku, sehingga engku meminta anak kepadaku?" Dari kasus&amp;nbsp;ini, saya mendapat pesan bahwa Allahlah yang sanggup memberikan kehidupan dalam rahim seorang ibu. Oleh karena itu, saya mengatakan kepada istri, apakah kita harus menyerah karena kamu belum hamil?&amp;nbsp;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejak saat itu, saya semakin menaruh pengharapanku kepada TUHAN-ku. Setiap malam saya berdoa dan menumpangkan tangan ke atas rahim istriku. Suatu hari (sekitar bulan Agustus 2010) saya mendapatkan pesan dari TUHANku bahwa istriku terakhir menstruasi bulan September 2010. Mendengar nubuatan itu, istriku sepertinya tidak yakin. Suatu hari di bulan Oktober 2010, waktu pulang dari kebaktian umum dua saya dan istri bertemu dengan Pendeta&amp;nbsp; Jitro atau yang dikenal opa The. Waktu bertemu opa, seperti biasanya kami menyapa beliau dan berjabat tangan dengannya. Di sela-sela percakapan kami, opa bertanya kepada istri apakah istri sudah hamil. Mendengar pertanyaan itu, istri menjawab : "belum opa, doakan iya opa." Kemudian Opa The berkata : "bulan depan kamu hamil, kembar." Luar biasa, TUHAN-ku dasyat. Pada tanggal 5 November 2010 (hari Jumat jam 1 siang) istriku harus masuk rumah sakit Royal Taruma. Padahal hari Senin (tanggal 8 November 2010) harus berangkat ke Jawa Tengah dalam rangka tugas dengan naik pesawat. Oleh karena keadaan istri yang masih di rawat di Rumah Sakit, Istri tidak jadi berangkat. Namun satu keanehan terjadi, dimana Dokter Lita yang merawatnya mengijinkannya pulang dari setelah jam 1 siang pada tanggal 8 November tersebut, dengan catatan bahwa tanggal 10 harus chek up kembali.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tanggal 10 November 2010, pagi-pagi sekitar jam 6 pagi istri merasakan ada sesuatuyang aneh pada dirinya. Ia merasa mual dan pusing. Melihat tanggalan tersebut, menurut yang biasanya setiap bulan, seharusnya&amp;nbsp; istri sudah menstruasi hari itu. Namun tidak ada tanda-tanda itu, melainkan pusing dan mual-mual. Mendengar keluhan istri,saya menyarankan agar ia test urin dengan testpek. Istri saya pun melakukannya, dan hasilnya "positip". Melihat hasil test tersebut, istriku belum percaya. Saya langsung berkata kepadanya, "kamu hamil!" Puji TUHAN!! Istriku masih belum percaya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah ia mandi, jam delapan saya mengantarkannya ke Rumah sakit Royal Taruma untuk chek up sesuai dengan saran dokternya. Sebelum ke tempat dokter Lita, Istri terlebih dahulu ke bagian kebidanan untuk chek dan konsultasi kehamilan. Kemudian Dokter menyarankannya untuk di USG. Dari hasil analisa, Dokter menyimpulkan bahwa Istriku sudah hamil empat minggu empat hari. Amazing.....! TUHAN YESUS Dasyat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-2463096566040711786?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/2463096566040711786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=2463096566040711786' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/2463096566040711786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/2463096566040711786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2010/12/tuhan-yang-setia.html' title='TUHAN YANG SETIA'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TReX0bZ1lBI/AAAAAAAAASQ/S5ZgnmGofRA/s72-c/100_0012.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-7528135868188740902</id><published>2010-12-07T21:09:00.000-08:00</published><updated>2011-07-28T23:24:57.329-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leadership'/><title type='text'>Disiplin Pribadi vs Disiplin Rohani Dan Manfaatnya Dalam Pelayanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ibrani 10:36-39:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;36. &lt;/b&gt;Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. &lt;b&gt;37&amp;nbsp; &lt;/b&gt;"Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. &lt;b&gt;38&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." &lt;b&gt;39&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Pendahuluan :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Disiplin atau tindakan pendisiplinan merupakan hal yang penting diterapkan dalam proses pendidikan. Dalam prosesnya, ada orang menyikapinya dengan positif, namun ada juga yang memandangnya dengan negatif. Mengapa demikian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Arti Kata Disiplin :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Disiplin Pribadi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;A. Pengertian displin Pribadi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;B. Cakupan Disiplin Pribadi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;C. Bagaimana Menjadi Pribadi Yang Disiplin&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Disiplin Rohani&lt;/u&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;A. Pengertian Disiplin Rohani &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;B. Bagaimana Cara Mendisiplinkan Rohani kita?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Korelasi Disiplin Pribadi dengan Disiplin Rohani dan Manfaatnya dalam Pelayanan&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-7528135868188740902?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://google.com' title='Disiplin Pribadi vs Disiplin Rohani Dan Manfaatnya Dalam Pelayanan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/7528135868188740902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=7528135868188740902' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7528135868188740902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7528135868188740902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2010/12/disiplin-pribadi-vs-disiplin-rohani-dan.html' title='Disiplin Pribadi vs Disiplin Rohani Dan Manfaatnya Dalam Pelayanan'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-7931454093577194707</id><published>2010-11-30T20:37:00.000-08:00</published><updated>2011-08-04T22:47:01.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Dewasa Rohani Tidak Harus Tua</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TPXfAGV0FsI/AAAAAAAAASE/YYQrXuaKec0/s1600/matua.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TPXfAGV0FsI/AAAAAAAAASE/YYQrXuaKec0/s200/matua.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dewasa atau kedewasaan adalah topik yang luas. oleh karenanya pada tulisan ini, saya mencoba membahas dari sisi kedewasaan ditinjau dari perspefktif Alkitab, khususnya tentang korelasi antara kedewasaan rohani seseorang dengan kedewasaan berfikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membahas pokok di atas, penulis mencoba mencantumkan&amp;nbsp; tulisan dari Paulpa di blognya (&lt;a href="http://hikmatpembaharuan.wordpress.com/2008/12/16/pembelajaran-orang-dewasa-ciri-ciri/"&gt;http://hikmatpembaharuan.wordpress.com/2008/12/16/pembelajaran-orang-dewasa-ciri-ciri/&lt;/a&gt;)yang dirangkumkan dari Downs, Perry G., “Adult: An Introduction” dalam buku &lt;a class="title" href="http://www.amazon.com/Christian-Education-Foundations-Robert-Clark/dp/0802416470" title="View details for this title"&gt;Christian &lt;span class="term"&gt;education&lt;/span&gt;: foundations for the future&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;Tidak ada garis pembatas yang jelas dalam masyarakat modern yang memberi indikasi kapan seorang pribadi menjadi orang dewasa. Pada beberapa masyarakat primitif, pembatas tersebut bisa berupa ritual inisiasi yang mengantar seseorang pada &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6004825772020327323&amp;amp;postID=7931454093577194707&amp;amp;from=pencil" name="more"&gt;&lt;/a&gt;masa kedewasaan. Biasanya masa dewasa dimulai pada awal duapuluhan (yang ditandai dengan beberapa peristiwa penanda) dan berlanjut sampai akhir hidup.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-195"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masa dewasa adalah masa yang mengalami perubahan dan melewati tahap-tahap&amp;nbsp; dan pola perkembangan juga dan tidaklah statis seperti yang disangka oleh banyak orang selama ini. Pola yang dapat diprediksi dalam kehidupan orang dewasa secara struktur sosial:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Duapuluhan – memiliki ciri keyakinan yang besar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tigapuluhan – sering memiliki keragu-raguan, dan mempertanyakan banyak keputusan hidup mereka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Empat puluhan – memiliki ciri akan rasa ketergesaan yang dalam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lima puluhan – memiliki ciri penerimaan diri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah enam puluhan – potensi hikmat dan kekudusan dinyatakan dalam kedalaman yang lebih besar&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;menuliskan "karakteristik orang dewasa" antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Konsep diri orang dewasa berubah, dari seseorang yang tergantung menjadi mengatur diri sendiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang dewasa memiliki sejumlah pengalaman dan pemahaman yang semakin banyak, yang berfungsi sebagai sumber daya pembelajaran yang kaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan untuk belajar akan lebih banyak berorientasi pada tugas perkembangan dari peran sosial&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perspektif orang dewasa dalam menggunakan pengetahuan berubah dari penerapan yang tertunda menjadi penerapan segera &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimanakah Alkitab mendefinisikan tingkat kedewasaan seseorang? Penulis mencoba meneliti beberapa catatan Alkitab tentang pokok ini. Dari penyelidikan tersebut, penulis menemukan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Kedewasaan seseorang harusnya selaras dengan tingkat usianya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1Samuel 2:26&amp;nbsp; Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia. &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lukas 1:80&amp;nbsp; Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel. &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Luk 2:52&amp;nbsp; Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.&amp;nbsp; &lt;/blockquote&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Kualitas kedewasaan seseorang berbanding lurus dengan kualitas pengenalannya kepada Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2Petrus 3:17-18: "Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya."&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang yang memasuki tahap kedewasaan rohani memiliki ciri-ciri :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Dapat memutuskan perkara yang lebih utama dalam hidupnya.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Ibrani 11: 24-27 :&lt;/b&gt; &lt;b&gt;24.&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, &lt;b&gt;25.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. &lt;b&gt;26.&amp;nbsp;&lt;/b&gt; Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. &lt;b&gt;27&lt;/b&gt;.&amp;nbsp; Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Dapat memahami perintah dan larangan Tuhan.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Nehemia 10:28&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Dan orang-orang yang lain, yakni: para imam dan orang-orang Lewi, para penunggu pintu gerbang, para penyanyi, para budak di bait Allah dan segala orang yang memisahkan diri dari penduduk negeri untuk patuh kepada hukum Allah, serta isteri mereka, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka, begitu juga semua orang yang cukup dewasa untuk mengerti.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Dapat mempertanggung jawabkan pengalaman rohaninya dengan Tuhan di hadapan banyak orang.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Yohanes 9:21&lt;/b&gt;&amp;nbsp; tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri." &lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Dapat Membedakan mana yang baik dan yang berkenan kepada TUHAN&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;1 Korintus 14: 20&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! &lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Ibrani&amp;nbsp; 5:11 - 14 :&amp;nbsp; "11.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. &lt;b&gt;12.&amp;nbsp;&lt;/b&gt; Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. &lt;b&gt;13.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. &lt;b&gt;14.&lt;/b&gt; Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. &lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Mengutamakan kepentingan Allah dalam mewujudkan rencana penyelamatan umat manusia&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;1 Korintus 3: 1-10: " 1.&lt;/b&gt; Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. &lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. &lt;b&gt;3.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? &lt;b&gt;4.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani? &lt;b&gt;5.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. &lt;b&gt;6.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. &lt;b&gt;7.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. &lt;b&gt;8.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. &lt;b&gt;9.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. &lt;b&gt;10.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-7931454093577194707?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/7931454093577194707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=7931454093577194707' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7931454093577194707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7931454093577194707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2010/11/dewasa-rohani-tidak-harus-tua.html' title='Dewasa Rohani Tidak Harus Tua'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TPXfAGV0FsI/AAAAAAAAASE/YYQrXuaKec0/s72-c/matua.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-5183049663438002792</id><published>2010-11-24T22:36:00.000-08:00</published><updated>2011-08-04T22:47:55.141-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Disiplin Rohani dan Keefektifan Pelayanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;1Timotius&amp;nbsp; 4: 1 – 12&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.&amp;nbsp; Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2&amp;nbsp; oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.&amp;nbsp; 3&amp;nbsp; Mereka itu melarang orang kawin, &lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. 4&amp;nbsp; Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, 5&amp;nbsp; sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa. 6&amp;nbsp; Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini. 7&amp;nbsp; Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. 8&amp;nbsp; Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. 9&amp;nbsp; Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 10&amp;nbsp; Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. 11&amp;nbsp; Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. 12&amp;nbsp; Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM_EIONaYbI/AAAAAAAAARs/Y0JkLEKxsuo/s1600/spiritual+life.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM_EIONaYbI/AAAAAAAAARs/Y0JkLEKxsuo/s200/spiritual+life.jpg" width="154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa waktu yang lalu, di website resmi GSJA (&lt;a href="http://www.gsja.org/2010/11/22/pelayanan-atau-kejar-tayang/comment-page-1/#comment-2628"&gt;http://www.gsja.org/2010/11/22/pelayanan-atau-kejar-tayang/comment-page-1/#comment-2628&lt;/a&gt;)&amp;nbsp; dimuat satu artikel “pelayanan atau kejar tayang” yang ditulis oleh ibu Pdt. Ita Utomo, istri dari bapak Pdt. Thomas Agung. Berikut ini adalah kutipan dari tulisan beliau : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Banyak dari saudara mungkin membaca artikel ini karena judulnya yang “amat menyindir”, dan memang saya menulis artikel ini karena saya merasa sedih, geram dan ‘mengurut dada’ mendengar dan melihat bagaimana beberapa hamba Tuhan dari berbagai denominasi yang saya kenal telah berubah hatinya menjadi ‘hamba uang’. Saya sendiri harus selalu mengawasi diri saya agar tidak jatuh pada masalah yang sama, karena semakin hari semakin kelihatan betapa berkuasanya uang atas kita, termasuk atas hamba-hamba Tuhan. Tetapi segala usaha saya itu tidak memadamkan keinginan saya untuk menunjukkan kepada anda betapa runyamnya gambaran pelayanan sebagian hamba Tuhan. Ini terutama terjadi di perkotaan! ….&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Banyak dari kita ketika mulai melayani, kita yakin bahwa Tuhan pasti akan mencukupi kebutuhan kita. Tetapi seiring dengan waktu yang berjalan dan pengalaman yang kita lalui kita mengalami sendiri tantangan dan kekurangan. Akhirnya kita mengeluh dan bertanya-tanya mengapa semua ini tidak semudah yang dibayangkan? Mengapa hamba Tuhan dapat kekurangan, sakit, kesusahan, dsb. Perlahan-lahan kita mulai memasukkan pikiran dalam hati kita untuk meninggalkan pelayanan. Saya tahu ada cukup banyak Pelayan Injil yang ketika disupport karena perintisan akan terus melayani tapi ketika support berhenti (setelah 3 tahun biasanya) mereka berhenti melayani di tempat tersebut atau pindah daerah supaya di daerah yg baru mereka bisa mendapat support baru lagi. Bahkan saya kenal beberapa hamba Tuhan (lebih dari satu ya) yang suka berpindah-pindah organisasi karena alasan support atau dana.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya teringat dengan sebuah pengalaman menarik. Seorang hamba Tuhan yg kami undang digereja kami bercerita bahwa isterinya mengatur schedule kotbahnya di gereja-gereja seperti kejar tayang atau kejar setoran supaya bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Sampai-sampai sang suami kelelahan harus kesana kemari.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah ini yang dimaksudkan dengan pelayanan yang efektif?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Marilah kita melihat definisi ”Efektivitas” Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Efektivitas (kata benda) berasal dari kata dasar efektif (kata sifat). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga tahun 2003, halaman 284 yang disusun oleh Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, "&lt;b&gt;Efektif&lt;/b&gt;" adalah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;‘ada efeknya’ (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;‘manjur atau mujarab’ (tt obat); &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;‘dapat membawa hasil; berhasil guna’ (tt usaha, tindakan); ‘mangkus’; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;‘mulai berlaku’ (tt undang-undang, peraturan). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sementara itu, efektivitas memiliki pengertian "keefektifan". &lt;b&gt;Keefektifan &lt;/b&gt;adalah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;‘keadaan berpengaruh’; ‘hal berkesan’; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;‘kemanjuran’; ‘kemujaraban’ (tt obat); &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;‘keberhasilan’ (tt usaha, tindakan); ‘kemangkusan’; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;‘hal mulai berlakunya’ (tentang undang-undang, peraturan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa Definisi Atau Pengertian ”Efektivitas” Menurut para ahli : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Roulette (1999:1) Efektivitas adalah dengan melakukan hal yang benar pada saat yang tepat untuk jangka waktu yang panjang, baik pada organisasi tersebut dan pelanggan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hodge (1984:299) Efektivitas sebagai ukuran suksesnya organisasi didefinisikan sebagai kemampuan organisasi untuk mencapai segala keperluannya. Ini berarti bahwa organisasi mampu menyusun dan mengorganisasikan sumber daya untuk mencapai tujuan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hidayat (1986) Efektifitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektifitasnya”.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hidayat (1996), Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah tercapai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Stefen Cofey dalam bukunya yang berjudul THE 7 HABITS OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE &amp;nbsp; mengungkapkan tujuh kebiasaan orang-orang yang paling efektif dalam hidup. Dalam hidup semua manusia dalam menjalankan kehidupannya, paling tidak ada:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prinsip-prinsip dasar: orang tersebut dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip dasar keberhasilan ke dalam karakter mereka. Antara lain : Integritas, Kerendahan Hati, Kesetiaan (loyal), Keadilan, Keberanian, Kesederhanaan, Kesopanan, dll&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Personality Ethic (Sikap dan Perilaku) Keberhasilan merupakan suatu fungsi kepribadian, citra masyarakat, sikap dan perilaku, keterampilan dan teknik, yang melicinkan proses-proses interaksi manusia. Personality Ethic mengambil 2 jalan : 1. Teknik hubungan manusia dan masyarakat 2. Sikap mental positif&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Paradigm / Paradigma (Cara pandang) adalah representasi mental. Adalah model, pattern, atau kumpulan ide-ide yang menjelaskan satu aspect. Paradigma bisa diumpamakan sebagai peta dari kota atau wilayah sehingga jelas bahwa &amp;nbsp;peta bukanlah wilayah itu sendiri. Kita melihat dunia bukan sebagaimana &amp;nbsp;dunia adanya, melainkan sebagaimana kita adanya – atau – sebagaimana kita terkondisikan untuk melihatnya. Tidak pernah lengkap dan tidak pernah sama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Emotional Bank Account (Rekening Bank Emosional) Rekening Bank Emosional mencerminkan tingkat kepercayaan dalam suatu hubungan. Seperti rekening keuangan di bank, kita memasukkan simpanan ke atau melakukan penarikan dari rekening ini. Perbuatan-perbuatan seperti berusaha untuk memahami terlebih dahulu, bersikap murah hati, menepati janji, dan bersikap setia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk menjalankan kehidupan yang effektif harus membangun tujuh kebiasaan &lt;br /&gt;“Kebiasaan 1 : Jadilah Proaktif ( Be Proactive ). &lt;br /&gt;“Kebiasaan 2 : Merujuk pada Tujuan Akhir ( Begin With The End in Mind )&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama ( Put First Thing First )&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kebiasaan 4 : Berfikir Menang/Menang ( Think Win Win )&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kebiasaan 5 : Berusaha untuk Memahami Terlebih &amp;nbsp;Dulu, Baru Dipahami (To Understand To Be Understood&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kebiasaan 6 : Wujudkan Sinergi (Synergy)&lt;br /&gt;“Kebiasaan 7 : Mengasah &amp;nbsp;Gergaji ( Sharpening The Saw ) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau Steven R. Covey dapat mengajarkan 7 kebiasaan manusia yang paling efektif, rasul Paulus mengajarkan : Keefektifan Pelayanan ditentukan oleh tingkat pendisiplinan rohani seorang hamba TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaannya adalah&amp;nbsp; : &lt;/b&gt;mengapakah keefektifan pelayanan ditentukan oleh tingkat pendisiplinan rohani seorang hamba TUHAN? Berikut alasan-alasan mengapa keefektifan Pelayanan ditentukan oleh tingkat pendisiplinan rohani seorang hamba TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;I. Pendisiplinan rohani menolong hamba TUHAN untuk mengalami Janji TUHAN. &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hendaklah kaulatih dirimu untuk kehidupan yang beribadat. 8&amp;nbsp; Latihan jasmani sedikit saja gunanya, tetapi latihan rohani berguna dalam segala hal, sebab mengandung janji untuk hidup pada masa kini dan masa yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp; Tujuan TUHAN memberikan tugas kepada hambaNya adalah untuk membimbing jiwa-jiwa bertemu kepada TUHAN serta mengalami TUHAN dalam kesehariannya di muka bumi ini. Ini adalah&amp;nbsp; tugas dengan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di satu sisi seorang hamba TUHAN harus bisa mempresentasikan eksistesi TUHAN dan rencanyaNya bagi umat manusia yang berdosa, sehingga manusia itu mau dengan sukarela meresponi TUHAN. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun di sisi lain tugas ini memiliki resiko yang sangat besar&amp;nbsp; yang selalu siap mengancam keselamatan jiwa dan rohani seorang hamba TUHAN.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tugas seorang hamba Tuhan adalah tugas yang dikerjakan dalam dunia yang terikat dengan waktu/zaman. Paulus menuliskan pesan kepada anak rohaninya Timothius bahwa&amp;nbsp; sekali pun seorang hamba TUHAN telah berhasil dalam menjalankan tugasnya, namun ada waktu dimana orang-orang yang sudah mengenal Tuhan akan cenderung meninggalkan jalan kebenaran yang telah mereka pelajari dari TUHAN. Paulus berkata kepada Timothius : &lt;i&gt;&lt;b&gt;“1.&amp;nbsp; Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2&amp;nbsp; oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari pesan ini jelaslah bagi kita bahwa sebagai hamba TUHAN, kita memiliki tandingan. Mereka yang dimaksudkan oleh paulus sebagai orang-orang yang memiliki cap para pendusta itu berusaha untuk membelokkan perhatian orang-orang yang kita layani dari kebenaran kepada hal-hal yang menyerupainya. Dalam dunia dimana kita berada saat ini, apa yang pernah dinubuatkan oleh Paulus tentang hamba-hamba tandingan tersebut sangat nyata. Mereka ada di sekitar kita. Mereka begitu menarik perhatian dari banyak orang, termasuk orang-orang yang tadinya sudah mengikuti jalan TUHAN. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hari-hari ini, banyak hamba Tuhan yang mulai gusar dan ragu akan panggilannya. Tidak jarang kita mendengarkan bahwa ada hamba Tuhan yang mulai ditinggalkan oleh jemaat-jemaat yang selama ini dilayaninya. Untuk beberapa waktu lamanya, mungkin ia masih bisa bertahan, namun lambat laun mulai berkata: “jangan-jangan TUHAN tidak benar-benar memanggil saya menjadi hamba-Nya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekarang ini disadari atau tidak disadari, banyak orang yang tadinya adalah hamba Tuhan, namun belakangan ini mulai mempraktekkan cara-cara yang tidak berkenan kepada TUHAN. Mereka bukan lagi melayani untuk tujuan Tuhan, melainkan untuk mencapai tujuannya sendiri. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fakta yang baru saja kita dengarkan, adalah satu bukti bagi kita bahwa nubutan Paulus tentang zaman ini adalah benar. Pertanyaan bagi kita adalah bagaimana supaya kita dapat tetap pada rel panggilan TUHAN kepada kita sebagai hamba-Nya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jawabannya adalah dengan belajar mendisiplin diri kita untuk beribadah kepada TUHAN. Artinya kita harus mendisiplin rohani kita sedemikian rupa. Paulus menjelaskan kepada kita bahwa ketika kita berhasil dalam tahap ini, kita akan berhasil menjadi hamba TUHAN yang mengalami janji-janji TUHAN dalam kehidupan dan pelayanan kita. Sekali lagi mari kita perhatikan &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Hendaklah kaulatih dirimu untuk kehidupan yang beribadat. 8&amp;nbsp; Latihan jasmani sedikit saja gunanya, tetapi latihan rohani berguna dalam segala hal, sebab mengandung janji untuk hidup pada masa kini dan masa yang akan datang.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;II. Pendisiplinan Rohani erat hubungannya dengan keefektifan pelayanan Tersebut&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;9.&amp;nbsp; Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 10&amp;nbsp; Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. 11&amp;nbsp; Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. 12&amp;nbsp; Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pelayanan yang efektif adalah pelayanan yang disertai dengan kehidupan yang efektif dalam menerapkan nilai-nilai yang dianut serta ditularkan oleh sang pelayan kepada mereka yang dilayaninya.&amp;nbsp; Di atas telah kita pelajari bahwa “Tujuan TUHAN memberikan tugas kepada hambaNya adalah untuk membimbing jiwa-jiwa bertemu kepada TUHAN serta mengalami TUHAN dalam kesehariannya di muka bumi ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas tersebut erat hubungannya dengan kepemimpinan yang menerapkan nilai-nilai keteladanan. Kepemimpinan seperti inilah yang akan menghasilkan dampak pergeseran penilaian dan keinginan yang kuat kepada orang-orang di sekitarnya untuk ikut menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa pendapat pakar kepemimpinan tentang "&lt;b&gt;pemimpin&lt;/b&gt;" dan "&lt;b&gt;keteladanan&lt;/b&gt;": &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt; Bass dan Riggio (2006)&lt;/b&gt; menyatakan pemimpin tranformasional dicirikan oleh empat komponen yang dikenal dengan “Four I’s”:&lt;b&gt;&lt;i&gt; idealized influence&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;inspirationa&lt;i&gt;l &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;motivation, intelectual inspiration&lt;/i&gt;, dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;individual consideration&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. “I” pertama,&lt;b&gt;&lt;i&gt; idealized influence&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; atau pengaruh yang ideal, menjabarkan tingkah laku dan pengaruh yang dapat mengembangkan kepercayaan pengikut.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemimpin seperti ini dipuja, dihormati, dan dipercaya oleh para pengikutnya. Para pengikutnya bersimpati kepada sang pemimpin dan ingin menirunya dan menyanjungnya karena dipandang memiliki kemampuan, keberanian, dan keteguhan pendirian yang luar biasa (Bass dan Riggio 2006).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Kouzes dan Posner (2007)&lt;/b&gt; pengembang teori kepemimpinan berhaluan transformasional juga meletakkan keteladanan sebagai praktik utama kepemimpinan yang berhasil. Karena memandang begitu pentingnya keteladanan, kedua ahli menyebut konsep kepemimpinan yang dikembangkannya sebagai Kepemimpinan Keteladanan atau Exemplary Leadership. Dalam teorinya Kouzes dan Posner (2003 dan 2007) menyatakan bahwa ketika mendapati sesuatu yang luar biasa terjadi, pemimpinan melaksanakan lima praktik kepemimpin teladan yaitu : &lt;br /&gt;1. mencontohkan cara (Model the Way), &lt;br /&gt;2. menginspirasi visi bersama (Inspire a Shared Vision),&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp; menantang proses (Challenge the Process), &lt;br /&gt;4. memampukan orang lain untuk bertindak (Enable Others to Act), dan &lt;br /&gt;5. menyemangati jiwa (Encourage the Heart).&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan model the way - Kouzes dan Posner (2007) berpandangan &lt;i&gt;&lt;b&gt;"memimpin berarti  Anda harus menjadi contoh yang baik, dan mewujudkan apa yang anda katakan."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Gelar yang dimiliki seseorang merupakan pemberian, akan tetapi kehormatan hanya dapat dicapai melalui tingkah lakunya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam hal apakah kita harus mempraktekkan keteladanan? Paulus mengatakan :&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“12.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pesan Paulus kepada Timothius ini mengingatkan kepada kita bahwa esensi dasar dari pelayanan seorang hamba TUHAN bukan terletak pada hasil dalam tanda kutip sejumlah jiwa-jiwa semata. Esensi dasar dari pelayanan adalah terletak pada siapa dia dihadapan TUHAN dan di hadapan orang-orang yang dilayaninya, dalam arti bagaimana ia dapat berhasil dalam mempraktekkan nilai-nilai yang akan dilayankannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristopher Andios dalam menuliskan diblognya&amp;nbsp;&lt;a href="http://thechiandios.blogspot.com/2008/10/efektivitas-yesus-sebuah-refleksi.html"&gt;http://thechiandios.blogspot.com/2008/10/efektivitas-yesus-sebuah-refleksi.html&lt;/a&gt; : &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Tuhan Yesus di dalam pelayananNya dapat disebut efektif karena Ia mempunyai prinsip-prinsip pelayanan yang kuat dan Ia juga mengutamakan hal-hal yang utama dalam seluruh hidupNya yaitu melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya. Yesus senantiasa menjaga hubungan pribadiNya dengan Bapa yang menjadikan seluruh hidup dan pelayananNya dapat menjadi efektif.”&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah&amp;nbsp; menjadi seorang pelayan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang selalu memotivasi diri untuk mendisiplin rohani kita? &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Marilah kita belajar menjadi praktisi dan bukan seorang yang teoritis dalam mendisiplin rohani kita. Marilah mengaplikasikan nilai-nilai rohani dalam kehidupan nyata kita. Terakhir marilah kita menjadi seorang pelayan yang melayani dengan keteladanan dalam segala aspek kehidupan kita. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-5183049663438002792?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/5183049663438002792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=5183049663438002792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/5183049663438002792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/5183049663438002792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2010/11/disiplin-rohani-dan-keefektifan.html' title='Disiplin Rohani dan Keefektifan Pelayanan'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM_EIONaYbI/AAAAAAAAARs/Y0JkLEKxsuo/s72-c/spiritual+life.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-4690954722626465721</id><published>2010-11-23T00:56:00.000-08:00</published><updated>2011-08-04T22:49:01.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Maturity of a servan of GOD!</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Are the characteristics the maturity of servant of the Lord?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Maturity is a servant of God is not measured by age but from the level of mastery of self and the material around it (1 Cor 13: 11). &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Childhood (Child) is a term that is closely connected with the level of human age. &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;A child is a human being with a limit of 0-4 years of age. Children aged 0-4 years is the children who need special attention. &lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;In each stage of development there are specific characteristics, as well as early childhood was marked by certain characteristics, according to Hurlock (1980:108) traits is reflected in the common name given by parents, educators, and experts psychology: &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The term Used Parents. There are some term to describe a childhood right, as the range of behaviors and activities that made the children, most parents consider the early period of childhood as an age which invites problems or difficult age. Childhood is a difficult period for parents because of the early childhood is that children are developing a unique personality and demanding freedom that is generally less successful. In addition, the majority of parents also thought their early childhood as a toy for children ages easily spend most of the time also played with his toys.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The term used Educators. While educators call the early childhood age as preschool age, pre-school age is the age that have not entered the age of school or were still in kindergarten, play groups or day care children. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The term Used Psychology Expert. Psychologists use a number of different designations to describe the salient features of the psychological development of children during early childhood.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;One term that is widely used is the age group, years in which the children learn the basics of social behavior in preparation for a higher social life necessary for adjustment at the time they enter first grade. Because of the major developments that occurred during early childhood and ranged around the mastery of environmental control, many psychologists who labeled themselves early childhood as an age of exploring, a label that shows the child wants to know the state of its environment, how the mechanism, how he felt and how he can be part of the environment, including humans and inanimate objects. One common way in exploring the environment is to ask, so this period is to imitate speech and behavior of others, therefore this period is also called to imitate age. However, this trend appears strong but more children showed creativity in play during childhood compared to other periods in his life, for this reason psychologists also call this period as a creative age.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Term childhood identical to human groups from the class that is difficult to express his opinion. &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;"Dad was mbing. ngeng ... .. ngeng ngeng ... din ... din ... &lt;br /&gt;What kid, baby play what? play toy cars huh? ... mbing dad. " &lt;br /&gt;"Aya mo tu" want what my son? Mo ueh ma " &lt;br /&gt;Not infrequently we hear a conversation between child and parent as above. All living creatures have a language. With their language to communicate. According to Jo Ann Brewer in Introduction to Early Childhood Education, sixth edition, it is said that language is defined as a system of communication Used by human. It is produced Either orally or by signing, and it cans be extended to its writen form. So language is a communication system used by humans in the form of spoken language, sign language and written. &lt;br /&gt;For many people who are older than this kid, seoperti language is often difficult to be understood. So the purpose of communication between the child with other people around them are not well targeted.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;The child is the one who attracted attention as much for himself.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; &lt;br /&gt;Therefore, its existence is still not reached the level of self-control (emotions, skills for the proper functioning of the body perfectly). mastery of material around it, often someone else who should take over many Ahal associated with his life. &lt;br /&gt;Other characteristics of a child: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Emotional&lt;/b&gt;. The children experience the process feel, act and think. Meanwhile, adults think, act and finally felt. That is, an adult is a person who calmly consider each decision and not get caught up in emotions, feelings and environmental influences alone. Maturity requires an understanding of the truth without emotion is not controlled explosive. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Selfish&lt;/b&gt;. Everyone has an ego, but people who are not mature beyond his ego so often become selfish. He also did not realize that he was selfish. The more selfish, he is getting far to go beyond maturity. Maturity is menyadarakan will the real existence, but it's not selfish and flung the existence of others. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Inconsistent. &lt;/b&gt;The basis of an adult character is consistent. Conversely, if someone still be inconsistent, easily influenced to the new things that damage the previous commitment aka disloyal and womanizer, it is difficult for him to reach maturity even meet for the adult age. Consistency is properly owned by persons who have reached adulthood, but many do not pay attention to the consistency of her, either against themselves or against others. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Not exactly an appointment. &lt;/b&gt;Words of adults is a measure of his character. If his words can be held and believed, means-tested maturity. However, if the words coming out of his mouth just words without meaning that is easy to be denied, meaning he has not grown. The more intense in keeping the promises, the proven maturity. And usually people who are not mature yet easy promises he did not know whether he can keep that promise. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Irresponsible.&lt;/b&gt; As social beings, humans are required to have responsibilities, both to himself and to others. However, awareness of responsibility exists only in the minds of adults. People who do not tend to be confused with adult responsibilities and often look for scapegoats to delegate that responsibility. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Like hiding.&lt;/b&gt; Each person would have overwritten the various problems that often problems that arise in the form of a very difficult to reach a very critical stage. At the critical moment occurs, that is when maturity at trial. People who are adults will bravely face the problem. But people who are not adults will run and hide, as with so the problem will be completed. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Only responds to force. &lt;/b&gt;Minors are those who only responds when forced or pressured. Compulsion and pressure could be in the form of hope to get compensation, subordination, compensation, or a sense of frustration.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Age is a lot of people call themselves servants of God, but do not understand the task responsibilities. They are often a trouble maker. But when troubled with the people around him, he did not realize would not even acknowledge that the source of the problem is actually himself. People of this type often throwing stones to hide the hand. Once the problem is huge, and people are more adults trying to mediate the matter, he was blaming others. Would not this be a characteristic of a child? They think like a child. So often we call them "Childish" or unskilled man who never experienced " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul said: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"When I was a child, I Spake as a child, I understood as a child, I thought as a child ": Pls but I Became a man, I put away Childish Things"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;G3516 "nepios" From an obsolete particle ne ?; implying negation and G2031; not speaking, that is, an infant (minor); figuratively a simple minded person, an immature Christian: - babe, child (-ish). &lt;br /&gt;Thayer Definition: &lt;br /&gt;1. an infant, little child &lt;br /&gt;2. a minor, not of age &lt;br /&gt;3. Childish metaphorically, untaught, unskilled &lt;br /&gt;Part of Speech: adjective &lt;br /&gt;Dear brother, Paul made it clear to us so do not be like a child. Let's do more focused on ourselves, but began to broaden the focus of our attention to those around us. Lift particularly focus on the people around us so they can see the Lord God and our Father and His Son Jesus Christ. When we managed to direct their attention to God, and in the end they see the greatness of love, power and grandeur of His plan for them. Thus they have helped him so that their lives transformed. Let us learn to be servants of God today. &lt;br /&gt;&amp;nbsp; II. Maturity is a servant of the Lord is not measured by his many gifts of the Spirit &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Spiritual gifts are important and we need to be able to perform tasks in this world. But the gifts of the Spirit is not the main focus of why God gave it to you and me. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Why Paul rebuked the church of God at Corinth this? Because they've acted like a little boy who got a new toy. Notes from 1 Corinthians 12-14 is from Paul's explanation of what spiritual gifts are and how the gift should be used. Paul mentions in 1 Corinthians 12: 6-11: &lt;br /&gt;6 And there are all sorts of miraculous deeds, but God is the one who does it all in all people. 7 But to each person given the revelation of the Spirit for the common good. 8 For to the one Spirit gives the gift to speak with wisdom, and to another the same Spirit gives the gift to speak with knowledge. 9 To the one same Spirit gives faith, and to others He gives the gift to heal. 10 To the one Spirit gives the power to make miracles, and to others He gives the gift of prophecy, and to still others He gives the gift to differentiate the various spirits. To the one he gave the gift to speak in tongues, and to others He gives the gift to interpret tongues. 11 But everything is done by the Spirit is one and the same, which gives gifts to every person in particular, as He wills. &lt;br /&gt;And then in 1 Corinthians 12: 31 Paul says: So try to obtain the gifts of the most important. And I show you the way that more mainstream again. What roads are mainly that? Furthermore, in 1 Corinthians 13: 13 Paul says, "This is the third live it: faith, hope and love, and the greatest of these is love." &lt;br /&gt;Now it is clear to us that maturity is a servant of God is not measured by how many gifts on them. A mature man of God who truly knows is what the gift of the Spirit, and how to live as a servant of God that adult. He is a man who reached the stage of life in love with the size of the highest. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;III. Maturity is a servant of God is determined by how much he can perform its function &lt;br /&gt;A.&amp;nbsp; Maturity in general can be viewed from several aspects, including (quoted from: http://www.ldkstaisiliwangi.co.cc/2010/03/ciri-ciri-orang-dewasa-dan-tidak-dewasa.html): &lt;br /&gt;1. Adults are physically, where the reproductive organs are functioning optimally characterized by good sperm production in males and egg production in females adequate. In addition to the development of body muscle cells, indicating at once distinguish male and female. &lt;br /&gt;2. Psychologically mature, characterized by the ability to resolve problems and conflicts that happen in life. &lt;br /&gt;3. Adults in social-economic, revealed in a person's ability to be independent, membiyayai needs alone and handle a variety of things with their own abilities. &lt;br /&gt;In addition to the above three points of maturity can also be viewed from several capabilities, such as: &lt;br /&gt;1. The ability to recognize and accept yourself &lt;br /&gt;2. The ability of accepting the existence of direct lainKemampuan life to others &lt;br /&gt;3. The ability to think and act independently, and prohibit send yourself, know the duties and responsibilities, and able to discern what is true and not true. &lt;br /&gt;4. Dare to accept the risk of what has been decided. &lt;br /&gt;We have studied adults in general terms, now let us see the meaning behind the word "mature" that is intended by Paul in this passage. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1Co 13:11 ” When I was a child, I spake as a child, I understood as a child, I thought as a child: but when I became a man, I put away childish things”&lt;br /&gt;"” When I was a child, I spake as a child, I understood as a child, I thought as a child: but when I became a man, I put away childish things”" &lt;br /&gt;&amp;nbsp;G435 "Aner" A primary word (compare G444); a man (properly as an individual male): - fellow, husband, man, sir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thayer Definition: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;with reference to sex &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;of a male &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;of a husband &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;of a betrothed or future husband &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;with reference to age, and to distinguish an adult man from a boy &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;any male &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Used generically of a group of both men and women &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Part of Speech: noun masculine &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mature male is someone who really has a sexuality that should exist in a man. This means that the shape of her body, organ-orangannya is purely male, not half-half. And he has a full awareness that he was an intact male. So people do not hesitate classify them as male. At this stage people are starting to think in a different way with a woman. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mature male is a man who is ready to become a husband. At this stage, a man no longer thought of himself. Everything he does is for the sake of her partner, and their children, and all the people in his home. He was responsible for the household. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;With the phrase "but when I became a man, I put away childish things" Paul not only rebuked the men, but all adults, both men and women. Paul is addressing these words to all the congregation of the LORD. As the congregation that God has redeemed His blood premises, the church is the servant of the Lord. Mature servant of God who is the servant of God who serve as agents of God's kingdom. He is responsible to preach good news in to the world, and the other side he is also responsible to support the good news. He is a man with a full awareness of doing that responsibility&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-4690954722626465721?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/4690954722626465721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=4690954722626465721' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/4690954722626465721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/4690954722626465721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2010/11/maturity-of-servan-of-god.html' title='Maturity of a servan of GOD!'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-1935395388820425484</id><published>2010-11-15T22:26:00.000-08:00</published><updated>2011-08-04T22:50:30.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Hamba TUHAN yang Dewasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Apakah ciri-ciri hamba Tuhan Yang dewasa?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kedewasaan seorang hamba Tuhan tidak diukur dari usianya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt; tetapi dari tingkat penguasaan diri dan materi di sekitarnya (&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: small;"&gt;1 Kor 13: 11).&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Symbol; font-size: small;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Kata kanak-kanak (Child) adalah satu istilah yang erat hubungannya dengantingkat usia manusia. Kanak-kanak adalah manusia dengan batas usia 0-4 tahun.Anak usia 0-4 tahun adalah anak yang membutuhkan perhatian khusus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam setiap tahap perkembangan ada ciri-cirikhusus, begitu juga pada saat masa kanak-kanak awal ditandai dengan ciri-ciritertentu, menurut Hurlock (1980:108) ciri itu tercermin dalam sebutan yangbiasa diberikan oleh para orang tua, pendidik, dan ahli psikologi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a)&lt;/span&gt;&lt;span style="font: small &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;SebutanYang Digunakan Orang Tua.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; Adabeberapa sebutan untuk menggambarkan masa kanak-kanan, sebutan tersebutberkisar tentang perilaku dan aktivitas yang dilakukan anak-anak, sebagianbesar orang tua menganggap awal masa pada kanak-kanak sebagai usia yangmengundang masalah atau usia sulit&lt;/i&gt;. Masa kanak-kanak merupakan masa-masayang sulit bagi orang tua karena pada masa kanak-kanak awal ialah karenaanak-anak sedang mengembangkan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasanyang pada umumnya kurang berhasil. Selain itu pada sebagian orang tua jugamenganggap usia awal kanak-kanak sebagai usia mainan karena anak mudahmenghabiskan sebagian besar waktu juga bermain dengan mainannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;span style="font: small &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sebutan Yang digunakan Para Pendidik.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Sedangkan para pendidik menyebut usia awal kanak-kanak sebagai usia prasekolah,usia pra sekolah adalah usia yang belum memasuki usia sekolah atau masih beradadi taman kanak-kanak, kelompok bermain, atau penitipan anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;c)&lt;/span&gt;&lt;span style="font: small &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sebutan Yang Digunakan Ahli Psikologi.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda untuk menguraikanciri-ciri yang menonjol dari perkembangan psikologis anak selama tahun awalmasa kanak-kanak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 72pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salah satu sebutan yang banyakdigunakan adalah usia kelompok, masa di mana anak-anak mempelajari dasar-dasarprilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yangdiperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu mereka masuk kelas satu. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Karenaperkembangan utama yang terjadi selama awal masa kanak-kanak berkisar diseputarpenguasaan dan pengendalian lingkungan, banyak ahli psikologi yang melabelkanawal masa kanak-kanak sebagai usia menjelajah, sebuah label yang menunjukkananak ingin mngetahui keadaan lingkungannya, bagaimana mekanismenya, bagaimanaperasaannya dan bagaimana ia dapat menjadi bagian dari lingkungannya, initermasuk manusia dan benda mati. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Salah satu cara yang umum dalammenjelajah lingkungan adalah dengan bertanya, jadi periode ini adalah menirupembicaraan dan perilaku orang lain, oleh karena itu periode ini juga disebutusia meniru. Namun kecenderungan ini nampak kuat tetapi anak lebih menunjukkankreativitas dalam bermain selama masa kanak-kanak dibandingkan masa-masa laindalam kehidupannya, dengan alasan ini para ahli psikologi juga menamakanperiode ini sebagai usia kreatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: small;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Sebutan kanak-kanak identik dengan kelompok manusia dari golongan yangsusah untuk mengutarakan pendapatnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”papa was mbing. ngeng…ngeng..ngeng…din…din…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa nak, sayang main apa? Main mobil ya?… mbing pa.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”aya mo tu” mau apa nak? Mo ueh ma” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak jarang kita mendengar percakapan antara anak danorangtua seperti di atas. Semua makhluk hidup memiliki bahasa. Dengan bahasamereka berkomunikasi. Menurut Jo Ann Brewer dalam &lt;i&gt;Introduction to earlychildhood education, sixth edition,&lt;/i&gt; dikatakan bahwa &lt;i&gt;language isdefined as a system of communication used by human. It is either producedorally or by sign, and it can be extended to its writen form. &lt;/i&gt;Jadi bahasaadalah sebuah sistem komunikasi yang dipakai oleh manusia baik berupa bahasalisan, bahasa isyarat maupun tulisan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagi banyak orang yang lebih tua dari kanak-kanak ini,bahasa seoperti ini seringkali sulit untuk difahami. Sehingga tujuan darikomunikasi antara si anak dengan orang lain di sekitarnya tidak tepat sasaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: small;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kanak-kanak adalah orang yang menarik perhatiansebanyak-banyaknya untuk dirinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh karena keberadaannya yang masih belum mencapaitingkat penguasaan diri (emosi, kecakapan untuk memfungsikan anggota tubuhsecara sempurna). penguasaan&amp;nbsp; Materi disekitarnya, seringkali orang lainlah yang harus mengambil alih banyak ahal yangberhubungan dengan kehidupannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ciri-ciri lainnya dari seorang kanak-kanak :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font: small &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Emosional.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Anak-anak mengalamiproses merasakan, bertindak dan berpikir. Sedangkan, orang dewasa berpikir,bertindak dan akhirnya merasakan. Artinya, seorang yang dewasa adalah pribadiyang dengan tenang mempertimbangkan setiap keputusannya dan tidak terjebakdalam emosi, perasaan dan pengaruh lingkungan belaka. Kedewasaan menuntutpemahaman akan kebenaran itu tanpa emosi yang meledak-ledak tak terkontrol.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font: small &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Egois.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Setiap orang memiliki ego, namun orang yang tidak dewasa sering melampauiegonya sehingga menjadi egois. Ia pun tidak menyadari bahwa dirinya egois. Semakinegois, ia semakin jauh untuk melampaui kedewasaan. Kedewasaan memangmenyadarakan akan eksistensi diri yang sesunguhnya, tapi bukan mementingkandiri sendiri dan menghempaskan eksistensi orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font: small &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tidak konsisten.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Dasar darikarakter seorang yang dewasa adalah konsisten. Sebaliknya, bila seseorang masihbersikap tidak konsisten, mudah terpengaruh terhadap hal-hal baru yang merusakkomitmen sebelumnya alias tidak setia dan mata keranjang, maka sulit baginyauntuk mencapai kedewasaan sekali pun usia memenuhi untuk dewasa. Konsistensimemang selayaknya dimiliki oleh orang yang sudah mencapai usia dewasa, namunbanyak juga yang tidak memperhatikan konsistensi dirinya, baik terhadap dirinyamaupun terhadap orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font: small &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tidak tepat janji&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; Perkataanorang dewasa adalah ukuran dari karakternya. Bila perkataannya dapat dipegangdan dipercaya, berarti kedewasaan teruji. Namun bila perkataan yang keluar darimulutnya sekedar kata-kata tanpa makna yang mudah untuk diingkari, berarti iabelum dewasa. Semakin intens dalam menepati janji, semakin terujikedewasaannya. Dan biasanya orang yang tidak dewasa mudah mengumbar janjipadahal ia sendiri belum tahu apakah dirinya dapat menepati janji itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font: small &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tidakbertanggung jawab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Sebagai makhluk social, manusia dituntutmemiliki tanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun terhadap orang lain.Namun, kesadaran akan tanggung jawab hanya ada dalam pikiran orang dewasa.Orang yang tidak dewasa cenderung bingung dengan tanggung jawab dan seringmencari kambing hitam untuk melimpahkan tanggung jawab itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font: small &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Suka bersembunyi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Setiaporang tentu akan ditimpa berbagai masalah yang tak jarang masalah itu munculdalam bentuk yang sangat sulit hingga mencapai tahap yang sangat kritis. Padasaat kritis terjadi, pada saat itulah kedewasaan di uji. Orang yang dewasa akandengan berani menghadapi masalah itu. Namun orang yang tidak dewasa akan laridan bersembunyi, seolah dengan begitu masalah akan selesai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style="font: small &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Hanyaberespon terhadap pemaksaan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Orang yang belum dewasa adalah orang yanghanya berespon apabila dipaksa atau ditekan. Keterpaksaan dan tekanan itu bisadalam bentuk harapan untuk mendapat imbalan, subordinasi, kompensasi, atau rasafrustasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Zaman ini banyak orang menyebut dirinya hamba Tuhan, namuntidak mengerti tugas tanggung jawabnya. Mereka ini sering kali menjadi troublemaker. Namun ketika bermasalah dengan orang-orang di sekitarnya, ia tidakmenyadari bahkan tidak mau mengakui bahwa sumber permasalahan sebenarnya adalahdirinya sendiri. Orang jenis ini seringkali lempar batu sembunyi tangan. Begitumasalah sudah besar, dan orang yang lebih dewasa berusaha menengahi masalahnya,ia malah menyalahkan orang lain. Bukankah ini adalah ciri dari seorangkanak-kanak?&amp;nbsp; Mereka berfikir sepertikanak-kanak. Sehingga seringkali kita menyebut mereka “&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;childish&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” atau &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;unskilledman&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; orang yang tak berpengalaman”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 31.65pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: small;"&gt;Paulus berkata: ”&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt; Ketika aku kanak-kanak, akuberkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikirseperti kanak-kanak.” KJV : &lt;b&gt;&lt;i&gt;”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; When I was a &lt;u&gt;child&lt;/u&gt;,I spake as a &lt;u&gt;child&lt;/u&gt;, I understood as a &lt;u&gt;child&lt;/u&gt;, I thought as a &lt;u&gt;child&lt;/u&gt;”:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt; but when I became a man, I put away childish things.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 31.65pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;G3516 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;TITUS Cyberbit Basic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;νήπιος “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;TITUS Cyberbit Basic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;nēpios”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;From an obsolete particle &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;TITUS Cyberbit Basic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;νη&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;TITUS Cyberbit Basic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;ne&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;; implying &lt;i&gt;negation&lt;/i&gt; and &lt;u&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;G2031&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;;&lt;i&gt;not&lt;/i&gt; &lt;i&gt;speaking&lt;/i&gt;, that is, an &lt;i&gt;infant&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;minor&lt;/i&gt;);figuratively a &lt;i&gt;simple&lt;/i&gt; &lt;i&gt;minded&lt;/i&gt; person, an &lt;i&gt;immature&lt;/i&gt;Christian: - babe, child (+ -ish).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-indent: 31.65pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Thayer Definition:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 3pt 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;an infant,little child&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 3pt 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;a minor,not of age&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 3pt 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;metaphorically childish, untaught, unskilled&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Part of Speech:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt; adjective&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saudara yang terkasih, Paulus menegaskan kepada kita agarjangan bersifat seperti kanak-kanak. Mari jangan lagi berfokus kepada diri kita sendiri, tetapi mulailah memperluas fokus perhatian kita kepada orang-orang di sekitar kita. Khususnya arahkanlah fokus orang-orang di sekitar kita agar mereka dapat melihat Tuhan Allah dan Bapa kita, dan putra-Nya Yesus Kristus. Ketika kita berhasil mengarahkan perhatian mereka kepada Tuhan, dan pada akhirnya mereka melihat kebesaran kasih, kuasa, dan kemegahan rencana-Nya bagi mereka. Dengan demikian mereka pun turut mengalami-Nya sehingga hidup mereka diubahkan. &lt;b&gt;Marilahbelajar menjadi hamba Tuhan yang dewasa.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kedewasaan seorang hamba TUHAN tidak diukur oleh banyaknya     karunia Roh-nya&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Karunia-karunia roh memang penting dan kitamembutuhkannya untuk dapat menjalankan tugas di dalam dunia ini. Namun karuniaRoh bukanlah focus utama mengapa Allah memberikannya kepada saudara dansaya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Mengapa Paulus menegur jemaat Tuhan di Korintus ini?Karena mereka sudah bertindak seperti seorang anak kecil yang mendapatkanmainan yang baru. Catatan dari 1 Korintus 12-14 merupakan penjelasan dariPaulus mengenai apa karunia Roh itu dan bagaimana karunia itu harusdipergunakan. Paulus menyebutkan&amp;nbsp; dalam 1Kor 12 : 6-11 :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin-left: 2cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;6&amp;nbsp; Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib,tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.&amp;nbsp; 7&amp;nbsp;Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untukkepentingan bersama. 8&amp;nbsp; Sebab kepada yangseorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepadayang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata denganpengetahuan.&amp;nbsp; 9&amp;nbsp; Kepada yang seorang Roh yang sama memberikaniman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10&amp;nbsp; Kepada yang seorang Roh memberikan kuasauntuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untukbernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakanbermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untukberkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karuniauntuk menafsirkan bahasa roh itu. 11&amp;nbsp;Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yangmemberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yangdikehendaki-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin-left: 2cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin-left: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Dan kemudian dalam 1 Korintus 12: 31 Paulusmenegaskan : Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang palingutama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.&amp;nbsp; Apa jalan yang terutama itu? Selanjutnya dalam1 Korintus 13: 13 Paulus menyebutkan&amp;nbsp; “Demikianlahtinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang palingbesar di antaranya ialah kasih.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin-left: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin-left: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Sekarang jelaslah bagi kita bahwa kedewasaan seoranghamba Tuhan bukan diukur dari seberapa banyak karunia yang ada padanya. Hamba Tuhanyang dewasa adalah yang mengetahui dengan benar apa sebenarnya karunia Roh, danbagaimana hidup sebagai seorang hamba Tuhan yang dewasa. Ia adalah seorang yangmencapai tahap hidup dalam kasih dengan ukuran yang tertinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kedewasaan Seorang hamba Tuhan ditentukan oleh seberapa besar ia     dapat melakukan fungsinya &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin-left: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 2cm; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedewasaansecara umum dapat dilihat dari beberapa aspek, diantaranya (dikutip dari : &lt;a href="http://www.ldkstaisiliwangi.co.cc/2010/03/ciri-ciri-orang-dewasa-dan-tidak-dewasa.html"&gt;http://www.ldkstaisiliwangi.co.cc/2010/03/ciri-ciri-orang-dewasa-dan-tidak-dewasa.html&lt;/a&gt;):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 70.9pt; text-indent: -10.9pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Dewasasecara fisik, &lt;/i&gt;dimana organ-organ reproduksi telah berfungsi secara optimalyang ditandai dengan produksi sperma yang baik pada pria dan produksi sel teluryang memadai pada wanita. Selain perkembangan sel-sel otot tubuh yangmenandakan sekaligus membedakan pria dan wanita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 70.9pt; text-indent: -10.9pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Dewasa secara psikologis,&lt;/i&gt; yang ditandaidengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan konflik-konflik yang terjadidalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 70.9pt; text-indent: -10.9pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Dewasasecara social-ekonomi,&lt;/i&gt; ditampakkan dalam kemampuan seseorang untuk mandiri,membiyayai kebutuhan hidup sendiri dan menangani berbagai hal dengan kemampuansendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain tiga point diatas kedewasaan juga dapat dilihat dari beberapa kemampuan,seperti :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;.&amp;nbsp; Kemampuan mengenali dan menerima diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;.&amp;nbsp; Kemampuanmenerima keberadaan orang lain&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemampuan mengarahkan hidup kepada orang lain&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemampuan berpikir dan bertindak mandiri,menyuruh dan melarang diri sendiri, tahu tugas dan tanggung jawab, serta mampumembedakan mana yang benar dan tidak benar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berani untuk menerima resiko dari apa yang telahdiputuskannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Kita sudah belajar pengertian dewasa secara umum,sekarang marilah kita melihat makna dibalik kata “dewasa” yang dimaksudkan olehPaulus di dalam nats ini. &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: teal; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;1Co 13:11&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; Ketikaaku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa sepertikanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, akumeninggalkan sifat kanak-kanak itu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; When I was a child, I spake as a child, I understood as a child, Ithought as a child:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;but when I became a man, I put away childishthings”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;G435 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;TITUS Cyberbit Basic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;ἀνήρ “&lt;/span&gt;&lt;span style="color: magenta; font-family: &amp;quot;TITUS Cyberbit Basic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;anēr”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;A primaryword (compare &lt;u&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;G444&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;); a &lt;i&gt;man&lt;/i&gt;(properly as an individual male): - fellow, husband, man, sir.&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Thayer Definition:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 3pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;1) with reference to sex&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 3pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;1a) of a male&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 3pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;1b) of a husband&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 3pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;1c) of a betrothed or future husband&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 3pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;2) with reference to age, and to distinguish an adult man from a boy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 3pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;3) any male&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 3pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;4) used generically of a group of both men and women&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Part of Speech:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt; noun masculine&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Seorang laki-laki dewasa adalah seseorang     yang benar-benar memiliki seksualitas yang seharusnya ada dalam diri     seorang laki-laki.&lt;/b&gt; Artinya bahwa bentuk badannya, organ-orangannya adalah     murni laki-laki, bukan setengah-setengah. Dan ia memiliki kesadaran penuh     bahwa ia adalah seorang laki-laki yang utuh. &lt;b&gt;Sehingga orang tidak ragu mengelompokkannya sebagai laki-laki. &lt;/b&gt;Pada     tahap ini orang tersebut mulai berpikir dengan cara yang berbeda dengan     seorang wanita. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Seorang laki-laki dewasa adalah seorang yang     siap untuk menjadi seorang suami. &lt;/b&gt;Pada tahap ini, seorang laki-laki tidak     lagi memikirkan dirinya sendiri. Segala hal&amp;nbsp; yang dia lakukan adalah untuk     kepentingan pasangannya, dan anak-anaknya, serta semua orang yang ada     dalam rumahnya. &amp;nbsp;Dia bertanggung     jawab atas rumah tangganya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Dengan ungkapan “&lt;b&gt;&lt;i&gt;when I became a man, I put     away childish things”&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Paulus     bukan hanya mengur kaum laki-laki, tetapi semua orang dewasa baik laki-laki     dan maupun wanita. Paulus mengalamatkan kalimat ini kepada semua jemaat TUHAN. Sebagai jemaat yang sudah ditebus Tuhan denga     darah-Nya, jemaat adalah hamba TUHAN. &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Hamba     Tuhan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;yang dewasa&lt;b&gt; &lt;/b&gt;adalah hamba Tuhan yang berfungsi     sebagai agen kerajaan Allah. Ia bertanggung jawab untuk memberitakan kabar     baik kepada dunia, namun di sisi lain ia juga bertanggung jawab untuk     menghidupi kabar baik itu. Ia adalah seorang yang dengan penuh kesadaran     melakukan tanggung jawab itu&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin-left: 35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-1935395388820425484?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/1935395388820425484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=1935395388820425484' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/1935395388820425484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/1935395388820425484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2010/11/hamba-tuhan-yang-dewasa.html' title='Hamba TUHAN yang Dewasa'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-1755550176364286784</id><published>2010-11-01T20:10:00.000-07:00</published><updated>2011-07-29T00:29:46.616-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leadership'/><title type='text'>Learning Integrity of M'bah Marijan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;"Tiger stripes dead leaves, dead man left a good name." That piece of sound from the proverb. Mbah Maridjan! Who does not know its name. After the death of Merapi gatekeeper of this, many people rating&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6004825772020327323&amp;amp;postID=1755550176364286784&amp;amp;from=pencil" name="more"&gt;&lt;/a&gt; given to it. Some people booed, some provide an assessment side, there is even a judge. But there we thought for a moment, the value of what is taught by Mbah Marijan to every leader today? Only words with deeds. Leadership called "Integrity" &lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt; Integrity' is not a foreign word in the field of leadership. This word is one word that should be an integral part of the life of a leader. This word was not a new term. If we search the Scriptures, both Old Testament books, and also the New Testament books with discussion of the word "Integrity." But the question is whether the meaning of this word, and what to do in life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To refresh your common sense, what the word 'integrity' let's look at a dictionary. The word 'integrity', taken from foreign languages. Probably from the Dutch language, or English.So let's see how the explanation according to Webster's Third Internnational Dictionary (1981), Oxford Dictionary (1963), and An Bahasa-Indonesian Dictionary, by John M. Echols and Hassan Shadily (1975). In dictionaries it is explained that the 'integrity' means 'wholeness', the notion of 'whole', 'uprightness' and 'honesty', means 'sincerity' and 'honesty'. Also explained that the 'integrity' means 'an uncompromising adherance to a code of morals', which means dedication that is not&amp;nbsp; unshakable againts moral code '. In other words Integrity (Integrity) is to act consistently in accordance with the values and organizational policies and professional code of ethics, even in difficult circumstances to do this. In other words, "only words with deeds". Communicating goals, ideas and feelings openly, honestly and directly even in difficult negotiations with other parties. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Marijan has proven the value of ini. He is willing to be a care taker of Merapi. Let's Learn from Mbah Marijan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;What is Integrity?&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;A. Leadership:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM96CJztBRI/AAAAAAAAARo/OwbgPzAmBIw/s1600/integrity-poster1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="159" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM96CJztBRI/AAAAAAAAARo/OwbgPzAmBIw/s200/integrity-poster1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;Integrity are pole's that support the leadership. The only words with deeds that could generate power to influence attitudes and behavior of those they lead.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;What        Is Leadership?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: navy; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Quoted from (&lt;a href="http://pinetreeweb.com/whatis.htm"&gt;http://pinetreeweb.com/whatis.htm&lt;/a&gt; ) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lewis P. Orans, 1997&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Leadership is a process of getting things done through people. The quarterback moves the team toward a touchdown. The senior patrol leader guides the troop to a high rating at the camporee. The mayor gets the people to support new policies to make the city better. These leaders are getting things done by working through people -- football players, Scouts, and ordinary citizens. They have used the process of leadership to reach certain goals. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Leadership is not a science. So being a leader is an adventure because you can never be sure whether you will reach your goal -- at least this time. The touchdown drive may end in a fumble. The troop may have a bad weekend during the camporee. Or the city's citizens may not be convinced that the mayor's policies are right. So these leaders have to try again, using other methods. But they still use the same process the process of good leadership.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Leadership means responsibility. It's adventure and often fun, but it always means responsibility. The leader is the guy the others look to to get the job done. So don't think your job as a troop leader or a staff member will be just an honor. It's more than that. It means that the other Scouts expect you to take the responsibility of getting the job done. If you lead, they will do the job. If you don't, they may expect you to do the job all by yourself.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;Mbah Marijan is &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;the leader. He reflects the characteristics of leadership as outlined by &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lewis P. Orans. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;2006, when Merapi spewed lava, Maridjan choose to stay at his house, in Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, four kilometers from the summit of Merapi is smoldering. Sultan Hamengkubuwono X had ordered him down, but Maridjan not care. "I was mandated to keep Merapi Sultan Hamengkubuwono IX," (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://sorot.vivanews.com/news/read/185789-menyelamatkan-mbah-maridjan"&gt;http://sorot.vivanews.com/news/read/185789-menyelamatkan-mbah-maridjan)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Before the events of the eruption of Mount Merapi (before 26th Oktober 2010), Mbah Marijan (based on the narrative her best friend which was broadcast in the event a razor), knowing that Merapi will erupt, and wedus trash (in local language) must pass through his home. But Mbah Marijan resolved will not be evacuated from the slopes of Merapi. Mbah Marijan proved himself capable of doing it.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;This gives a direct impact to people who follow him. Based on the recognition of many witnesses, Mbah Marijan never forbade residents to evacuate the slopes of Mount Merapi, but instead encourage them to immediately evacuate. But the facts prove that after wedhus gembel&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt; swept&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt; Cangkringan, and when the rescue evacuate the victims of the disaster, many people who follow Mbah Marijan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;Does the same attitude we find in ourselves to each other?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;B. Spiritual Life:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Proverbs 11:3 &lt;/b&gt;"&lt;i&gt;The integrity of the upright shall guide them; But the perverseness of the treacherous shall destroy them."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;19:1&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Better is the poor that walketh in his integrity Than he that is perverse in his lips and is a fool."&lt;/i&gt;&lt;b&gt; 20:7&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; A righteous man that walketh in his integrity, Blessed are his children after him.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt; 28:6&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Better is the poor that walketh in his integrity, Than he that is perverse in his ways, though he be rich.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM_EmAjL7gI/AAAAAAAAARw/rz0ikATnWpM/s1600/160508_Integritas_2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM_EmAjL7gI/AAAAAAAAARw/rz0ikATnWpM/s200/160508_Integritas_2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Daniel Manati I. Zega at "&lt;a href="http://www.ebahana.com/warta-2319-Integritas-itu-Masalah-Nilai-dan-Alat-Ukur.html"&gt;http://www.ebahana.com/warta-2319-Integritas-itu-Masalah-Nilai-dan-Alat-Ukur.html&lt;/a&gt;" wrote : "Tunjukkan nilai apa yang Anda anut, maka kutahu integritasmu. Ya, integritas tergantung pada nilai-nilai yang diyakini. Maka, pastikanlah nilai dan alat ukur yang digunakan!."&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Integrity is one component that must exist within every believer. This we can see in the words of wisdom that are written by the author of Proverbs. Integrity needed in the various lines of life. According to the views the author of Proverbs, it turns out all aspects of life are an integral part of spiritual life.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Integrity to help every believer to keep it running in the path of truth. "Proverbs 11:03." Its value is more expensive than the most expensive property, and make people become wise "Proverbs 19:01." When done with the faithful, not just the perpetrators who had promised the Lord, but her children would be called blessed. "Proverbs 20:07"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;How to integrate the words with the attitude of behavior?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM_KoLhejuI/AAAAAAAAAR0/r7lI91SXJNw/s1600/integrity+time.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM_KoLhejuI/AAAAAAAAAR0/r7lI91SXJNw/s200/integrity+time.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Formulating the arguments about the order of life is easy. Develop a good speech or writing good sermon, many people who are able to do so. But to make it happen, it takes great effort. During the formulations were not proven by the attitude, behavior that is formulated to live like before, everything is just "THEORY." Living in this world are not something theoretical, but real life. Don Galer said : “Integrity is what we do, what we say, and what we say we do”.&amp;nbsp; As a Christian,&amp;nbsp; the bible tell us : "But let your communication be, Yea, yea; Nay, nay: for whatsoever is more than these cometh of evil." (Mat 5:37). To understand this sentence, let's look to the object called a clock. When the clock does not show the proper time, many things would become chaotic. &lt;span class="productdescription"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Simon Schrock tells at preparation of his book : "I think all of us would agreethat integrity is generally lacking today from government, business, and evenchurch leaders. It is also lacking from many children, parents, and workers." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Regardless of our limitations as a human being, living with integrity should be a reality in the life of a Christian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="if(typeof(jsCall)=='function'){jsCall();}else{setTimeout('jsCall()',500);}" type="hidden" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="refHTML" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span id="leoHighlights_iframe_modal_span_container" style="font-size: small;"&gt;&lt;div id="leoHighlights_iframe_modal_div_container" onmouseout="leoHighlightsHandleIFrameMouseOut();" onmouseover="leoHighlightsHandleIFrameMouseOver();" style="display: none; height: 391px; position: absolute; visibility: hidden; width: 520px; z-index: 2147483647;"&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" src="about:blank" frameborder="0" height="294" hspace="0" id="leoHighlights_top_iframe" marginheight="0" marginwidth="0" name="leoHighlights_top_iframe" scrolling="no" style="height: 294px; left: 0px; position: absolute; top: 0px; width: 520px; z-index: 2147483647;" title="leoHighlights_top_iframe" vspace="0" width="520"&gt;&lt;/iframe&gt;         &lt;iframe allowtransparency="true" src="about:blank" frameborder="0" height="" hspace="0" id="leoHighlights_bottom_iframe" marginheight="0" marginwidth="0" name="leoHighlights_bottom_iframe" scrolling="no" style="left: 96px; position: absolute; top: 294px; z-index: 2147483647;" title="leoHighlights_bottom_iframe" vspace="0" width=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;script defer="defer" type="text/javascript"&gt;   var LEO_HIGHLIGHTS_INFINITE_LOOP_COUNT =              300;   var LEO_HIGHLIGHTS_MAX_HIGHLIGHTS =                   50;   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_ID =                    "leoHighlights_top_iframe";   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_ID =                 "leoHighlights_bottom_iframe";   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_DIV_ID =                    "leoHighlights_iframe_modal_div_container";         var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_COLLAPSED_WIDTH =     520;   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_COLLAPSED_HEIGHT =    391;      var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_EXPANDED_WIDTH =      520;   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_EXPANDED_HEIGHT =     665;      var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_POS_X =                 0;   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_POS_Y =                 0;   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_WIDTH =                 520;   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_HEIGHT =                294;      var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_POS_X =              96;   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_POS_Y =              294;   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_COLLAPSED_WIDTH =    425;   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_COLLAPSED_HEIGHT =   97;   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_EXPANDED_WIDTH =     425;   var LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_EXPANDED_HEIGHT =    371;            var LEO_HIGHLIGHTS_SHOW_DELAY_MS =                    300;   var LEO_HIGHLIGHTS_HIDE_DELAY_MS =                    750;   var LEO_HIGHLIGHTS_SHOW_DELAY_NO_UNDER_MS =           850;      var LEO_HIGHLIGHTS_BACKGROUND_STYLE_DEFAULT =         "transparent none repeat scroll 0% 0%";   var LEO_HIGHLIGHTS_BACKGROUND_STYLE_HOVER =           "rgb(245, 245, 0) none repeat scroll 0% 0%";   var LEO_HIGHLIGHTS_ROVER_TAG =                        "711-36858-13496-14";   createInlineScriptElement("var%20LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG%20%3D%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20false%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG_POS%20%3D%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20false%3B%0A%20%20%20%0Avar%20_leoHighlightsPrevElem%20%3D%20null%3B%0Avar%20_leoHighlightsSnoozed%20%3D%20false%3B%0A%0A/**%0A%20*%20Checks%20if%20the%20passed%20in%20class%20exists%0A%20*%20@param%20c%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsClassExists%28c%29%20%7B%0A%20%20%20return%20typeof%28c%29%20%3D%3D%20%22function%22%20%26%26%20typeof%28c.prototype%29%20%3D%3D%20%22object%22%20?%20true%20%3A%20false%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Checks%20if%20the%20firebug%20console%20is%20available%0A%20*%20@param%20c%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsFirebugConsoleAvailable%28c%29%20%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsClassExists%28_FirebugConsole%29%20%26%26%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20window.console%20%26%26%20console.log%20%26%26%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%28console%20instanceof%20_FirebugConsole%29%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%20true%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%7B%7D%0A%20%20%20%0A%20%20%20return%20false%3B%0A%7D%20%0A%0A%0A/**%0A%20*%20General%20method%20used%20to%20debug%20exceptions%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20location%0A%20*%20@param%20e%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsReportExeception%28location%2Ce%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsFirebugConsoleAvailable%28%29%20||LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20logString%3Dlocation%2B%22%3A%20%22%2Be%2B%22%5Cn%5Ct%22%2Be.name%2B%22%5Cn%5Ct%22%2B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%28e.number%260xFFFF%29%2B%22%5Cn%5Ct%22%2Be.description%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsFirebugConsoleAvailable%28%29%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20console.error%28logString%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20console.trace%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20alert%28logString%29%3B%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%7B%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20log%20a%20string%20to%20the%20firebug%20console%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20str%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsDebugLog%28str%29%0A%7B%20%20%20%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsFirebugConsoleAvailable%28%29%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20console.log%28typeof%28_FirebugConsole%29%2B%22%20%22%2Bstr%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsDebugLog%28%29%20%22%2Bstr%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20get%20an%20attribute%20and%20decode%20it.%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20elem%0A%20*%20@param%20id%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsGetAttrib%28elem%2Cid%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20var%20val%3Delem.getAttribute%28id%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20return%20decodeURI%28val%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsGetAttrib%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20return%20null%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Checks%20if%20this%20is%20within%20a%20frame%20by%20checking%20for%20a%20parent.%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsIsFrame%28%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20return%20%28window%21%3Dtop%29%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsIsFrame%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%0A%20%20%20return%20false%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20a%20dimensions%20object%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20width%0A%20*%20@param%20height%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20LeoHighlightsDimension%28width%2Cheight%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09this.width%3Dwidth%3B%0A%20%20%20%09this.height%3Dheight%3B%0A%20%20%20%09this.toString%3Dfunction%28%29%20%7B%20return%20%28%22%28%22%2Bthis.width%2B%22%2C%22%2Bthis.height%2B%22%29%22%29%3B%7D%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22new%20LeoHighlightsDimension%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20a%20Position%20object%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20x%0A%20*%20@param%20y%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20LeoHighlightsPosition%28x%2Cy%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09this.x%3Dx%3B%0A%20%20%20%09this.y%3Dy%3B%0A%20%20%20%09this.toString%3Dfunction%28%29%20%7B%20return%20%28%22%28%22%2Bthis.x%2B%22%2C%22%2Bthis.y%2B%22%29%22%29%3B%7D%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22new%20LeoHighlightsPosition%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_ADJUSTMENT%20%3D%20new%20LeoHighlightsPosition%283%2C3%29%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_WIDTH%2CLEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_HEIGHT%29%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_HOVER_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_COLLAPSED_WIDTH%2CLEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_COLLAPSED_HEIGHT%29%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_CLICK_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_EXPANDED_WIDTH%2CLEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_EXPANDED_HEIGHT%29%3B%0A%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_DIV_HOVER_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_COLLAPSED_WIDTH%2CLEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_COLLAPSED_HEIGHT%29%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_DIV_CLICK_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_EXPANDED_WIDTH%2CLEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOTAL_EXPANDED_HEIGHT%29%3B%0A%0A%0A/**%0A%20*%20Sets%20the%20size%20of%20the%20passed%20in%20element%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20elem%0A%20*%20@param%20dim%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsSetSize%28elem%2Cdim%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09//%20Set%20the%20popup%20location%0A%20%20%20%09elem.style.width%20%3D%20dim.width%20%2B%20%22px%22%3B%0A%20%20%20%09if%28elem.width%29%0A%20%20%20%09%09elem.width%3Ddim.width%3B%0A%20%20%20%09elem.style.height%20%20%3D%20dim.height%20%2B%20%22px%22%3B%0A%20%20%20%09if%28elem.height%29%0A%20%20%20%09%09elem.height%3Ddim.height%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsSetSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20can%20be%20used%20for%20a%20simple%20one%20argument%20callback%0A%20*%0A%20*%20@param%20callName%0A%20*%20@param%20argName%0A%20*%20@param%20argVal%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsSimpleGwCallBack%28callName%2CargName%2C%20argVal%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28argName%29%0A%20%20%20%20%20%20%09gwObj.addParam%28argName%2CargVal%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28callName%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsSimpleGwCallBack%28%29%20%22%2BcallName%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20gets%20a%20url%20argument%20from%20the%20current%20document.%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsGetUrlArg%28url%2C%20name%20%29%0A%7B%0A%09%20%20name%20%3D%20name.replace%28/[%5C[]/%2C%22%5C%5C%5C[%22%29.replace%28/[%5C]]/%2C%22%5C%5C%5C]%22%29%3B%0A%09%20%20var%20regexS%20%3D%20%22[%5C%5C?%26]%22%2Bname%2B%22%3D%28[^%26%23]*%29%22%3B%0A%09%20%20var%20regex%20%3D%20new%20RegExp%28%20regexS%20%29%3B%0A%09%20%20var%20results%20%3D%20regex.exec%28url%29%3B%0A%09%20%20if%28%20results%20%3D%3D%20null%20%29%0A%09%20%20%20%20return%20%22%22%3B%0A%09%20%20else%0A%09%20%20%20%20return%20results[1]%3B%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20allows%20to%20redirect%20the%20top%20window%20to%20the%20passed%20in%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsRedirectTop%28url%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%20%20%09%0A%20%20%20%09top.location%3Durl%3B%09%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsRedirectTop%28%29%22%2Ce%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20find%20an%20element%20by%20Id%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20elemId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsFindElementById%28elemId%2Cdoc%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%20%20%20if%28doc%3D%3Dnull%29%0A%09%20%20%20%20%20%20doc%3Ddocument%3B%0A%09%20%20%20%0A%09%09var%20elem%3Ddoc.getElementById%28elemId%29%3B%0A%09%09if%28elem%29%0A%09%09%09return%20elem%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20This%20is%20the%20handling%20for%20IE%20*/%0A%09%09if%28doc.all%29%0A%09%09%7B%0A%09%09%09elem%3Ddoc.all[elemId]%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%28elem%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09return%20elem%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20for%20%28%20var%20i%20%3D%20%28document.all.length-1%29%3B%20i%20%3E%3D%200%3B%20i--%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09elem%3Ddoc.all[i]%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09if%28elem.id%3D%3DelemId%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%20elem%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%0A%09%09%7D%0A%09%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsFindElementById%28%29%22%2Ce%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%09return%20null%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Get%20the%20location%20of%20one%20element%20relative%20to%20a%20parent%20reference%0A%20*%0A%20*%20@param%20ref%0A%20*%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20the%20reference%20element%2C%20this%20must%20be%20a%20parent%20of%20the%20passed%20in%0A%20*%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20element%0A%20*%20@param%20elem%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsGetLocation%28ref%2C%20elem%29%20%7B%0A%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22_leoHighlightsGetLocation%20%22%2Belem.id%29%3B%0A%20%20%20%0A%20%20%20var%20count%20%3D%200%3B%0A%20%20%20var%20location%20%3D%20new%20LeoHighlightsPosition%280%2C0%29%3B%0A%20%20%20var%20walk%20%3D%20elem%3B%0A%20%20%20while%20%28walk%20%21%3D%20null%20%26%26%20walk%20%21%3D%20ref%20%26%26%20count%20%3C%20LEO_HIGHLIGHTS_INFINITE_LOOP_COUNT%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20location.x%20%2B%3D%20walk.offsetLeft%3B%0A%20%20%20%20%20%20location.y%20%2B%3D%20walk.offsetTop%3B%0A%20%20%20%20%20%20walk%20%3D%20walk.offsetParent%3B%0A%20%20%20%20%20%20count%2B%2B%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20%0A%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22Location%20is%3A%20%22%2Belem.id%2B%22%20-%20%22%2Blocation%29%3B%0A%0A%20%20%20return%20location%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20used%20to%20update%20the%20position%20of%20an%20element%20as%20a%20popup%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20IFrame%0A%20*%20@param%20anchor%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsUpdatePopupPos%28iFrame%2Canchor%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20//%20Gets%20the%20scrolled%20location%20for%20x%20and%20y%0A%20%20%20%20%20%20var%20scrolledPos%3Dnew%20LeoHighlightsPosition%280%2C0%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28%20self.pageYOffset%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.x%20%3D%20self.pageXOffset%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.y%20%3D%20self.pageYOffset%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%28%20document.documentElement%20%26%26%20document.documentElement.scrollTop%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.x%20%3D%20document.documentElement.scrollLeft%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.y%20%3D%20document.documentElement.scrollTop%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%28%20document.body%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.x%20%3D%20document.body.scrollLeft%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.y%20%3D%20document.body.scrollTop%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Get%20the%20total%20dimensions%20to%20see%20what%20scroll%20bars%20might%20be%20active%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20totalDim%3Dnew%20LeoHighlightsDimension%280%2C0%29%0A%20%20%20%20%20%20if%20%28document.all%20%26%26%20document.documentElement%20%26%26%20%0A%20%20%20%20%20%20%09document.documentElement.clientHeight%26%26document.documentElement.clientWidth%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%09totalDim.width%20%3D%20document.documentElement.scrollWidth%3B%0A%20%20%20%20%20%20%09totalDim.height%20%3D%20document.documentElement.scrollHeight%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20else%20if%20%28document.all%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%20/*%20This%20is%20in%20IE%20*/%0A%20%20%20%20%20%09%20%09totalDim.width%20%3D%20document.body.scrollWidth%3B%0A%20%20%20%20%20%20%09totalDim.height%20%3D%20document.body.scrollHeight%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20else%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%09%20totalDim.width%20%3D%20document.width%3B%0A%20%20%20%20%20%20%09%20totalDim.height%20%3D%20document.height%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%0A%20%20%20%20%20%20//%20Gets%20the%20location%20of%20the%20available%20screen%20space%0A%20%20%20%20%20%20var%20centerDim%3Dnew%20LeoHighlightsDimension%280%2C0%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28self.innerWidth%20%26%26%20self.innerHeight%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.width%20%3D%20self.innerWidth-%28totalDim.height%3Eself.innerHeight?16%3A0%29%3B%20//%20subtracting%20scroll%20bar%20offsets%20for%20firefox%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.height%20%3D%20self.innerHeight-%28totalDim.width%3Eself.innerWidth?16%3A0%29%3B%20%20//%20subtracting%20scroll%20bar%20offsets%20for%20firefox%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%28%20document.documentElement%20%26%26%20document.documentElement.clientHeight%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.width%20%3D%20document.documentElement.clientWidth%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.height%20%3D%20document.documentElement.clientHeight%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%28%20document.body%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.width%20%3D%20document.body.clientWidth%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.height%20%3D%20document.body.clientHeight%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20//%20Get%20the%20current%20dimension%20of%20the%20popup%20element%0A%20%20%20%20%20%20var%20iFrameDim%3Dnew%20LeoHighlightsDimension%28iFrame.offsetWidth%2CiFrame.offsetHeight%29%0A%20%20%20%20%20%20if%20%28iFrameDim.width%20%3C%3D%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%09iFrameDim.width%20%3D%20iFrame.style.width.substring%280%2C%20iFrame.style.width.indexOf%28%27px%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%20%28iFrameDim.height%20%3C%3D%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%09iFrameDim.height%20%3D%20iFrame.style.height.substring%280%2C%20iFrame.style.height.indexOf%28%27px%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Calculate%20the%20position%2C%20lower%20right%20hand%20corner%20by%20default%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20position%3Dnew%20LeoHighlightsPosition%280%2C0%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20position.x%3DscrolledPos.x%2BcenterDim.width-iFrameDim.width-LEO_HIGHLIGHTS_ADJUSTMENT.x%3B%0A%20%20%20%20%20%20position.y%3DscrolledPos.y%2BcenterDim.height-iFrameDim.height-LEO_HIGHLIGHTS_ADJUSTMENT.y%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28anchor%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20//centerDim%20in%20relation%20to%20the%20anchor%20element%20if%20available%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20topOrBottom%20%3D%20false%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20anchorPos%3D_leoHighlightsGetLocation%28document.body%2C%20anchor%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20anchorScreenPos%20%3D%20new%20LeoHighlightsPosition%28anchorPos.x-scrolledPos.x%2CanchorPos.y-scrolledPos.y%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20anchorDim%3Dnew%20LeoHighlightsDimension%28anchor.offsetWidth%2Canchor.offsetHeight%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28anchorDim.width%20%3C%3D%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09anchorDim.width%20%3D%20anchor.style.width.substring%280%2C%20anchor.style.width.indexOf%28%27px%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28anchorDim.height%20%3C%3D%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09anchorDim.height%20%3D%20anchor.style.height.substring%280%2C%20anchor.style.height.indexOf%28%27px%27%29%29%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20//%20Check%20if%20the%20popup%20can%20be%20shown%20above%20or%20below%20the%20element%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28centerDim.height%20-%20anchorDim.height%20-%20iFrameDim.height%20-%20anchorScreenPos.y%20%3E%200%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09//%20Show%20below%2C%20formula%20above%20calculates%20space%20below%20open%20iFrame%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20position.y%20%3D%20anchorPos.y%20%2B%20anchorDim.height%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20topOrBottom%20%3D%20true%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%20%28anchorScreenPos.y%20-%20anchorDim.height%20-%20iFrameDim.height%20%3E%200%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09//%20Show%20above%2C%20formula%20above%20calculates%20space%20above%20open%20iFrame%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.y%20%3D%20anchorPos.y%20-%20iFrameDim.height%20-%20anchorDim.height%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20topOrBottom%20%3D%20true%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22_leoHighlightsUpdatePopupPos%28%29%20-%20topOrBottom%3A%20%22%2BtopOrBottom%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28topOrBottom%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20//%20We%20attempt%20top%20attach%20the%20window%20to%20the%20element%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.x%20%3D%20anchorPos.x%20-%20iFrameDim.width%20/%202%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28position.x%20%3C%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.x%20%3D%200%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20else%20if%20%28position.x%20%2B%20iFrameDim.width%20%3E%20scrolledPos.x%20%2B%20centerDim.width%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.x%20%3D%20scrolledPos.x%20%2B%20centerDim.width%20-%20iFrameDim.width%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22_leoHighlightsUpdatePopupPos%28%29%20-%20topOrBottom%3A%20%22%2Bposition%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20//%20Attempt%20to%20align%20on%20the%20right%20or%20left%20hand%20side%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28centerDim.width%20-%20anchorDim.width%20-%20iFrameDim.width%20-%20anchorScreenPos.x%20%3E%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20position.x%20%3D%20anchorPos.x%20%2B%20anchorDim.width%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20else%20if%20%28anchorScreenPos.x%20-%20anchorDim.width%20-%20iFrameDim.width%20%3E%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.x%20%3D%20anchorPos.x%20-%20anchorDim.width%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20else%20%20//%20default%20to%20below%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20position.y%20%3D%20anchorPos.y%20%2B%20anchorDim.height%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22_leoHighlightsUpdatePopupPos%28%29%20-%20sideBottom%3A%20%22%2Bposition%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Make%20sure%20that%20we%20don%27t%20go%20passed%20the%20right%20hand%20border%20*/%0A%20%20%20%20%20%20if%28position.x%2BiFrameDim.width%3EcenterDim.width-20%29%0A%20%20%20%20%20%20%09position.x%3DcenterDim.width-%28iFrameDim.width%2B20%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%09%09%0A%20%20%20%20%20%20//%20Make%20sure%20that%20we%20didn%27t%20go%20passed%20the%20start%0A%20%20%20%20%20%20if%28position.x%3C0%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20position.x%3D0%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28position.y%3C0%29%0A%20%20%20%20%20%20%09position.y%3D0%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22Popup%20info%20id%3A%20%20%20%20%20%20%20%22%20%2BiFrame.id%2B%22%20-%20%22%2Banchor.id%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%2B%20%22%5Cnscrolled%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%22%20%2B%20scrolledPos%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%2B%20%22%5Cncenter/visible%20%20%20%20%22%20%2B%20centerDim%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%2B%20%22%5Cnanchor%20%28absolute%29%20%22%20%2B%20anchorPos%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%2B%20%22%5Cnanchor%20%28screen%29%20%20%20%22%20%2B%20anchorScreenPos%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%2B%20%22%5CnSize%20%28anchor%29%20%20%20%20%20%22%20%2B%20anchorDim%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%2B%20%22%5CnSize%20%28popup%29%20%20%20%20%20%20%22%20%2B%20iFrameDim%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%2B%20%22%5CnResult%20pos%20%20%20%20%20%20%20%20%22%20%2B%20position%29%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20//%20Set%20the%20popup%20location%0A%20%20%20%20%20%20iFrame.style.left%20%3D%20position.x%20%2B%20%22px%22%3B%0A%20%20%20%20%20%20iFrame.style.top%20%20%3D%20position.y%20%2B%20%22px%22%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsUpdatePopupPos%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20show%20the%20passed%20in%20element%20as%20a%20popup%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsShowPopup%28anchorId%2Csize%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsSnoozed%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%20false%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%09var%20popup%3Dnew%20LeoHighlightsPopup%28anchorId%2Csize%29%3B%0A%20%20%20%09popup.show%28%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsShowPopup%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20transform%20the%20passed%20in%20url%20to%20a%20rover%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsGetRoverUrl%28url%29%0A%7B%0A%09var%20rover%3DLEO_HIGHLIGHTS_ROVER_TAG%3B%0A%09var%20roverUrl%3D%22http%3A//rover.ebay.com/rover/1/%22%2Brover%2B%22/4?%26mpre%3D%22%2BencodeURI%28url%29%3B%0A%09%0A%09return%20roverUrl%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Sets%20the%20size%20of%20the%20bottom%20windown%20part%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsSetBottomSize%28size%2CclickId%29%0A%7B%0A%20%20%20/*%20Get%20the%20elements%20*/%0A%20%20%20var%20iFrameBottom%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_ID%29%3B%0A%20%20%20var%20iFrameDiv%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_DIV_ID%29%3B%0A%0A%20%20%20/*%20Figure%20out%20the%20correct%20sizes%20*/%0A%20%20%20var%20iFrameBottomSize%3D%28size%3D%3D1%29?LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_CLICK_SIZE%3ALEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_HOVER_SIZE%3B%0A%20%20%20var%20divSize%3D%28size%3D%3D1%29?LEO_HIGHLIGHTS_DIV_CLICK_SIZE%3ALEO_HIGHLIGHTS_DIV_HOVER_SIZE%3B%0A%0A%20%20%20/*%20Refresh%20the%20iFrame%27s%20url%2C%20by%20removing%20the%20size%20arg%20and%20adding%20it%20again%20*/%0A%20%20%20leoHighlightsUpdateUrl%28iFrameBottom%2Csize%2CclickId%29%3B%0A%0A%20%20%20/*%20Clear%20the%20hover%20flag%2C%20if%20the%20user%20shows%20this%20at%20full%20size%20*/%0A%20%20%20_leoHighlightsPrevElem.hover%3Dsize%3D%3D1?false%3Atrue%3B%0A%0A%20%20%20_leoHighlightsSetSize%28iFrameBottom%2CiFrameBottomSize%29%3B%0A%20%20%20_leoHighlightsSetSize%28iFrameDiv%2CdivSize%29%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Class%20for%20a%20Popup%20%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20LeoHighlightsPopup%28anchorId%2Csize%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22LeoHighlightsPopup%28%29%20%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%09this.anchorId%3DanchorId%3B%0A%20%20%20%09this.anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28this.anchorId%29%3B%0A%20%20%20%09this.topIframe%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_ID%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20this.bottomIframe%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_ID%29%3B%0A%20%20%20%09this.iFrameDiv%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_DIV_ID%29%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%09this.topIframe.src%3Dunescape%28this.anchor.getAttribute%28%27leoHighlights_url_top%27%29%29%3B%3B%0A%20%20%20%20%20%20this.bottomIframe.src%3Dunescape%28this.anchor.getAttribute%28%27leoHighlights_url_bottom%27%29%29%3B%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%221%29%20LeoHighlightsPopup%28%29%20%28%22%2Bthis.topIframe.style.top%2B%22%2C%20%22%2Bthis.topIframe.style.left%2B%22%29%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%222%29%20LeoHighlightsPopup%28%29%20%28%22%2Bthis.bottomIframe.style.top%2B%22%2C%20%22%2Bthis.bottomIframe.style.left%2B%22%29%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%09leoHighlightsSetSize%28size%29%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%09this.updatePos%3Dfunction%28%29%20%7B%20_leoHighlightsUpdatePopupPos%28this.iFrameDiv%2Cthis.anchor%29%3B%7D%3B%0A%20%20%20%20%20%20this.show%3Dfunction%28%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20this.updatePos%28%29%3B%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20this.iFrameDiv.style.visibility%20%3D%20%22visible%22%3B%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20this.iFrameDiv.style.display%20%3D%20%22block%22%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20this.updatePos%28%29%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%223%29%20LeoHighlightsPopup%28%29%20%28%22%2Bthis.topIframe.style.top%2B%22%2C%20%22%2Bthis.topIframe.style.left%2B%22%29%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%224%29%20LeoHighlightsPopup%28%29%20%28%22%2Bthis.bottomIframe.style.top%2B%22%2C%20%22%2Bthis.bottomIframe.style.left%2B%22%29%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%3B%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%09this.scroll%3Dfunction%28%29%20%7B%20this.updatePos%28%29%3B%7D%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22new%20LeoHighlightsPopup%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20updates%20the%20url%20for%20the%20iFrame%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20iFrame%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20@param%20clickId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsUpdateUrl%28iFrame%2Csize%2CclickId%2CdestUrl%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsUpdateUrl%28%29%20%22%2BdestUrl%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20var%20url%3DiFrame.src%3B%0A%20%20%20%20%20%20var%20idx%3Durl.indexOf%28%22%26size%3D%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28idx%3E%3D0%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20url%3Durl.substring%280%2Cidx%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A//%20%20%20%20%20%20size%3D1%3B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsUpdateUrl%28%29%20size%3D%22%2Bsize%2B%22%20%20%22%2Burl%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28size%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20url%2B%3D%28%22%26size%3D%22%2Bsize%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28clickId%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20url%2B%3D%28%22%26clickId%3D%22%2BclickId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28destUrl%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20url%2B%3D%28%22%26url%3D%22%2BdestUrl%29%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsUpdateUrl%28%29%20%22%2Burl%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20iFrame.src%3Durl%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsUpdateUrl%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A%0A%0A/**%0A*%0A*%20This%20can%20be%20used%20to%20close%20an%20iframe%0A*%0A*%20@param%20id%0A*%20@return%0A*/%0Afunction%20leoHighlightsSetSize%28size%2CclickId%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09/*%20Get%20the%20element%20*/%0A%20%20%09%09var%20iFrameTop%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_ID%29%3B%0A%0A%20%20%09%09/*%20Figure%20out%20the%20correct%20sizes%20*/%0A%20%20%09%09var%20iFrameTopSize%3DLEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_SIZE%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09/*%20Refresh%20the%20iFrame%27s%20url%2C%20by%20removing%20the%20size%20arg%20and%20adding%20it%20again%20*/%0A%20%20%09%09leoHighlightsUpdateUrl%28iFrameTop%2Csize%2CclickId%29%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09_leoHighlightsSetSize%28iFrameTop%2CiFrameTopSize%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsSetBottomSize%28size%2CclickId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Clear%20the%20hover%20flag%2C%20if%20the%20user%20shows%20this%20at%20full%20size%20*/%0A%20%20%20%20%20%20if%28size%3D%3D1%26%26_leoHighlightsPrevElem%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsPrevElem.hover%3Dfalse%3B%20%20%20%20%20%20%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsSetSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Start%20the%20popup%20a%20little%20bit%20delayed.%0A%20*%20Somehow%20IE%20needs%20some%20time%20to%20find%20the%20element%20by%20id.%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsShowPopup%28anchorId%2Csize%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsSnoozed%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%20false%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%09%09var%20elem%3D_leoHighlightsFindElementById%28anchorId%29%3B%0A%20%20%09%09if%28_leoHighlightsPrevElem%26%26%28_leoHighlightsPrevElem%21%3Delem%29%29%0A%20%20%09%09%09_leoHighlightsPrevElem.shown%3Dfalse%3B%0A%20%20%09%09elem.shown%3Dtrue%3B%0A%09%09_leoHighlightsPrevElem%3Delem%3B%0A%09%09%0A%09%09_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsShowPopup%28%29%20%22%2B_leoHighlightsPrevElem%29%3B%09%09%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%09/*%20FF%20needs%20to%20find%20the%20element%20first%20*/%0A%20%20%20%09_leoHighlightsFindElementById%28anchorId%29%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%09setTimeout%28%22_leoHighlightsShowPopup%28%5C%27%22%2BanchorId%2B%22%5C%27%2C%5C%27%22%2Bsize%2B%22%5C%27%29%3B%22%2C10%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsShowPopup%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A*%0A*%20This%20can%20be%20used%20to%20close%20an%20iframe%0A*%0A*%20@param%20id%0A*%20@return%0A*/%0Afunction%20leoHighlightsHideElem%28id%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09/*%20Get%20the%20appropriate%20sizes%20*/%0A%20%20%09%09var%20elem%3D_leoHighlightsFindElementById%28id%29%3B%0A%20%20%09%09if%28elem%29%0A%20%20%09%09%09elem.style.visibility%3D%22hidden%22%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09/*%20Clear%20the%20page%20for%20the%20next%20run%20through%20*/%0A%20%20%09%09var%20iFrame%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_ID%29%3B%0A%20%20%09%09if%28iFrame%29%0A%20%20%09%09%09iFrame.src%3D%22about%3Ablank%22%3B%0A%20%20%20%20%20%20var%20iFrame%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_ID%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28iFrame%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20iFrame.src%3D%22about%3Ablank%22%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09if%28_leoHighlightsPrevElem%29%0A%20%20%09%09%7B%0A%20%20%09%09%09_leoHighlightsPrevElem.shown%3Dfalse%3B%0A%20%20%09%09%09_leoHighlightsPrevElem%3Dnull%3B%0A%20%20%09%09%7D%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHideElem%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A*%0A*%20This%20can%20be%20used%20to%20close%20an%20iframe.%0A*%20Since%20the%20iFrame%20is%20reused%20the%20frame%20only%20gets%20hidden%0A*%0A*%20@return%0A*/%0Afunction%20leoHighlightsIFrameClose%28%29%0A%7B%0A%20%20try%0A%20%20%7B%0A%09%20%20_leoHighlightsSimpleGwCallBack%28%22LeoHighlightsHideIFrame%22%29%3B%0A%20%20%7D%0A%20%20catch%28e%29%0A%20%20%7B%0A%09%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsIFrameClose%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A*%0A*%20This%20is%20used%20to%20snooze%20the%20highlights.%0A*%0A*%20@return%0A*/%0Afunction%20leoHighlightsSnooze%28%29%0A%7B%0A%20%20try%0A%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20_leoHighlightsSnoozed%3Dtrue%3B%0A%20%20%20%20%20_leoHighlightsSimpleGwCallBack%28%22LeoHighlightsSnooze%22%29%3B%0A%20%20%7D%0A%20%20catch%28e%29%0A%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsSnooze%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A*%0A*%20This%20is%20used%20to%20snooze%20the%20highlights.%0A*%20This%20gets%20fired%20into%20the%20top%20frame.%0A*%0A*%20@return%0A*/%0Afunction%20leoHighlightsSnoozeTop%28id%29%0A%7B%0A%20%20try%0A%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20_leoHighlightsSnoozed%3Dtrue%3B%0A%20%20%20%20%20leoHighlightsHideElem%28id%29%3B%0A%20%20%7D%0A%20%20catch%28e%29%0A%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsSnoozeTop%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%7D%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20should%20handle%20the%20click%20events%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleClick%28anchorId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsSnoozed%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%20false%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsIsFrame%28%29%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%20false%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%09%09var%20anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28anchorId%29%3B%0A%20%20%09%09anchor.hover%3Dfalse%3B%0A%20%20%09%09if%28anchor.startTimer%29%0A%20%20%09%09%09clearTimeout%28anchor.startTimer%29%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Report%20the%20click%20event%20*/%0A%20%20%20%20%20%20leoHighlightsReportEvent%28%22clicked%22%2C%20window.document.domain%2C%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%27leohighlights_keywords%27%29%2Cnull%2C%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%27leohighlights_accept%27%29%2C%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%27leohighlights_reject%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%09leoHighlightsShowPopup%28anchorId%2C1%29%3B%0A%20%20%20%09return%20false%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleClick%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20should%20handle%20the%20hover%20events%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleHover%28anchorId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsSnoozed%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%20false%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsIsFrame%28%29%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%20false%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%09%09var%20anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28anchorId%29%3B%0A%20%20%09%09anchor.hover%3Dtrue%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Report%20the%20hover%20event%20*/%0A%20%20%20%20%20%20leoHighlightsReportEvent%28%22hovered%22%2C%20window.document.domain%2C%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%27leohighlights_keywords%27%29%2Cnull%2C%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%27leohighlights_accept%27%29%2C%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%27leohighlights_reject%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%09leoHighlightsShowPopup%28anchorId%2C0%29%3B%0A%20%20%20%09return%20false%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleHover%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20handle%20the%20mouse%20over%20setup%20timers%20for%20the%20appropriate%20timers%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20id%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleMouseOver%28id%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%20%20%20%20%20%20if%28_leoHighlightsSnoozed%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%3B%0A%09%20%20%20%0A%09%20%20%20if%28_leoHighlightsIsFrame%28%29%29%0A%09%20%20%20%20%20%20return%3B%0A%09%20%20%20%0A%09%09var%20anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28id%29%3B%09%09%0A%0A%09%09/*%20Clear%20the%20end%20timer%20if%20required%20*/%0A%09%09if%28anchor.endTimer%29%0A%09%09%09clearTimeout%28anchor.endTimer%29%3B%0A%09%09anchor.endTimer%3Dnull%3B%0A%09%09%0A%09%09anchor.style.background%3DLEO_HIGHLIGHTS_BACKGROUND_STYLE_HOVER%3B%0A%09%09%0A%09%09var%20underline%3D_leoHighlightsGetAttrib%28anchor%2C%22leohighlights_underline%22%29%3D%3D%27true%27%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20The%20element%20is%20already%20showing%20we%20are%20done%20*/%0A%09%09if%28anchor.shown%29%0A%09%09%09return%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20Setup%20the%20start%20timer%20if%20required%20*/%0A%09%09anchor.startTimer%3DsetTimeout%28function%28%29%7B%0A%09%09%09leoHighlightsHandleHover%28anchor.id%29%3B%0A%09%09%09anchor.hover%3Dtrue%3B%0A%09%09%09%7D%2Cunderline?LEO_HIGHLIGHTS_SHOW_DELAY_MS%3ALEO_HIGHLIGHTS_SHOW_DELAY_NO_UNDER_MS%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleMouseOver%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20handle%20the%20mouse%20over%20setup%20timers%20for%20the%20appropriate%20timers%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20id%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleMouseOut%28id%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%09%0A%09%09var%20anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28id%29%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20Clear%20the%20start%20timer%20if%20required%20*/%0A%09%09if%28anchor.startTimer%29%0A%09%09%09clearTimeout%28anchor.startTimer%29%3B%0A%09%09anchor.startTimer%3Dnull%3B%0A%09%09%0A%09%09anchor.style.background%3DLEO_HIGHLIGHTS_BACKGROUND_STYLE_DEFAULT%3B%0A%09%09if%28%21anchor.shown||%21anchor.hover%29%0A%09%09%09return%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20Setup%20the%20start%20timer%20if%20required%20*/%0A%09%09anchor.endTimer%3DsetTimeout%28function%28%29%7B%0A%09%09%09leoHighlightsHideElem%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_DIV_ID%29%3B%0A%09%09%09anchor.shown%3Dfalse%3B%0A%09%09%09_leoHighlightsPrevElem%3Dnull%3B%0A%09%09%09%7D%2CLEO_HIGHLIGHTS_HIDE_DELAY_MS%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleMouseOut%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20handles%20the%20mouse%20movement%20into%20the%20currently%20opened%20window.%0A%20*%20Just%20clear%20the%20close%20timer%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleIFrameMouseOver%28%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09if%28_leoHighlightsPrevElem%26%26_leoHighlightsPrevElem.endTimer%29%0A%09%09%09clearTimeout%28_leoHighlightsPrevElem.endTimer%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleIFrameMouseOver%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20handles%20the%20mouse%20movement%20into%20the%20currently%20opened%20window.%0A%20*%20Just%20clear%20the%20close%20timer%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20id%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleIFrameMouseOut%28%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09if%28_leoHighlightsPrevElem%29%0A%09%09%09leoHighlightsHandleMouseOut%28_leoHighlightsPrevElem.id%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleIFrameMouseOut%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A/**%0A%20*%20This%20is%20a%20method%20is%20used%20to%20make%20the%20javascript%20within%20IE%20runnable%0A%20*/%0Avar%20leoHighlightsRanUpdateDivs%3Dfalse%3B%0Afunction%20leoHighlightsUpdateDivs%28%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09/*%20Check%20if%20this%20is%20an%20IE%20browser%20and%20if%20divs%20have%20been%20updated%20already%20*/%0A%09%09if%28document.all%26%26%21leoHighlightsRanUpdateDivs%26%26%21_leoHighlightsIsFrame%28%29%29%0A%09%09%7B%0A%09%09%09leoHighlightsRanUpdateDivs%3Dtrue%3B%20//%20Set%20early%20to%20prevent%20running%20twice%0A%09%09%09for%28var%20i%3D0%3Bi%3CLEO_HIGHLIGHTS_MAX_HIGHLIGHTS%3Bi%2B%2B%29%0A%09%09%09%7B%0A%09%09%09%09var%20id%3D%22leoHighlights_Underline_%22%2Bi%3B%0A%09%09%09%09var%20elem%3D_leoHighlightsFindElementById%28id%29%3B%0A%09%09%09%09if%28elem%3D%3Dnull%29%0A%09%09%09%09%09break%3B%0A%09%09%09%09%0A%09%09%09%09if%28%21elem.leoChanged%29%0A%09%09%09%09%7B%0A%09%09%09%09%09elem.leoChanged%3Dtrue%3B%0A%09%09%09%09%0A%09%09%09%09%09/*%20This%20will%20make%20javaScript%20runnable%20*/%09%09%09%09%0A%09%09%09%09%09elem.outerHTML%3Delem.outerHTML%3B%0A%09%09%09%09%7D%0A%09%09%09%7D%0A%09%09%7D%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsUpdateDivs%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0Aif%28document.all%29%0A%09setTimeout%28leoHighlightsUpdateDivs%2C200%29%3B%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20used%20to%20report%20events%20to%20the%20plugin%0A%20*%20@param%20key%0A%20*%20@param%20domain%0A%20*%20@param%20keywords%0A%20*%20@param%20vendorId%0A%20*%20@param%20accept%0A%20*%20@param%20reject%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsReportEvent%28key%2C%20domain%2Ckeywords%2CvendorId%2Caccept%2Creject%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22key%22%2Ckey%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28domain%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22domain%22%2Cdomain%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28keywords%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22keywords%22%2Ckeywords%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28vendorId%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22vendorId%22%2CvendorId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28accept%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22accept%22%2Caccept%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28reject%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22reject%22%2Creject%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28%22LeoHighlightsEvent%22%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlights%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20expand%20or%20collapse%20the%20window%20base%20on%20it%20prior%20state%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsToggleSize%28clickId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsToggleSize%28%29%20%22%2B_leoHighlightsPrevElem%29%3B%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Get%20the%20hover%20flag%20and%20change%20the%20status%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20size%3D_leoHighlightsPrevElem.hover?1%3A0%3B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsSetBottomSize%28size%2CclickId%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsToggleSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Call%20into%20the%20kvm%20that%20will%20then%20do%20a%20callback%20into%20the%20top%20window%0A%20*%20The%20top%20window%20will%20then%20call%20leoH%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsSetSecondaryWindowUrl%28url%2C%20customerId%2C%20phraseId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsSetSecondaryWindowUrl%28%29%20%22%2Burl%29%3B%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22url%22%2C%20url%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22phraseId%22%2C%20phraseId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22customerId%22%2C%20customerId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28%22LeoHighlightsSetSecondaryWindowUrl%22%29%3B%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsSetSecondaryWindowUrl%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Call%20into%20the%20kvm%20that%20will%20then%20do%20a%20callback%20into%20the%20top%20window%0A%20*%20The%20top%20window%20will%20then%20call%20leoH%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsSetSecondaryWindowUrlCallback%28url%2C%20customerId%2C%20phraseId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsSetSecondaryWindowUrlCallback%28%29%20%22%2Burl%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Clear%20the%20hover%20flag%2C%20if%20the%20user%20shows%20this%20at%20full%20size%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20size%3D_leoHighlightsPrevElem.hover?0%3A1%3B%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsSetSecondaryWindowUrlCallback%28%29%20%22%2B_leoHighlightsPrevElem%2B%22%20--%20%22%2B_leoHighlightsPrevElem.hover%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Get%20the%20elements%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20iFrameBottom%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_BOTTOM_ID%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20leoHighlightsUpdateUrl%28iFrameBottom%2Csize%2Cnull%2Curl%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHighlightsSetSecondaryWindowUrlCallback%28%29%20%22%2Burl%29%3B%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsSetSecondaryWindowUrlCallback%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20set%20the%20text%20to%20the%20Top%20%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20txt%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsSetExpandTxt%28txt%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%0A%20%20%20%20%20%20var%20topIFrame%20%3D%20_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_TOP_ID%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28topIFrame%3D%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Get%20the%20current%20url%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20url%3DtopIFrame.src%3B%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28url%3D%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Extract%20the%20previous%20hash%20if%20present%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20idx%3D-1%3B%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28%28idx%3Durl.indexOf%28%27%23%27%29%29%3E0%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20url%3Durl.substring%280%2Cidx%29%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Append%20the%20text%20to%20the%20end%20*/%0A%20%20%20%20%20%20url%2B%3D%22%23%22%2BencodeURI%28txt%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Set%20the%20iframe%20with%20the%20new%20url%20that%20contains%20the%20hash%20tag%20*/%0A%20%20%20%20%20%20topIFrame.src%3Durl%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsSetExpandTxt%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/*----------------------------------------------------------------------*/%0A/*%20Methods%20provided%20to%20the%20highlight%20providers...%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20*/%0A/*----------------------------------------------------------------------*/%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20set%20the%20expand%20text%20for%20the%20Top%20window%0A%20*/%0Afunction%20leoHL_SetExpandTxt%28txt%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsDebugLog%28%22leoHL_SetExpandTxt%28%29%20%22%2Btxt%29%3B%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsSimpleGwCallBack%28%22LeoHighlightsSetExpandTxt%22%2C%22expandTxt%22%2Ctxt%29%3B%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHL_SetExpandTxt%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20redirect%20the%20top%20window%20to%20the%20passed%20in%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@param%20parentId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHL_RedirectTop%28url%2CparentId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%0A%20%20%20%20%20%20try%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20domain%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28window.document.URL%2C%22domain%22%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20keywords%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28window.document.URL%2C%22keywords%22%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20vendorId%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28window.document.URL%2C%22vendorId%22%29%0A%20%20%20%20%20%20leoHighlightsReportEvent%28%22clickthrough%22%2C%20domain%2Ckeywords%2C%20vendorId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7Dcatch%28e%29%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHL_RedirectTop%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%09%09%0A%20%20%20%09_leoHighlightsRedirectTop%28url%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHL_RedirectTop%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20redirect%20the%20top%20window%20to%20the%20passed%20in%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@param%20parentId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20LeoHL_RedirectTop%28url%2CparentId%29%0A%7B%0A%20%20%20leoHL_RedirectTop%28url%2CparentId%29%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20redirect%20the%20top%20window%20to%20the%20passed%20in%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@param%20parentId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHL_RedirectTopAd%28url%2CparentId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%0A%20%20%20%20%20%20try%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20domain%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28window.document.URL%2C%22domain%22%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20keywords%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28window.document.URL%2C%22keywords%22%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20vendorId%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28window.document.URL%2C%22vendorId%22%29%0A%20%20%20%20%20%20leoHighlightsReportEvent%28%22advertisement.click%22%2C%20domain%2Ckeywords%2C%20vendorId%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7Dcatch%28e%29%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHL_RedirectTopAd%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsRedirectTop%28url%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHL_RedirectTopAd%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20set%20the%20size%20of%20the%20iframe%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@param%20parentId%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHl_setSize%28size%2Curl%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09/*%20Get%20the%20clickId%20*/%0A%20%20%20%09var%20clickId%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28%20url%2C%22clickId%22%29%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22size%22%2Csize%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28clickId%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22clickId%22%2CclickId%2B%22_blah%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28%22LeoHighlightsSetSize%22%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHl_setSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20toggle%20the%20size%20of%20the%20window%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHl_ToggleSize%28%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28%22LeoHighlightsToggleSize%22%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHl_ToggleSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A");&lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-1755550176364286784?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/1755550176364286784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=1755550176364286784' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/1755550176364286784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/1755550176364286784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2010/11/learning-integrity-of-m-marijan.html' title='Learning Integrity of M&amp;#39;bah Marijan'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM96CJztBRI/AAAAAAAAARo/OwbgPzAmBIw/s72-c/integrity-poster1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-7236381768546820694</id><published>2010-11-01T02:12:00.000-07:00</published><updated>2011-07-28T23:24:57.331-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leadership'/><title type='text'>Belajar Integritas Dari M'bah Marijan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Harimau mati meninggalkan belang, Manusia mati meninggalkan nama baik." itulah sepenggal bunyi dari peribahasa. Mbah Maridjan! Siapa yang tak kenal dengan namanya. Sepeninggal Mbah juru kunci Merapi ini, banyak penilaian diberikan orang terhadapnya. Ada orang yang mencemooh, ada yang memberikan penilaian miring, bahkan ada yang menghakiminya. Namun adakah kita berpikir sejenak, nilai apa yang diajarkan oleh Mbah Marijan kepada setiap pemimpin masa kini? "Satunya kata dengan perbuatan." Dalam kepemimpinan ini disebut dengan "Integritas" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TPR03UZnevI/AAAAAAAAASA/Bb9IFFdhZSs/s1600/mbah%252Bmarijan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TPR03UZnevI/AAAAAAAAASA/Bb9IFFdhZSs/s320/mbah%252Bmarijan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Joko Jogja menuliskan komentarnya terhadap tulisan dari berjudul "Mbah Marijan Beriman kepada Siapa?" di "&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/10/27/mbah-marijan-beriman-kepada-siapa/"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/10/27/mbah-marijan-beriman-kepada-siapa/&lt;/a&gt;":&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Mbah marijan memang dikabarkan baru sholat. Mungkin yg dimaksd penulis ini, mbah marijan kan jg sering melakukan ritual dan memberi sesajen ke gunung. Di sinilah yang patut dipertanyakan. Dia mungkin islam (karena ke mesjid), namun dia juga memiliki kepercayaan lain karena mempercayai sesuatu kepada yang ‘gak jelas’. Saya pikir semua agama juga melarang untuk mempercayai  selain kepada Tuhannya saja. Pilihan tidak banyak. Mbah Marijan beragama islam tapi percaya ilah lain, atau mbah Marijan sebenarnya mempercayai ‘yang lain’ (yg bisa aja mahluk halus, setan, dkk) dengan ber-ktp-kan islam. Itu dari segi telaah agama Marijan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Namun demikian dibalik ‘kelemahan’ tersebut, mbah marijan punya satu karakter yg pantas kita teladani . Bertanggung jawab dengan tugasnya. Walau bebrapa org anggap konyol dan bodoh. Namun saya&amp;nbsp; melihat &lt;u&gt;dia bertanggung jawab dari apa yg dipecayainya&lt;/u&gt;."&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kata 'integritas' bukanlah kata yang asing dalam bidang kepemimpinan. Kata ini merupakan satu kata yang seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup seorang pemimpin. Kata ini ternyata bukanlah istilah yang baru. Kalau kita menyelidiki Alkitab, baik kitab-kitab perjanjian lama, dan juga Kitab-kitab Perjanjian Baru banyak membahas kata "Integritas."&amp;nbsp; Namun menjadi pertanyaan apakah arti kata ini, dan bagaimana menyikapinya dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk menyegarkan pengertian bersama, apa arti kata 'integritas' mari kita melihat kamus. Kata 'integritas', diambil dari bahasa asing. Mungkin dari bahasa Belanda; atau dari bahasa Perancis. Katakanlah kata itu diambil dari bahasa Inggris. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mari kita lihat bagaimana penjelasannya menurut Webster's Third Internnational Dic tionary (1981) ,Oxford Dictionary(1963), dan An English-Indonesian Dictionary, by John M. Echols and Hassan Shadily (1975). Di dalam kamus-kamus itu itu dijelaskan bahwa 'integrity' artinya 'wholeness', pengertian mengenai 'keseluruhan'; 'uprightness' dan 'honesty', artinya 'ketulusan hati' dan 'kejujuran'. Juga dijelaskan bahwa 'integrity' itu berarti 'an uncompromising adherance to a code of moral', artinya dedikasi yang tak tergoyakan terhadap kode moral'. Dengan kata lain Integritas (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukan ini. Dengan kata lain, “satunya kata dengan perbuatan”. Mengkomunikasikan maksud, ide dan perasaan secara terbuka, jujur dan langsung sekalipun dalam negosiasi yang sulit dengan pihak lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mbah Marijan telah membuktikan nilai ini. Dia rela menjadi seorang jurukunci. Mari Belajar dari si-Mbah Marijan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Apakah Integritas?&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM96CJztBRI/AAAAAAAAARo/OwbgPzAmBIw/s1600/integrity-poster1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="159" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM96CJztBRI/AAAAAAAAARo/OwbgPzAmBIw/s200/integrity-poster1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;A. Dalam kepemimpinan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Integritas adalah pilar-pilar yangmenopang kepemimpinan. Satunya kata dengan perbuatan menghasilkan kekuatan yangsanggup untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orang-orang yang dipimpinnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;&lt;b&gt;Apakah Kepemimpinan?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;&lt;b&gt;Dikutib dari (&lt;a href="http://pinetreeweb.com/whatis.htm"&gt;http://pinetreeweb.com/whatis.htm&lt;/a&gt; ) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lewis P. Orans, 1997&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Leadership        is a process of getting things done through people.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; The        quarterback moves the team toward a touchdown. The senior        patrol leader guides the troop to a high rating at the        camporee. The mayor gets the people to support new        policies to make the city better. These        leaders are getting things done by working through people        -- football players, Scouts, and ordinary citizens. They        have used the process of leadership to reach certain        goals.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Leadership        is not a science. &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;So being a leader is an adventure        because you can never be sure whether you will reach your        goal -- at least this time. The touchdown drive may end        in a fumble. The troop may have a bad weekend during the        camporee. Or the city's citizens may not be convinced        that the mayor's policies are right. So these leaders        have to try again, using other methods. But they still        use the same &lt;i&gt;process &lt;/i&gt;the process of good        leadership.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Leadership        means responsibility.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; It's adventure and often fun, but        it always means responsibility. The leader is the guy the        others look to to get the job done. So don't think your        job as a troop leader or a staff member will be just an        honor. It's more than that. It means that the other        Scouts expect you to take the responsibility of getting        the job done. If you lead, they will do the job. If you        don't, they may expect you to do the job all by yourself.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mbah Marijan adalah seorang&amp;nbsp; Pemimpin. Ia merefleksikan semua karakteristik yang harusnya dimiliki oleh seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh &lt;/span&gt;Lewis P. Orans di atas. Contoh kasus adalah kepemimpinan Mbah Marijan. Sebelum peristiwa meletusnyaGunung Merapi, Mbah Marijan (berdasarkan penuturan sahabat karibnya yangdisiarkan dalam acara silet), mengetahui bahwa Merapi akan meletus, dan wedhusgembel (dalam bahasa setempat) pasti melewati rumahnya. Namun Mbah Marijanberketetapan hati tidak akan mengungsi dari lereng merapi. Mbah Marijanmembuktikan dirinya sanggup melakukannya. Dia adalah seorang pemimpin yangteguh dalam memegang kata-kata yang diucapkannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal ini memberikan dampak langsung kepada orang-orang yangmengikutinya. Berdasarkan pengakuan banyak saksi, Mbah Marijan tidak pernahmelarang penghuni lereng gunung merapi untuk mengungsi, tetapi malah menganjurkanmereka untuk segera mengungsi. Namun fakta membuktikan bahwa setelah Wedusgembel menyapu kampung Cangkringan tersebut, dan ketika tim SAR mengevakuasikorban bencana, banyak orang yang mengikuti Mbah Marijan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah sikap yang sama dapat kita temukan dalam diri kitamasing-masing?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Integritas dan kehidupan Spiritual&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Amsal 11:03 "Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya."&amp;nbsp;19:01 "Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya dari pada seorang yang serong bibirnya lagi bebal." 20:07 A righteous man that walketh in his integrity, Blessed are his children after him." 28:6 Better is the poor that walketh in his integrity, Than he that is perverse in his ways, though he be rich..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM_EmAjL7gI/AAAAAAAAARw/rz0ikATnWpM/s1600/160508_Integritas_2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM_EmAjL7gI/AAAAAAAAARw/rz0ikATnWpM/s200/160508_Integritas_2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Integritas adalah satu komponen yang harus ada dalam dirisetiap orang percaya. Hal ini dapat kita lihat pada kata-kata hikmat yangdituliskan oleh penulis kitab Amsal.&amp;nbsp;Integritas dibutuhkan dalam berbagai lini kehidupan. Menurut padanganpenulis Amsal, ternyata seluruh aspek kehidupan adalah bagian yang tidakterpisahkan dari kehidupan rohani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Integritas menolong setiap orang percaya untuk tetapberjalan dalam jalan kebenaran. "Amsal 11:03." Nilainya lebih mahaldari harta termahal, dan membuat orang menjadi berhikmat "Amsal19:01." Apabila dikerjakan dengan setia, bukan hanya pelakunya yangmengalami janji TUHAN, tetapi anak-anaknya pun akan disebut berbahagia."Amsal 20:07"&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana mengintegrasikan antara perkataan dengan sikapperilaku?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM_KoLhejuI/AAAAAAAAAR0/r7lI91SXJNw/s1600/integrity+time.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TM_KoLhejuI/AAAAAAAAAR0/r7lI91SXJNw/s200/integrity+time.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Merumuskan dalil-dalil tentang tatanan kehidupan adalah halyang mudah. Menyusun satu pidato yang baik atau khotbah yang baik banyak orangyang mampu untuk melakukanya. Namun untuk merealisasikannya, dibutuhkan usahayang keras. Selama rumusan-rumusan itu belum dibuktikan dengan sikap, perilakuhidup seperti yang dirumuskan tadi, semuanya hanyalah "TEORI." Hidupdi dunia ini bukanlah sesuatu yang sifatnya teori, melainkan hidup yang nyata. &lt;/span&gt;&lt;span class="longtext" style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span title=""&gt;Don Galerberkata: "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="longtext" style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Integrity is what we do, what we say, andwhat we say we do”". &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Sebagai seorang Kristen,Alkitab memberitahu kita: "Tapi mari &lt;/span&gt;katakanlah&lt;/span&gt;&lt;span class="longtext" style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;," Ya&lt;/span&gt;jika &lt;/span&gt;&lt;span class="longtext" style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ya,&lt;/span&gt;jika tidak, tidak &lt;/span&gt;&lt;span class="longtext" style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;apa lebih dari ini datang dari yang jahat. " &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;(Mat 5:37).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-7236381768546820694?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://google.com' title='Belajar Integritas Dari M&amp;#39;bah Marijan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/7236381768546820694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=7236381768546820694' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7236381768546820694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7236381768546820694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2010/11/belajar-integritas-dari-m-marijan.html' title='Belajar Integritas Dari M&amp;#39;bah Marijan'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TPR03UZnevI/AAAAAAAAASA/Bb9IFFdhZSs/s72-c/mbah%252Bmarijan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-3459602798531502932</id><published>2010-10-20T20:15:00.000-07:00</published><updated>2011-08-04T23:00:06.897-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Unfortunately, if God Not to Know You...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Mat 7:22 -23&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TL-2MetvpcI/AAAAAAAAARk/iwpsXud1PP8/s1600/jesus+said.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="155" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TL-2MetvpcI/AAAAAAAAARk/iwpsXud1PP8/s200/jesus+said.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;22.&lt;/b&gt; Many will say to me in that day, Lord, Lord, did we not prophesy by thy name, and by thy name cast out demons, and by thy name do many mighty works? &lt;b&gt;23.&amp;nbsp;&lt;/b&gt; And then will I profess unto them, I never knew you: depart from me, ye that work iniquity." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-3459602798531502932?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/3459602798531502932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=3459602798531502932' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/3459602798531502932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/3459602798531502932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2010/10/unfortunately-if-god-not-to-know-you.html' title='Unfortunately, if God Not to Know You...'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TL-2MetvpcI/AAAAAAAAARk/iwpsXud1PP8/s72-c/jesus+said.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-7278835377842339438</id><published>2010-09-03T01:13:00.000-07:00</published><updated>2011-08-04T22:53:27.186-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Realizing the importance of Why You Should Serve the Lord</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TICuuxSz5dI/AAAAAAAAAOs/fzMDoB9UW1o/s1600/kemana.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TICuuxSz5dI/AAAAAAAAAOs/fzMDoB9UW1o/s320/kemana.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Acts 26: 12-23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the book "The mission of the Crisis" issued by the Torch Mitra Indonesia, Jakarta 2003, p. 40-44, Good Surjantoro wrote in an article titled "Reasons to Serve God":&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"There are various factors behind why a person who serves the Lord. But the most important factor underlying the true ministry is God's call. Factor God's call will make a person live to serve, not serve for life. Since the calls also, someone with real experience will grace of God in her life and then will make the love of God and neighbor as the basis for life and ministry. People who have the motivation of love for God and neighbor, which will be more resilient `` in the service. Paul is one example of someone who has God's call clear in his life. That's what makes life so extraordinary and his ministry in the hands of God and a blessing to many people.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If God calls, He knows who summoned him and for what. If God wants us to do something, He knows that we are able to do so by his grace. Our God is great God and He can do all things. He who set the universe, He who owns the earth and everything in it, the sea and all that dwell therein. We are the ones who are often small-minded and stunted, making as though God could not do anything about it. Pettiness and the smallness of faith that becomes a barrier for us so that we can not see the greatness of God over all His creation, including well over our lives. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Proposition:&lt;/b&gt; We have chosen of God to serve Him.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sentence Question: &lt;/b&gt;How do we are chosen of God to serve Him?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Transitional Sentence:&lt;/b&gt; The facts how do we are chosen of God to serve Him?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I. Realize, Assessment Services it is the Lord (v. 16).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this passage, especially verse. 14-15 Paul explained to King Agrippa how the Lord called him: "14. We all fell to the ground and I heard a voice saying to me in Hebrew:" Saul, Saul, why do you persecute me? "It's hard for you to kick to the pole stimuli. 15. But I answered: Who art thou, Lord? He said, `I am Jesus, whom you are persecuting." Notice how North Paul declares how God chose. Lord chose not because he can meet the standards of God's truth. Consider the record of the time such election. At that time, Paul was on his way to Damsyk for the purpose of persecuting the congregation of the LORD is there. That's where the Lord caught it and set it to be a "servant of Him."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reviewed from time, and this selection process, is surely one thing that kontropersial. Is not the LORD, who is personally selecting the omniscient, Glorified, the Most Just, and All-merciful? His existence as a person of the Most Just, requires the LORD punish Paul. But in this passage Paul explains that in his encounter with the Lord on the road to Damsyk, the Lord chose, and set them to be His servants and witnesses. This event was explained to us that Paul was chosen not because of who Paul is. Not because he meets the criteria of a servant of God, but God chose and set them to be His servants is because HE himself who took the initiative to do so. A similar thing happened with us in our time. Therefore, value choices and the determination of the LORD, who has menetapkanmu become his servants.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Illustration: Jim Caviezel is a regular actor with small roles. And who starred in films also not large. Role of the best I have ever played is a war movie with the title "THE THIN RED LINE '. There too he is only one role among the major actors who played in the film's colossal. In The Thin Red Line, Jim served as a soldier who sacrificed for the sake of helping his friends who were wounded and encircled the enemy, he ran the enemy in the other direction even though he knew he would die, and finally surrounded and they killed him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kharisma kindness, friendliness, and this would attract attention berkorbannya Mel Gibson, who was looking for the right actor to portray the concept of film that had long kept, waiting for the right person to memerankannya. Finally they held a meeting with Jim to discuss the bid for the role. Mel and then explains at length about the film to be made. Film about Jesus that is different from other movie ever made about him. Mel also said that it would be very difficult in this film portrays, one of which Jim had to learn the language and dialect of Aramaic, the language used in those days. And Mel then glared Jim, later asserted that the biggest risk may be encountered. He says if Jim plays this film will probably be the end of his career as an actor in Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In silence waiting for Jim's decision whether to be played in the movie, Mel Gibson, Jim asked: 'Mel did you choose me because my name was too similar to the initials of Jesus Christ (Jim Caviezel), and I was now 33 years old, together with the age of Jesus Christ when He was crucified '? Mel shook her head half-stunned, shocked, he was a little scary. He did not know about it, nor escape his notice. He chose Jim purely because of his role in 'The Thin Red Line'. Jim later said: "Well Mel, I think it's not a coincidence, this is my call sign, everyone must take up his cross. When he refused to carry it then he would break the cross on top. I bear the risk, let's make this movie! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementation: Awareness of the case and to determine how the Lord chose to be His servants enable us to do that ministry. Whatever the risks, did not become a barrier that means to keep doing it until God's purpose through these services materialize.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;II. Know that service can not be separated from the testimony (v. 16).&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Christian ministry and kesakasian is a unity that can not be separated. In other words, so if we refer to as the housing ministry, the testimony is the content. Think like a single container is not used, then the container remained one container filled with dust. Similarly, the content of some things, or whatever it is. Without a good place to contain it, it will be scattered everywhere, even be broken up into piles of trash discarded.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rev. Nathanael Channing, in his writings on the theme "Basic Instinct 1 - The Nature of Service" page one, quoting Luther as saying "Here I stand I can not do anything else, God help me". Nathanael asserted: "Services are:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Response to the grace of God which has saved mankind in Jesus Christ, to surrender themselves as servants of God which is realized through the offering of the holy and righteous life, dedicated himself in bearing the cross of Christ to carry out the vision and mission of God in saving mankind"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul mentions the Lord Jesus called her goal is for him to be "servants and witnesses." Acts 26: 16. reads: "But now, get up and stand up. I've appeared to you to assign you a servant and witness of all things which you have seen from me and about what will I show to you later."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This passage teaches how close relationship between the ministry and witness. Services must be sourced from what is Paul seen from the Lord. This passage also teaches that the nature of the revelation of the Lord to show it is not something that character only when Paul was arrested a servant of his Lord. But the Lord will still show it to Paul. Relation to the context of the present is let every servant of the Lord based his ministry to God's revelation. Therefore, every servant of the LORD must have an intimate relationship with the owner of that ministry. In the Acts of the Apostles 26: 17-18, the apostle Paul tells of God's purpose to set a servant and witness it this way: "I will alienate you from this nation and from other nations. And I'm sending you to them, to open eyes them, so they turned away from the power of Satan to God, to them by their faith in me getting a part in what was determined for those who are sanctified. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arduous task instead? But we should imitate Paul. Even though he knew the risks of the task, he said in verse 19: "Therefore, O king Agrippa, the vision of heaven that I never disobeyed" In the next paragraph is clear to us what caused that experienced by Paul. He told his obedience evidence in serving the Lord. Paul's obedience to the orders of the Lord in faith to see the new life-threatening risk. Paul says : "But first I preach to the Jews in Damascus, in Jerusalem and in all Judea, and also to the Gentiles, that they should repent and turn to God and doing jobs that match repentance. That's why the Jews seized me in the temple, and tried to kill me "(Acts 26: 20-21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here the obvious to us how hard it is to bear the risk. But we see that he should experience it once did, he kept it running. The Bible describes people who live in obedience to the commandment of the LORD. They are willing to pay the price for an observance, like Daniel, Shadrach, Meshach and Abednego. But on the other hand, the Bible also speaks of the disobedience, and consequently, like Saul, Jonah, and many of the kings of Israel. Need we ask why Paul remained faithful, even if he had to have the risk until it almost killed?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul's obedience to determine how large the number of people aware of the existence of sin. When a person is aware of the existence of sin, when it began to open his spiritual eyes. Thus he realized that he need the the Savior. Paul's obedience to determine how large the number of people apart from being taken power of the devil. This verse explains the secret of experiencing spiritual growth that leads people to the power of the Lord Jesus who memerdekakannya perfectly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reinhard Bonke said "Let me tell you a little secret: God does not use special talented people. He uses ordinary people like you and me to touch the world with his healing power. What makes the service a growing Reinhard Bonke? Because he witnessed in his ministry of Jesus Christ as Lord and Savior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Illustration: The filming of The Passion Of Christ, many challenges and difficulties that should naturally Jim Caviezel. Sometimes he could not afford to pass it. instance when he had to carry the cross and weighed ukuranya identical with the cross of Jesus. When wood is placed on his shoulders, he was surprised how hard the wood. when timber was laid on his shoulder, his shoulder was not strong to bear the heavy burden of the joints were so loose. As a result he groaned endure unspeakable pain. he even had time to issue a harsh word for lack of response of the other crews saw what they experienced. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In another session, when he had to portray Jesus flogged,, his flesh torn because the affected native sharpness of the whip on his skin. Jim react to it in the dependences of the Lord in his prayers. Jim in his testimony says: Finally only one I can do, as Jesus did is a lot more praying. Pleading instruction to do all this. Because I was playing She's somebody who's so big. My past is not a deep relationship with Him. I was born to a devout Catholic family, good habits in the family had continued to follow and be a good foundation in me. And now I've been in my top role. Yes, Lord, Thou who has planned it all, and brought up here. That distract you from a career in basketball, leading me to be an actor, and made me arrive at this point. Because thou hast chosen, then whatever happens, happens according to Your will. Any way, after going through the process for making a very difficult movie, where Jim lives sometimes be at stake. And the Lord visit  Jim and all the crew who took part in making the film. Even the Roman soldiers cast is a Muslim after scene, he was crying and accept Jesus as his Lord. The scene was so touching. That was incredible. Though initially they came only because to call it a profession and occupation, for the sake of money. But the experiences in that movie changed us all, the experience will not be forgotten &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Application: Lord has set you and I become his servant, with the aim that many souls to know Jesus as their personal Lord and Savior. God has put us on the right ministry positions. There are placed in schools, there is the Lord placed in the workplace. Come Worship the Lord in dependence to the DIA who have entrusted it to our service.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Surely the Lord mold you and me according to His will (v. 17-18). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;England midfielder Frank Lampard believes his team can win the 2010 World Cup this time. he said, the Three Lions have the most qualified team of quality and equitable. Only hope to be a champion could be a nightmare if they were forced to penalties. England have always fared poorly when forced to compete this kick finalty. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since the 1990 World Cup, England knocked out of five tournaments (European Cup and World Cup) on penalties. Each lost two times from Portugal, and Germany, as well as all of Argentina. Because of a curse that, though sure squad have huge potential to win the World Cup a second time, Lampard asked his colleagues to erase bad memories about the first penalty shootout. "Admittedly, penalties as a ghost scary for us. And, this is not concerned about the technical. We all already know what to do when executing penalties. Actually it is all about mental, and may involve changing the curse," he was quoted from The Sun, yesterday. He later complained that penalties somehow like an inescapable curse. He was frank, if the time comes there must be penalties, and mentally the players have not 'worked' it's not impossible later the players will actually repel an interpreter to be executed. "Regardless of any good as we play all 120 minutes. No matter how tough we are fighting any kind. But as penalties go, we would said 'Oh, we must do this again'," he said as he swore. Because the 'curse' that has been mapped in his mind, he continued, it was difficult to avoid, and precisely so additional mental load. "It became a kind of disease that must be disposed of in the mind," he added. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampard then refer to the German team, known champion in matters of penalty kicks. "That is why Germany is very good at penalties. They have a good history on penalties. So they are so confident. While we are shaded by a curse," he said. Exercise of Special Affairs penalties was apparently so serious attention of England coach, Fabio Capello. The Italian coach was promised to pursue all means to his team really ready to face 'hell' was high five-round knockout tosan later. "We always do special exercises every workout penalties. But, of course the situation is very different. Very easily scored from the penalty spot during practice because the pressure is very different from the actual game," said Capello was quoted from Mirrorfootball.com (quoted from http:&lt;a href="http://%20/%20www.tribun-timur.com/read/artikel/101691/Latihan-Khusus-Adu-Penalti"&gt;/ / www.tribun-timur.com/read/artikel/101691/Latihan-Khusus-Adu-Penalti&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Consider how serious football coaches face World Cup some time ago. Service is one contest that requires expertise tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. James D. Kennedy, author of Evangelism Explotion special training in how to conduct effective menginjilis to three friends in Florida. Dr. Kennedy makes an analogy about the difficulty melayankan gospel is like flying an airplane. The hardest thing in flying is to determine the precise moment when the peling for takeoff, and when to land it back.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A survey done by Christianity Today demonstrated EE That is today the most widely Used for training tool for evangelism Fathers and Laity. EE not only empowers trainees to gain confidence in presenting the Gospel, it enables Them changed from trainers of other soul-winners, Thus setting entire Churches on fire for evangelistic outreach to friends and Neighbours ". (Dr. James Kennedy, Ph.. D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"James Kennedy has recaptured the biblical concept That the church's primary task is Every-member evangelism. 'The Church having come to Christ, is to go for Christ." (Dr. Billy Graham). quoted from &lt;a href="http://www.pemudakristen.com/news/ee.php."&gt;http://www.pemudakristen.com/news/ee.php.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before the Lord really put Paul as His servants and witnesses, the apostle Paul in Acts 26: 17, said "I will alienate you from this nation and from other nations. And I'm sending you to them," Case the hardest thing in human life is when he was exiled from his group. Loneliness is the greatest enemy of mankind. But if humans can overcome her loneliness, she would be able to bear the burden of his life. According to Les Carter, "Loneliness is a feeling of separation, isolation, or distance in human relations means. Loneliness emotional pain, feeling empty, and longing to feel understood and accepted by someone." (Quoted from Tim Hansel, "Through the wilderness of Loneliness" (Elgin, Ill.: David C. Cook, 1991), 59-60.) That was published in http:&lt;a href="http://bible.org/seriespage/chapter-17-lessons-loneliness%20."&gt;//bible.org/seriespage/chapter-17-lessons-loneliness .&lt;/a&gt; But we saw how the Lord used to litigants with Paul's lonely.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A similar thing happened to Bruce E. Olson. In his book titled "Brucho for this cross, I'll kill you" tells how his experience with the Lord. He is a young man aged 19 years when he had to leave home and go to the mountains of South America. He knew the Lord would call him. He began to feel the call when he was aged 14 years. When Bruce realized the Lord calls him, he began to question who is his Lord. He tried to find the answer to that question, but no one can give a satisfactory answer to his heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a follower of the small Lutheran, Bruce knew God as the Lord is hard and must prosecute human acts according to his deeds. Bruce also know God other than the school. All this made him confused.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In search of answers tersebutia read the book of John and find a different LORD. He found the Lord who has compassion on him and to the souls of the lost. God wills to serve in South America, which is among the Indian tribes Motilone. Then God withdrew him from his family environment, far from modern communication facilities. Almost killed, and nearly died from liver disease is not treated, but was released God's miraculous way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In accordance with the time of the LORD, Brucho successfully made contact with the tribe Motilone. Through Brucho service that always depends on the Lord, people Motilone known as cannibals, and malignant submit to the gospel of Christ. Motilone impact people transformed the Lord. This becomes one of evidence that also affects indian tribes around him to accept Christ as Lord and Savior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementation: Creation of the Lord to every one of us is different from one another. But in the process of forming it, everyone will feel that uncomfortable. But everyone who made it through the process of formation that will definitely see results, where the GOD Participate working. And in the end God's purpose in his election to us will be fulfilled as a maid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by: Manto Manurung, S.Th.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6004825772020327323-7278835377842339438?l=tuaianbesar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='RealizingtheimportanceoWhyYouShouldServetheLord' href='http://google.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/feeds/7278835377842339438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6004825772020327323&amp;postID=7278835377842339438' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7278835377842339438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6004825772020327323/posts/default/7278835377842339438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuaianbesar.blogspot.com/2010/09/realizing-importance-of-why-you-should.html' title='Realizing the importance of Why You Should Serve the Lord'/><author><name>Manto Manurung, S.Th.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02619098541196911803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-I1B1kxofmQo/TjEgqc_VrPI/AAAAAAAAAAY/zunAqDokInc/s220/We.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qxy_ChZCMas/TICuuxSz5dI/AAAAAAAAAOs/fzMDoB9UW1o/s72-c/kemana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6004825772020327323.post-3304923577962594217</id><published>2010-09-01T20:03:00.000-07:00</published><updated>2011-08-04T22:59:28.118-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Rohani'/><title type='text'>Pentingnya Menyadari Mengapa Harus Melayani TUHAN</title><content type='html'>&amp;nbsp;Kis 26: 12-23Dalam buku "Misi dari dalam Krisis" yang diterbitkan oleh Obor Mitra Indonesia, Jakarta 2003, hal 40-44, Bagus Surjantoro menulis dalam artikel berjudul "&lt;b&gt;&lt;i&gt;Alasan untuk Melayani Tuhan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;": &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6004825772020327323&amp;amp;postID=3304923577962594217&amp;amp;from=pencil" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Ada berbagai macam faktor yang melatarbelakangi mengapa seseorang melayani Tuhan. Tetapi faktor paling utama yang mendasari pelayanan yang sejati adalah panggilan Tuhan. Faktor panggilan Tuhan akan menjadikan seseorang hidup untuk melayani, bukan melayani untuk hidup. Karena panggilan itu pula, seseorang yang mempunyai pengalaman nyata akan kasih karunia Allah dalam hidupnya kemudian akan menjadikan kasih kepada Allah dan sesama sebagai dasar kehidupan dan pelayanannya. Orang yang memiliki motivasi kasih kepada Allah dan sesama inilah yang akan lebih `tahan banting` dalam pelayanan. Paulus adalah salah satu contoh seseorang yang memiliki panggilan Tuhan yang jelas dalam hidupnya. Itulah yang membuat hidup dan pelayanannya begitu luar biasa di dalam tangan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Jika Allah memanggil, Dia tahu siapa yang dipanggil-Nya dan untuk apa. Jika Allah menghendaki kita melakukan sesuatu, Dia tahu bahwa kita sanggup melakukannya dengan anugerah-Nya. Allah kita adalah Allah yang Mahabesar dan Ia sanggup melakukan segala perkara. Dia yang mengatur alam semesta, Dia yang empunya bumi dan segala isinya, laut serta segala yang diam di dalamnya. Kitalah yang sering berpikiran picik dan kerdil, membuat Allah seolah-olah tidak mampu berbuat apa-apa. Kepicikan dan kekerdilan iman yang menjadi penghalang bagi kita sehingga kita tidak mampu melihat kebesaran Allah atas seluruh ciptaan-Nya, termasuk juga atas hidup kita."&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Proposisi                 : &lt;/b&gt; Anda dan saya dipilih Tuhan untuk melayani-Nya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalimat Tanya         :  &lt;/b&gt;Bagaimanakah Anda dan saya dipilih Tuhan untuk melayani-Nya?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalimat Peralihan     :&lt;/b&gt;  Fakta-fakta bagaimanakah Anda dan saya dipilih Tuhan untuk melayani-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;I.      Sadarilah, Pelayanan itu adalah Ketetapan TUHAN (ay 16).&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam nats ini khususnya ayat. 14-15 Paulus menjelaskan kepada Raja Agripa bagaimana TUHAN memanggilnya :&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;"14. Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. 15. Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu."&lt;/b&gt;Perhatikanlah bagiamana  Paulus menyatakan cara TUHAN memilihnya. TUHAN memilihnya bukan karena ia dapat memenuhi standar kebenaran Allah. Coba perhatikan catatan mengenai waktu pemilihan tersebut.  Pada waktu itu, Paulus sedang dalam perjalanan ke Damsyk untuk  tujuan menganiaya jemaat TUHAN yang ada di sana. Di situlah TUHAN menangkapnya serta menetapkannya menjadi seorang “pelayan-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari waktu, dan proses pemilihan ini, sungguhlah satu perkara yang kontropersial. Bukankah TUHAN yang memilihnya adalah pribadi yang Maha Tahu, Maha Suci,  Maha Adil, dan Maha pengasih? Keberadaan-Nya sebagai pribadi yang Maha Adil, mengharuskan TUHAN menghukum Paulus. Namun dalam nats ini Paulus menjelaskan bahwa dalam perjumpaannya dengan TUHAN di jalan menuju ke Damsyk tersebut, TUHAN malah memilih dan menetapkannya menjadi pelayan dan saksi-Nya.Peristiwa ini menjelaskan kepada kita, bahwa Paulus dipilih bukan karena siapa Paulus. Bukan karena ia memenuhi kriteria seorang pelayan Tuhan, tetapi TUHAN memilih serta menetapkannya menjadi hamba-Nya adalah karena IA sendirilah yang berinisiatif untuk melakukannya. Hal serupa juga terjadi dengan kita di zaman ini. Oleh karena itu, hargailah pilihan dan penetapan TUHAN yang telah menetapkanmu menjadi pelayan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Ilustrasi :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; JIM CAVIEZEL adalah seorang aktor biasa dengan peran-peran kecil. Dan film-film yang dibintanginya juga tidak besar. Peran yang  terbaik yang pernah dimainkannya adalah satu film perang dengan judul ”&lt;i&gt;&lt;b&gt;THE THIN RED LINE&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;'. Di situ pun dia hanyalah salah satu peran di antara aktor-aktor besar yang bermain dalam film kolosal itu.Dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;The Thin Red Line,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh ke arah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.Akhirnya diadakanlah pertemuan dengan Jim untuk membicarakan tawaran untuk peran itu. Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film2 lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya Jim  harus belajar bahasa dan dialek aramik, bahasa yang digunakan pada masa itu. Dan Mel kemudian menatap tajam jim, kemudian menegaskan resiko terbesar yang mungkin akan dihadapinya. Katanya bila Jim memerankan film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karirnya sebagai aktor di Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesenyapan menanti keputusan Jim apakah jadi bermain dalam film itu, Jim bertanya pada Mel Gibson: &lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;'&lt;/span&gt;&lt;i style="color: magenta;"&gt;Mel apakah engkau memilihku karena inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?&lt;/i&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;' &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Mel menggeleng setengah terperangah, terkejut, menurutnya ini menjadi agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiannya. Dia memilih Jim murni karena perannya di '&lt;b&gt;&lt;i&gt;The Thin Red Line&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;'.Jim kemudian mengatakan : &lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;i style="color: magenta;"&gt;Baiklah Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus memikul salibnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="color: magenta;"&gt;&lt;i&gt; Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Aku tanggung resikonya, mari kita buat film ini&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan : Kesadaran akan hal bagaimana TUHAN memilih serta menetapkan menjadi pelayan-Nya memampukan kita untuk melakukan pelayanan itu. Apa pun resikonya, tidak menjadi penghalang yang berarti untuk tetap mengerjakannya sampai  tujuan Allah melalui pelayanan tersebut terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;II.      Ketahuilah bahwa Pelayanan  tidak dapat dipisahkan dari kesaksian  (ay. 16).&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan Kristen dan kesakasian merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dengan kata lain, jadi kalau pelayanan kita sebut sebagai wadahnya, maka kesaksian adalah isinya. Bayangkanlah seumpama satu wadah tidak dipergunakan, maka wadah itu tinggallah satu wadah yang dipenuhi oleh debu. Demikian juga halnya dengan isi yang berupa sesuatu benda, atau apa pun bentuknya. Tanpa tempat yang baik untuk menampungnya, itu akan berserakan kemana-mana, bahkan bisa rusak hingga menjadi seonggokan sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdt. Nathanael Channing, dalam tulisannya dengan tema "BASIC INSTINCT 1 - Hakekat Pelayanan" halaman 1, mengutip pernyataan Luther yang mengatakan &lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Di sini saya berdiri saya tidak dapat melakukan yang lain, Tuhan tolonglah saya&lt;/span&gt;”.&lt;/b&gt; Nathanael menegaskan :    "Pelayanan adalah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Respon atas kasih karunia Allah yang telah menyelamatkan manusia di dalam Yesus Kristus, dengan penyerahan diri sebagai hamba Allah yang diwujudkan melalui persembahan hidup yang kudus dan benar, dedikasi diri dalam memikul salib Kristus untuk menjalankan visi dan misi Allah dalam menyelamatkan umat manusia”&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;Paulus menyebutkan tujuan TUHAN Yesus memanggilnya adalah agar ia menjadi "pelayan dan saksi."  Kisah Para Rasul 26: 16. berbunyi :&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nats ini mengajarkan eratnya hubungan antara pelayanan dan kesaksian. Pelayanan tersebut haruslah bersumber dari apa yang dilihat Paulus dari TUHAN. Nats ini juga mengajarkan bahwa sifat penyataan yang akan TUHAN perlihatkan itu bukanlah sesuatu yang sifatnya hanya pada saat Paulus ditangkap TUHAN menjadi pelayan-Nya. Namun TUHAN masih akan memperlihatkannya kepada Paulus. Hubungannya dengan konteks masa kini adalah hendaklah setiap pelayan TUHAN mendasarkan pelayanannya kepada penyataan Allah. Oleh karenanya, setiap pelayan TUHAN haruslah memiliki hubungan yang intim dengan sang empunya pelayanan itu.Di dalam Kisah Para Rasul 26: 17-18, rasul Paulus menceritakan tujuan Allah menetapkannya menjadi pelayan dan saksi itu demikian :&lt;i&gt;&lt;b&gt; "Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas yang berat bukan? Namun kita patut mencontoh Paulus. Sekali pun ia tahu resiko dari tugas itu, ia berkata dalam ayat 19 :&lt;i&gt;&lt;b&gt; "Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;  Di ayat selanjutnya jelas bagi kita apa akibat yang dialami oleh Paulus. Ia menceritakan bukti ketaatannya dalam melayani TUHAN.Ketaatan Paulus kepada perintah TUHAN  dalam menyaksikan imannya yang baru tersebut mengandung resiko yang mengancam nyawanya. Paulus menceritakan :&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku" &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(Kis 26: 20-21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini nyata bagi kita betapa beratnya resiko yang harus ditanggungnya. Tetapi kita melihat bahwa sekali pun ia harus mengalaminya, ia tetap menjalankannya.  Alkitab menjelaskan orang-orang yang hidup dalam ketaatan kepada perintah TUHAN. Mereka sedia membayar harga untuk sebuah ketaatan, seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Namun pada sisi lain, Alkitab juga berbicara tentang ketidaktaatan dan akibatnya, seperti Saul, Yunus dan banyak raja-raja Israel.Perlu kita mempertanyakan mengapa Paulus tetap taat, sekali pun ia harus mengalami resiko sampai hampir terbunuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaatan Paulus menentukan seberapa besar jumlah orang yang sadar akan keberadaannya yang berdosa. Ketika seseorang sadar akan keberadaannya yang berdosa, saat itu mata rohaninya mulai terbuka. Dengan demikian ia pun menyadari bahwa ia mebutuhkan sang Juruselamat.  Ketaatan Paulus menentukan seberapa besar jumlah orang yang terlepas dari jerat kuasa iblis. Ayat ini menjelaskan rahasia mengalami pertumbuhan iman yang menuntun orang tersebut kepada kuasa TUHAN Yesus yang memerdekakannya secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reinhard Bonke mengatakan ” Izinkan saya menceritakan sebuah rahasia kecil: Allah tidak menggunakan orang-orang berbakat khusus. Dia menggunakan orang-orang biasa seperti Anda dan saya untuk menyentuh dunia dengan kekuatan penyembuhan-Nya. Apa yang membuat pelayanan Reinhard Bonke semakin berkembang? Karena di dalam pelayanannya ia menyaksikan YESUS Kristus sebagai TUHAN dan Juru Selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi : Dalam pembuatan film The Passion Of Christ, banyak tantangan dan kesulitan yang harus Jim Caviezel alami. Kadang kala ia tidak sanggup untuk melewatinya. contoh ketika ia harus memikul kayu salib yang ukuranya dan beratnya identik dengan salib Yesus. Waktu kayu tersebut diletakkan di bahunya, ia kaget betapa beratnya kayu tersebut. ketika kayu itu diletakkan di bahunya, bahunya tidak kuat menanggung beratnya beban itu sehingga lepas dari persendian. Akibatnya ia mengerang menahankan sakit tak terperi. bahkan ia sempat mengeluarkan kata-kata kasar karena kurang tanggapnya kru lain melihat apa yang dialaminya. Di sesi yang lain, ketika ia memerankan peristia pencambukan, dagingnya tercabik karena terkena tajamnya cambuk asli yang mengenai kulitnya. Jim menyikapinya dalam kebergantungan kepada TUHAN dalam doa-doanya. Jim dalam kesaksiannya mengatakan :      Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunanNya melakukan semua ini. Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu saya bukan seorang yang dalam hubungan denganNya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik   dalam diri saya.                  Dan kini saya telah berada dipuncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau yang  mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjadi aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendakMu.Singkat cerita, setelah melewati proses demi proses pembuatan film yang sangat sulit, di mana nyawa Jim terkadang harus dipertaruhkan. TUHAN melawat Jim dan semua Crew yang ambil peran di dalam pembuatan film tersebut. Bahkan pemeran prajurit Roma yang adalah seorang muslim setelah adegan tersebut, ia menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang. Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman yang tidak akan terlupakanPenerapan : TUHAN telah menetapkan Anda dan saya menjadi pelayannya, dengan tujuan agar banyak jiwa mengenal Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat pribadi mereka. Tuhan telah menempatkan kita pada posisi pelayanan yang tepat. Ada yang ditempatkan di sekolah, ada yang TUHAN tempatkan di tempat kerja. Mari layanilah TUHAN dalam kebergantungan kepada DIA yang telah mempercayakan pelayanan itu kepada kita.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;III.      TUHAN Pasti membentuk Anda dan saya seturut kehendak-Nya (ay 17-18).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;GELANDANG Inggris, Frank Lampard meyakini timnya bisa menjuarai Piala Dunia 2010 kali ini. katanya, Three Lions mempunyai kualitas tim paling mumpuni dan merata. Hanya saja pengharapan untuk menjadi juara bisa jadi mimpi buruk jika mereka dipaksa untuk adu penalti.Inggris memang selalu bernasib buruk jika dipaksa adu tos-tosan ini. Sejak Piala Dunia 1990, Inggris tersingkir dari lima turnamen (Piala Eropa, dan Piala Dunia) lewat adu penalti. Masing-masing kalah dua kali dari Portugal, dan Jerman, serta sekali dari Argentina. Karena kutukan itulah, sekalipun yakin skuadnya punya potensi besar menjuarai Piala Dunia kedua kalinya, Lampard meminta rekan-rekannya untuk menghapus dulu memori buruk soal adu penalti."Harus diakui, adu penalti seolah jadi hantu menakutkan bagi kami. Dan, ini bukan menyangkut soal teknis. Kami semua sudah tahu apa yang harus dilakukan saat mengeksekusi penalti. Ali-alih ini adalah soal mental, dan mungkin menyangkut mengubah kutukan," ujarnya dikutip dari The Sun, kemarin.Ia kemudian mengeluh, entah kenapa adu penalti itu seperti kutukan yang tak bisa dihindari. Ia pun berterus-terang, jika saatnya nanti harus ada adu penalti, dan mental para pemain belum 'digarap' maka bukan tak mungkin nantinya para pemain justru akan saling menolak untuk jadi juru eksekusi."Tak peduli sehebat apapun kita bermain sepanjang 120 menit. Tak peduli setangguh apapun kita bertarung. Namun saat masuk adu penalti, kita akan berujar 'Oh, kita harus melakukan ini lagi'," ucapnya sembari mengumpat.Karena 'kutukan' itu sudah terpetakan dalam pikiran, lanjutnya, maka sulit untuk menghindari, dan justru jadi tambahan beban mental. "Ini jadi semacam penyakit yang harus disingkirkan dalam pikiran," imbuhnya.       Lampard lantas merujuk pada tim Jerman yang dikenal jago dalam urusan adu penalti. "Itulah kenapa Jerman sangat jago adu penalti. Mereka punya sejarah bagus dalam adu penalti. karenanya mereka begitu percaya diri. Sedang kita dinaungi kutukan," ungkapnya.Latihan KhususUrusan adu penalti ini rupanya jadi perhatian serius pelatih Inggris, Fabio Capello. Pelatih asal Italia ini berjanji akan mengupayakan segala cara agar timnya benar-benar siap menghadapi 'neraka' tos-tosan ini di babak knockout nanti.    "Kita selalu melakukan latihan khusus adu penalti setiap kali latihan. Tapi, tentu saja situasinya sangat berbeda. Sangat gampang mencetak gol dari titik penalti saat latihan lantaran tekanannya sangat berbeda dengan di pertandingan sesungguhnya," ujar Capello dikutip dari Mirrorfootball.com  (dikutip dari http://www.tribun-timur.com/read/artikel/101691/Latihan-Khusus-Adu-Penalti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah betapa seriusnya para pelatih bola menghadapi Piala dunia beberapa waktu yang lalu.Pelayanan adalah satu pertarungan yang memerlukan keahlian tinggi.Dr. James D. Kennedy, penulis buku Evangelism Explotion mengadakan pelatihan khusus bagaimana menginjilis yang efektif kepada 3  temannya di Florida. Dr. Kennedy membuat satu analogi hal kesulitan melayankan Injil seumpama menerbangkan sebuah pesawat. Hal tersulit dalam menerbangkan pesawat adalah untuk menentukan saat kapan yang peling tepat untuk lepas landas, dan saat untuk mendaratkannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"&lt;b&gt;&lt;i&gt;A Survey done by Christianity Today demonstrated that EE is today the most widely used tool for training pastors and laity for evangelism. EE not only empowers trainees to gain confidence in presenting the Gospel, it enables them to become trainers of other soul-winners, thus setting entire churches on fire for evangelistic outreach to friends and neighbours". (DR. James Kennedy, Ph. D)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;"Pastor Kennedy has recaptured the biblical concept that the church's primary task is every-member evangelism.'The Church having come to Christ, is to go for Christ&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;." (DR. Billy Graham). dikutip dari&lt;a href="http://www.pemudakristen.com/news/ee.php."&gt;http://www.pemudakristen.com/news/ee.php.&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;Sebelum TUHAN benar-benar memakai Paulus sebagai pelayan dan saksi-Nya, rasul Paulus dalam Kisah Para Rasul 26: 17, mengatakan&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;"Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka,"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Perkara yang tersulit dalam kehidupan manusia adalah pada saat ia diasingkan dari kelompoknya. Kesepian merupakan musuh terbesar manusia. Namun apabila manusia dapat mengalahkan kesepiannya, maka ia akan dapat menanggung beban hidupnya.  Menurut Les Carter, "adalah Kesepian perasaan pemisahan, isolasi, atau jarak dalam hubungan manusia berarti. Kesepian rasa sakit emosional, perasaan kosong, dan kerinduan untuk merasa dimengerti dan diterima oleh seseorang." (dikutip dari Tim Hansel, &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Melalui padang gurun Kesepian"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Elgin, Ill: David C. Cook, 1991), 59-60.) yang dimuat di http://bible.org/seriespage/chapter-17-lessons-loneliness. Namun kita melihat bagaimana TUHAN memanfaatkan kesepian untuk berperkara dengan Paulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa juga dialami oleh Bruce E. Olson. Dalam bukunya berjudul ”Brucho demi salib ini, Kubunuh Kau” mengisahkan bagaimana pengalamannya bersama dengan TUHAN. Ia adalah seorang  muda dengan usia 19 tahun waktu ia harus meninggalkan rumah dan pergi ke pegunungan Amerika Selatan. Ia sadar akan panggilan TUHAN kepadanya. Panggilan itu dia mulai rasakan saat ia masih berusia 14 tahun.Waktu Bruce menyadari panggilan TUHAN kepadanya, ia mulai mempertanyakan siapakah Tuhannya. Ia berusaha mencari jawaban atas pertanyaan itu, tetapi tidak seorang pun dapat memberikan jawaban yang memuaskan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang penganut Lutheran dari kecil, Bruce mengenal Tuhan sebagai TUHAN yang keras dan pasti mengadili perbuatan manusia menurut perbuatannya. Bruce juga mengenal Tuhan yang lain dari sekolahnya. Semua ini membuatnya bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pencarian jawaban tersebutia membaca kitab Yohanes dan menemukan TUHAN yang berbeda. Ia menemukan TUHAN yang mempunyai belas kasihan kepada-nya dan kepada jiwa-jiwa yang terhilang. Tuhan menghendakinya melayani di Amerika selatan, yaitu di antara suku  Indian Motilone.Kemudian Tuhan mengeluarkannya dari lingkungan keluarganya, jauh dari sarana komunikasi modern. Hampir mati dibunuh, dan hampir mati karena sakit lever yang tidak diobati,  namun dibebaskan Tuhan dengan cara yang ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan waktu TUHAN, Brucho berhasil mengadakan kontak dengan suku Motilone. Melalui pelayanan Brucho yang senantiasa bergantung kepada TUHAN, orang-orang Motilone yang terkenal sebagai suku kanibal, dan ganas takluk kepada Injil Kristus. Dampaknya orang-orang Motilone diubahkan TUHAN. Hal ini menjadi satu bukti yang juga mempengaruhi suku-suku indian di sekitarnya untuk menerima Kristus sebagai TUHAN dan Juruselamatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerapan :&lt;/b&gt;  Pembentukan TUHAN terhadap setiap
